Pada kesempatan ini kami akan jelaskan berkaitan dengan jejak diplomasi purba di Watu Pinawetengan Minahasa. Sekitar tahun 1000 SM, para Leluhur Minahasa tengah merundingkan pembagian sembilan sub etnis. Perundingan itu dihelat di sebuah perbukitan atau tonduraken, yang telah disepakati oleh keturunan Toar dan Lumi’muut, nenek moyang bangsa Minahasa.

Watu Pinawetengan Minahasa

Watu Pinawetengan Minahasa

Diskusi yang melahirkan sembilan sub etnis Minahasa ini dipercaya sebagai wujud demokrasi tertua di Minahasa. Jejak diplomasi purba itu terekam dengan baik melalui gurat-gurat sejarah pada sebuah batu raksasa bernama Watu Pinawetengan.

Sebuah batu besar menyerupai orang yang tengah bersujud kepada Tuhan Yang Maha Esa bercokol di sebuah lahan yang cukup luas. Beberapa ahli bahkan menilai bahwa batu besar itu berbentuk peta pulau Minahasa. Sejarah mengungkapkan bahwa dahulu, lokasi tempat batu ini berada merupakan tempat perundingan leluhur Minahasa.

Maka tak heran, bila batu ini diberi nama Watu Pinawetengan yang berarti Batu Tempat Pembagian. Pembagian ini merujuk pada peristiwa pembagian kesembilan sub etnis yang ada di Minahasa, yang meliputi suku :

  • Tontembuan,
  • Tombulu,
  • Tonsea,
  • Tolowur,
  • Tonsawang,
  • Pasan,
  • Ponosakan,
  • Bantik, dan
  • Siao.

Selain membagi kesembilan sub etnis tersebut, para leluhur juga menggunakan tempat ini sebagai lokasi dirundingkannya semua masalah yang dihadapi.

Pada Watu Pinawetengan Minahasa akan ditemukan berbagai goresan dan motif yang dipercaya sebagai hasil perundingan, Motif tersebut berupa gambar manusia, gambar alat kemaluan lelaki, gambar alat, kemaluan perempuan, motif daun, dan kumpulan garis yang tak beraturan tanpa makna. Bisa dikatakan, bahwa batu ini merupakan tonggak berdirinya sub etnis yang ada di Minahasa, dan berada tepat di tengah­tengah Minahasa.

Meskipun melambangkan sebuah bentuk demokrasi, sejatinya konsep demokrasi yang dilambangkan oleh Watu Pinawetengan lebih mengarah kepada bentuk demokrasi yang menjunjung tinggi hak asasi manusia. Selama ini memang, Tanah Minahasa dikenal sebagai wilayah yang menjunjung tinggi toleransi dan keberagaman.

Alasan Pemilihan Lokasi

Pemilihan lokasi Watu Pinawetengan Minahasa bukan tanpa alasan. Para leluhur mempertimbangkan kedekatan lokasi perbukitan dengan sumber mata air, lokasi bukit yang berada tepat di tengah-tengah, dan jauh dari gangguan. Tidak ada yang menyangka, bahwa pada tahun-tahun tersebut, leluhur Minahasa telah menggagas ide sejauh ini. Bahkan, mampu merumuskan banyak falsafah hidup yang terdiri dari

  1. Masawawangan yang artinya cipta rasa saling tolong menolong;
  2. Masasan yang artinya cipta rasa persatuan dan kesatuan; dan
  3. Malioliosan (baku-baku bae) yang artinya saling berbuat baik.

Ketiga amanat inilah yang membuat Sam Ratulangi sebagai tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia mencetuskan slogan, “Si Tou Timou Tomou Tou” yang memiliki makna bahwa orang hidup bukan hanya untuk diri sendiri, melainkan juga hidup bersama dan untuk orang lain.

Berbicara mengenai keberadaan Watu Pinawetengan Minahasa, tak jauh dari lokasi, terdapat batu-batu yang diberi nama Watu Kopero dan Watu Siouw Kurur. Kedua batu tersebut menjadi tanda keberadaan makam para leluhur Minahasa. Mengingat arti penting batu-batu bersejarah ini, pada tanggal 1 Desember 7974, Gubernur Sulawesi Utara, HV Worang meresmikan berdirinya Situs Watu Pinawetengan.

Setelah resmi didirikan, banyak perbaikan fasilitas yang diterapkan di kawasan bersejarah ini. Tepat pasca diterbitkannya UU No. 11 Tahun 2010, Situs Watu Pinawetengan diangkat menjadi bangunan cagar budaya yang dilindungi pemerintah.

Lokasi Situs

Bagi pengunjung yang ingin menyaksikan jejak diplomasi purba leluhur Minahasa ini, dapat bertolak menuju Desa Pinabetengan, Kecamatan Tompaso, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Akses menuju lokasi memang belum sebaik kawasan wisata lainnya di Minahasa, namun kesejukan udara pegunungan dan panorama khas Minahasa akan menjadi pelipur lara bagi para wisatawan. Namun, ada satu hal yang dapat dijadikan sebuah catatan penting saat berkunjung ke tempat ini.

Watu Pinawetengan Minahasa memang dikenal sebagai tempat yang banyak menyimpan kisah misteri. Tempat sakral ini akan memperlakukan pengunjung sesuai dengan niat di dalam batinnya. Apabila pengunjung memiliki niat yang buruk, maka akan mengalami peristiwa yang kurang menyenangkan di tempat ini. Sebaliknya, apabila pengunjung memiliki hati yang bersih, ia akan diperlakukan dengan baik, dan bahkan mendapatkan keberuntungan selepas berkunjung ke lokasi.

Situs Watu Pinawetengan tidak pernah sepi pengunjung. Bagi pengunjung yang tertarik mengikuti beberapa ritual di tempat ini dapat berkunjung setiap tanggal 3 Januari, di mana masyarakat mengadakan ziarah di tempat ini. Tak hanya itu, setiap tanggal 7 Juli, di tempat ini rutin diadakan pertunjukan seni dan budaya Minahasa, yang tentu sayang untuk dilewatkan.

Kesakralan dan kemagisan tempat ini sekiranya dapat menjadi alasan utama bagi wisatawan yang tertarik menyelami budaya Minahasa. Selain tentunya memperoleh berkat dan pengalaman spritual yang tak terlupakan selama berkunjung ke situs megalithikum tertua di Minahasa ini. Tertarik berkunjung?

Sebelum melihat Watu Pinawetengan Minahasa usahakan Anda dalam keadaan sehat. Untuk menjaga kesehatan konsumsilah selalu produk-produk Synergy WorldWide yang bisa diorder di aplikasi SBiz atau kontak kami langsung.

Demikian informasi mengenai Watu Pinawetengan Minahasa Jejak Diplomasi Purba, kami harap post kali ini berguna buat kalian. Tolong post Wisata di Sulawesi Utara ini diviralkan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

Topik kita sekarang ialah tarian sigale-gale himpunan gerakan sebagai pelipur lara. Sigale-gale merupakan boneka kayu yang memiliki rupa seperti manusia. Keberadaannya sangat mudah ditemukan di depan rumah Batak beberapa daerah di Sumatera Utara. Boneka yang mengenakan pakaian lengkap dengan kekhasan dari daerah asalnya. Boneka ini sering dimainkan lengkap dengan alunan musik yang juga menjadi salah satu ikon kebudayaan dari Sumatera Utara. Gerakan tangan yang seirama dengan alunan musik berhasil membuat pagelaran kesenian sigale-gale sangat menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Tarian Sigale-gale

Tarian Sigale-gale

Tarian sigale-gale menjadi bagian yang dipercaya untuk mencegah terjadinya kejadian buruk agar tidak terulang kembali. Selain itu, ia juga dikenal sebagai tradisi untuk buang sial. Tarian tradisional ini dibanggakan oleh masyarakat Batak Toba. Sigale-gale memiiiki arti lemah gemulai.

Boneka kayu ini dapat dikatakan sebagai kesenian wayang orang Batak sejak ratusan tahun silam. Sigale-gale dapat digerakkan serta menari dengan diiringi oleh musik tradisional yang cukup terkenal di Sumatera Utara, terutama di daerah Samosir. Terdapat setidaknya empat lokasi yang menyajikan atraksi patung ini, antara lain di Tomok dan juga Museum Hutabolon Simanindo yang rutin menggelarnya.

Tarian Sigale-gale biasanya sering ditampilkan di berbagai acara seperti acara adat, acara budaya, bahkan menjadi salah satu daya tarik bagi para pelancong yang sedang berkunjung. Pertunjukan Patung Sigale-gale menari dimainkan dengan iringan musikal Sordam dan Gondang Sabangunan.

Biasanya ada sekitar tujuh cara musik ritual Batak yang dimainkan untuk tarian patung Sigale-gale ini. Pagelaran biasanya dilengkapi dengan 8 – 10 orang penari yang mengiringinya. Penari ini akan menari tor-tor sesuai alunan musik, dengan tetap fokus pada patung Sigale-gale.

Patung Sigale-gale terbuat dari kayu dan mengenakan pakaian adat Batak Toba lengkap. Patung ini bisa meliuk-liuk mengikuti alunan musik. Ia memiliki tinggi 1,5 meter dengan gerakan yang terkesan seperti manusia hidup. Kepalanya dapat berputar ke samping kanan dan kiri dengan mata dan lidahnva dapat juga bergerak, tangannva dapat menari tor-tor. Boneka Batak ini juga dapat berjongkok saat sedang menari dengan semua gerakan dilakukan di atas peti mati yang merupakan tempat penyimpanan boneka Sigale-gale setelah dimainkan.

Sigale-gale digerakkan oleh tiga orang dalang yang bermain di belakangnya dengan menarik jalur-jalur tali secara anatomis. Konon, dahulu hanya membutuhkan satu orang dalang saja untuk menggerakkan seluruh patung tanpa bantuan jalur tali untuk menggerakkan. Dikisahkan bahwa pada mulanya, patung ini dihidupkan oleh kekuatan gaib dalang yang disebut gana-ganaan.

Proses Pembuatan Sigale-gale

Dalam proses pembuatan patung untuk Tarian Sigale-gale tidak dilakukan oleh satu orang saja. Sebab dipercaya bahwa para pemarung itu (atau yang dikenal dengan sebutan Datu Panggana) akan menjadi tumbal apabila dilakukan sendiri. Kepercayaan tersebut menjadikan pembuatan patung sigale-gale menjadi sangat ekslusif dan tidak banyak dengan dikerjakan oleh lebih dari satu orang karena diyakini dapat menghindari tumbal.

Patung untuk Tarian Sigale-gale ini dibuat dari kayu ingul dan kayu nangka yang tidak diperbolehkan diletakkan di dalam rumah. Biasanya si pembuat patung akan menyimpan di tempat khusus di tengah persawahan yang disebut Sopo Balian.

Keberadaan patung sigale-gale memiliki versi yang sangat fenomenal dari seorang raja bernama Tuan Rahat yang sangat bijakana di Huta Samosir, Toba. Sang raja hanya memiliki seorang anak bernama Manggale. Ketika itu, wilayah ini masih sering terjadi peperangan antar kerajaan. Menghadapi kondisi ini, sang raja mengutus putranya untuk ikut dalam peperangan melawan musuh. Namun, sang putra kesayangan gugur di medan perang dan sangat memukul jiwa sang raja serta masyarakatnya.

Akibat kejadian tersebut, raja jatuh sakit akibat rasa kehilangan yang mendalam. Kondisi sang pemimpin yang kian memburuk, menjadikan penasehat kerajaan memanggil ‘orang pintar’ untuk mengobati. Beberapa daru dan dukun berdatangan dengan kesimpulan sama, bahwa paduka sangat rindu dengan putranya. Salah satu dari mereka mengusulkan untuk membuat patung kayu yang dipahat menyerupai wajah Manggale.

Saran dari ‘orang pintar’ tersebut langsung dilakukan di salah satu hutan belantara. Ketika pahatan patung telah selesai, penasehat kerajaan menggelar upacara pengangkatan patung Manggale ke istana kerajaan dengan meniup sordam dan memanggil roh sang putra mahkota. Dalam mengangkut Patung Manggale menuju istana, upacara tersebut diiringi dengan suara Sordam dan Gondang Sabangunan yang merupakan alat musik yang dimainkan untuk memohon berkat dari roh para leluhur di Batak Toba.

Kedatangan rombongan pembawa patung sang putera raja menjadi penyembuh dari segala derita paduka. Kesembuhan raja disebabkan melihat muka patung sangat mirip dengan anaknya.

Perkembangan Tari Sigale-gale

Dalam perkembangannya, Tarian Sigale-gale biasanya dilakukan pada upacara kematian, terutama saat ada laki-laki meninggal. Menurut kepercayaan masyarakat di tempat tersebut, tarian ini dilakukan untuk mengantar arwah mendiang orang yang meninggal. Seiring dengan berjalannya waktu, tradisi ini mulai jarang dilakukan. Sehingga keberadaan boneka sigale-gale juga mulai berkurang. Untuk menjaganya tetap lestari, tari Sigale-Gale ini kemudian dikembangkan sebagai pertunjukan di berbagai acaru adat maupun budaya.

Namun, kebiasaan ini mulai ditinggalkan, sehingga tarian ini kemudian sering ditampilkan di berbagai festival budaya maupun promosi pariwisata dengan kreasi dan variasi di setiap pertunjukan, tanpa meninggalkan kekhasan dari kisah aslinya

Sebelum melihat Tarian Sigale-gale usahakan Anda dalam keadaan sehat. Untuk menjaga kesehatan konsumsilah selalu produk-produk Synergy WorldWide yang bisa diorder di aplikasi SBiz atau kontak kami langsung.

Demikian informasi mengenai tarian sigale-gale himpunan gerakan sebagai pelipur lara, kami harap postingan kali ini membantu kalian. Kami berharap postingan Wisata di Sumatra Utara ini dibagikan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Pembahasan kita kali ini ialah Kampung Merabu Berau menghidupi warganya dengan potensi daerah. Kehidupan khas orang pedesaan dengan kesejahteraannya, memanfaatkan alam dan juga menjaganya, merupakan bagian yang sangat erat dengan penduduk Desa Merabu, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Komitmen tersebut dijaga hingga muncul wisata dari mengelola Hutan Desa seluas 8.245 hektare yang diresmikan melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan pada 9 Januari 2014 silam.

Kampung Merabu Berau

Kampung Merabu Berau

Kampung Merabu berada di wilayah Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Kampung ini menyimpan berbagai situs purbakala dan juga mitos masyarakat Dayak Basaf. Untuk sampai di daerah ini, tidaklah mudah. Jalan darat hanya mampu mencapai desa sebelah. Selebihnya perjalanan ditempuh dengan menyeberangi sungai. Suasana hutan dan juga sungai­-sungai kecil akan menemani di sepanjang perjalanan menuju kampung ini.

Kampung Merabu Berau ini konon berdiri sejak tahun 1911 dan menyimpan potensi kekayaan alam yang beragam. Selain hutan, Merabu memiliki kekayaan alam yang masih perawan di antaranya, perbukitan karst seluas 7.500 hektar yang memesona, di dalamnya terdapat ratusan jenis flora dan fauna.

Sebelum mengelola hutan, masyarakat sejahtera dengan menjual sarang burung walet yang ada di gua sarang burung walet. Namun, kesejahteraan itu mulai berubah drastis sejak pembukaan lahan besar­-besaran untuk penanaman kelapa sawit pada tahun 2000­an. Kehilangan tempat mencari makan, walet tak lagi bersarang.

Sehingga, sejak tahun 2014 pasca menjadi hutan desa, masyarakat lebih memilih perekonomian dengan hal yang lebih efisien, salah satunya adalah menukal, dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai menanam padi.

Kerukunan dengan bergotong­-royong menjadi bagian yang menyatu di masyarakat Kampung Merabu Berau. Saat melakukan penanaman padi, yang biasa dilakukan setahun dua kali, masyarakat beramai­ramai meratakan lahan atau ladang yang akan ditanami padi. Saat membersihkan ladang, mereka melakukannya dengan cara dibakar.

Namun, hanya secukupnya dan api diusahakan tidak merembet ke hutan dengan cara mengoleskan abu di sekitarnya, setelah api padam. Selain bertani dan berladang, masyarakat terutama ibu-ibu membuat bedengan sayur seluas 1,5 hektar untuk memenuhi kebutuhan pangan setiap hari.

Tradisi Turun Temurun

Masyarakat kampung Merabu di pedalaman Kecamatan Kelay, memiliki tradisi “Tuaq Long Kale Lenggaseng Pia” yang diturunkan dari paru leluhur. Tuaq sendiri berasal dari kata tu yang merupakan singkatan dari tulung (tolong) dan –aq singkatan dari aqu (aku). Untuk maknanya berupa segala sesuatu yang dapat memuaskan perasaan seseorang karena kehalusan dan keindahan.

Tuaq pertama kali diperkenalkan seorang belian (sebutan untuk seorang pemimpin saat itu) yang bernama Danyam. Tujuan diadakan tradisi tuaq adalah untuk mendapat madu dan buah-buahan yang jadi kebanggaan yang mencukupi kebutuhan mereka.

Kampung Merabu Berau telah dikenal lama dikenal akan madu hutannya. Menelisik akan sejarahnya, nenek moyang Dayak Lebo mengajarkan pengolahan yang tidak bersentuhan langsung dengan tangan dalam proses panennya. Pemanenan madu dilakukan dengan mengiris sarang lebah menggunakan pisau panjang dan madu ditiriskan bukan diperas dengan tujuan agar awet hingga tahunan.

Kampung yang kini memiliki slogan ASIK (Aman, Sehat, Indah, dan Kreatif) ini dikenal sebagai wilayah ekowisata yang merupakan percontohan Kampung Iklim. Masyarakat setempat mengibaratkan hutan sebagai gudang yang menyimpan segala kebutuhan masyarakat, seperti menyediakan kayu untuk bangunan rumah, rotan, buah-buahan, tumbuhan, bahan obat herbal, serta bahan-bahan untuk keperluan upacara adat.

Kampung Merabu Berau memiliki gua yang menyimpan kisah prasejarah di dalamnya. Goa Beloyot yang dikenal dengan hamparan tapak-tapak tangan, diyakini telah berusia lebih dari 4.000 tahun. Letak tapak tangan itu menunjukkan derajat masyarakat Dayak dan juga kepemilikan satu kawasan oleh kelompok masyarakat Dayak pada masa itu.

Tapak tangan tersebut diprediksi milik wanita Dayak yang cantik bernama Dayang Bunga Inuq yang pada masa itu dikenal sangat sakti. Oleh warga setempat, tapak tangan tersebut sangat dihormati dan dijaga agar tidak diganggu dan dijamah oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Jarak Tempuh

Untuk dapat sampai di kampung ini, para penikmat kebudayaan dengan alam yang bersejarah ini, membutuhkan waktu tempuh sekitar 12 jam dari Kota Samarinda, sedang apabila dari Kabupaten Berau sekitar empat jam. Tapak tangan prasejarah yang ada di kampung ini, menjadi paduan memesona dengan asrinya alam khas suasana hutan. Tempat ini menjadi salah satu bagian kunjungan destinasi sekaligus sebagai kawasan pelestarian cagar alam dan menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat.

Sebelum berkunjung ke Kampung Merabu Berau usahakan Anda dalam keadaan sehat. Untuk menjaga kesehatan konsumsilah selalu produk-produk Synergy WorldWide yang bisa diorder di aplikasi SBiz atau kontak kami langsung.

Sekian info berkaitan dengan kampung merabu berau menghidupi warganya dengan potensi daerah, semoga post kali ini berguna buat Anda. Tolong post Wisata di Kalimantan Timur ini dibagikan agar semakin banyak yang mendapat manfaat.

Referensi:

Kepulauan Riau dikenal sebagai wilayah yang kaya akan sumber daya laut. Terletak dijantung Selat Malaka membuat daerah ini banyak melahirkan pejuang-pejuang bahari yang momen perjuangannya masih diingat oleh sebagian besar rakyatnya. Salah satu perhelatan akbar yang diadakan di wilayah ini adalah Festival Sungai Carang.

Festival Sungai Carang

Festival Sungai Carang

Meski masih berusia tahunan, festival ini mengandung makna dan nilai filosofis yang mendalam. Tak heran, antusiasme masyarakat sangat besar dalam menyambut perhelatan akbar yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya di bulan Januari hingga Februari.

Dalam beberapa catatan sejarah, Bangsa Melayu selalu dikisahkan sebagai bangsa yang gigih dan penuh totalilas dalam upaya menaklukan daerah-daerah di sekitarnya. Bangsa ini juga dikenal dengan kemampuan membaca alam, terutama alam bahari atau kelautan yang lekat dengan kondisi tempat tinggal mereka. Orang-orang Melalu juga dikenal sebagai pedagang perantara yang lihai, sekaligus pembawa ajaran Islam dan budaya Melayu ke seluruh pelosok Nusantara dan Asia.

Berbagai daerah di Sumatera, misalnya, selama ini dikenal sebagai wilayah yang berpotensi maritim sangat tinggi. Aneka kekayaan bahari dan potensi alam dapat ditemukan di sudut-sudut tanah Melayu, terutama Kepulauan Riau. Salah satu poin penting dari letak geografis provinsi ini adalah keeratan hubungan antar etnis yang berada di jalur lalu lintas Malaka.

Tak heran, apabila provinsi ini begitu menonjolkan potensi maritimnya, karena bukan hanya menyangkut visi misi kedaerahan, melainkan juga mempertahankan kejayaan leluhurnya di masa lampau di bidang kelautan.

Sungai-sungai di pelataran Melayu umumnya dilalui oleh kapal-kapal besar dan hal ini sudah berlangsung sejak jaman kerajaan Sriwijaya dan kerajaan-kerajaan dari Sumatera lainnya. Salah satu sungai yang memiliki peran besar dalam menghidupkan denyut nadi perekonomian, sekaligus aktivitas kebudayaan adalah Sungai Carang di kepulauan Riau.

Setiap tahunnya, di sungai ini diperingati sebuah peristiwa besar yang telah berlangsung ratusan tahun lalu. Warga Kepulauan Riau nampaknya memiliki kesadaran yang cukup besar dalam membangun ingatan dan penghargaan sebesar-besarnya kepada para pahlawan dan pejuang Melayu yang dikenal gigih melawan penjajahan. Perhelatan akbar itu dinamakan Festival Sungai Carang, yang dihelat setiap awal tahun, sejak 2004 silam.

Event Kebudayaan Melayu

Wisatawan yang kebetulan berkunjung ke Kepulauan Riau pada bulan Januari hingga Februari tidak boleh melewatkan sedetik pun momen dari festival ini. Festival ini mengusung event budaya yang berbasis wisata sungai dan sejarah kepulauan Riau. Meskipun terbilang masih berusia muda, festival ini berhasil menjadi ikon baru wisata Kepulauan Riau. Wisatawan yang tertarik mempelajari sejarah kejayaan bahari Tanah Melayu tentu akan merasa bahagia saat menyaksikan perhelatan akbar ini.

Dalam festival Sungai Carang ini diselenggarakan berbagai macam lomba, seperti lomba memasak estafet, lomba arak-arakan bunga telur, lomba melukis, dan lomba membaca gurindam dua belas. Khusus untuk lomba terakhir, tampaknya inilah momen yang dinanti para wisatawan, karena selama ini Gurindam Dua Belas dikenal sebagai salah satu warisan nenek moyang masyarakat Melayu.

Belum lengkap rasanya mengunjungi Tanah Melayu apabila belum mendengar larik demi larik yang dibacakan oleh ahli gurindam. Lomba membaca gurindam ini diadakan guna membangun kesadaran anak cucu orang Melayu dalam melestarikan salah satu warisan leluhur.

Tidak hanya berupa perlombaan, festival Sungai Carang ini juga menyertakan pawai alegoris perjuangan Raja Haji Fisabillilah dalam mengusir penjajah Belanda. Pawai ini ditampilkan guna membangkitkan semangat patriotisme para pejuang muda bangsa Melayu yang semakin luntur akibat tergerus kondisi zaman yang semakin memprihatinkan.

Aneka perahu yang telah dihias di atas permukaan Sungai Carang yang tenang akan membuat rasa bangga itu semakin nampak. Kebesaran dan kejayaan bangsa Melalu pada perhelatan akbar ini begitu kental terasa. Terutama, nuansa Melayu sangat ditonjolkan di beberapa rangkaian acara.

Ciri Khas Festival

Lomba arak-arakan bunga telur juga menjadi salah satu ciri khas festival Sungai Carang. Bunga Telur biasanya hanya bisa dijumpai pada saat acara-acara besar masyarakat Melayu, seperti pernikahan, khitanan dan acara adat. Dalam lomba ini nantinya tim yang terdiri dari minimal sepuluh orang akan membawa telur di dalam tempat sirih yang disebut cerana.

Peserta akan diiringi oleh musik tradisional melayu yang menggunakan kompang, akordion, dakung dan lain-lain. Tak lupa, akan ditampilkan juga pameran foto sejarah emporium Kesultanan Melayu Riau-Lingga serta pelepasan lima ribu lentera dan parade batik gongong khas Tanjung Pinang. Sangat menarik dan sayang untuk dilewatkan, bukan?

Sebelum melihat Festival Sungai Carang usahakan Anda dalam keadaan sehat. Untuk menjaga kesehatan konsumsilah selalu produk-produk Synergy WorldWide yang bisa diorder di aplikasi SBiz atau kontak kami langsung.

https://youtu.be/q54aobvhmMA

Demikian info seputar festival sungai carang mengenang kejayaan bahari kesultanan melayu, kami harap artikel ini membantu kalian. Mohon artikel ini dishare supaya semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Pada kesempatan ini kami akan jelaskan berkaitan dengan seni tari indang sebagai sarana menebar ajaran Islam. Berbagai macam cara dapat dilakukan untuk menyebar sebuah pengaruh salah satunya dalam pagelaran seni. Sebuah kesenian dari Sumatera Barat konon menjadi salah satu cara untuk menebar agama Islam. Tari Indang merupakan kesenian yang digunakan untuk memberikan ajaran Islam yang tersirat dalam setiap syair yang didendangkan.

Seni Tari Indang

Seni Tari Indang Sarana Menebar Agama Islam

Tari indang ini juga dikenal dengan seni tari dindin badindin dan merupakan salah satu kesenian yang berasal dari pesisir Pariaman, Sumatera Barat. Dalam setiap pertunjukannya, tari dindin badindin ini menampilkan tarian alat musik yang diperagakan secara kompak. Menelisik dari namanya, indangan berasal dari nama alat musik tepuk yang dipaki dan dimainkan pada tarian ini. Indang juga disebut dengan ripai yang merupakan instrumen dengan bentuk rupa seperti rebana berukuran kecil.

Keberadaan seni tari indang bukan menjadi hal yang asing di antara masyarakat kebanyakan, karena kesenian ini sering mewakili Indonesia dalam acara pagelaran kebudayaan internasional. Gerakan yang ditampilkan terlihat dinamis serta rancak dari para penarinya. Kenampakan ini menjadikan indang memiliki penggemar tak hanya di nusantara, tapi sudah sampai pada hati warga mancanegara.

Sejarah Tari Indang

Menilik dari sejarahnya, seni tari indang merupakan pencampuran antara budaya melayu dengan Islam di masa penyebaran agama pada abad ke-13. Tarian ini diperkenalkan oleh Syekh Burhanudin yang merupakan salah seorang ulama Pariaman. Sang Syekh menggunakan tari indang sebagai media dakwah dengan paduan sastra berasal dari salawat nabi Muhammad atau hal-hal bertema keagamaan.

Kemudian tarian ini berkembang di tanah Minangkabau tepatnya di Padang Pariaman di abad ke-14. Peradaban ini diperkenalkan para pedagang yang masuk ke Aceh lewat pesisir barat Pulau Sumatra dan lalu menyebar ke Ulakan-Pariaman.

Dalam pertunjukannya, tari indang menampilkan jenis nyanian maqam, iqa’at dan avaz serta penggunaan musik gambus. Maqam menggambarkan tangga nada, struktur interval dan ambitus. Iqa’at menyimpan pola ritmik pada musik Islam. Adapun avaz adalah melodi yang bergerak bebas tanpa irama dan diperkenalkan musik Islam.

Elemen pada Tari Indang

Mengulik fungsinya yang digunakan sebagai media dakwah, seni tari indang memiliki beberapa elemen pendukung yang bernapaskan kebudayaan Islam. Tarian ini tak pernah lepas dengan iringan shalawat Nabi atau syair-syair yang mengajarkan tentang nilai-nilai keislaman. Pada zaman dahulu, tarian ini lebih sering digelar di surau-surau. Tari indang dulunya dimainkan oleh para pemuda setelah mengaji di surau-surau.

Nyanyian pada Tari Indang

Nyanyian dalam tarian ini disesuaikan dengan tujuannya yaitu sebagai sarana pendidikan dan dakwah Islam. Selain itu, beberapa nagari di ranah Minang masih sering menyuguhkan tarian ini di dalam upacara Tabuik, yaitu upacara peringatan wafatnya cucu Rosululloh setiap pada tanggal 10 Muharram.

Gerakan Tari Indang

Gerakan dalam seni tari indang, terlihat seperti Saman asal Aceh. Tap kalau diperhatikan dengan lebih seksama, tari indang ini justru lebih dinamis dengan gerakan santai namun tetap rancak. Hal lain dari tarian ini adalah, kelebihannya yang berkolaborasi dengan musik pengiring bernuansa Melayu.

Gerakan tari biasanya diawali dengan pertemuan dua kelompok para penari. Kemudian para penari tersebut menyusun diri secara berbanjar dari kiri ke kanan. Mereka akan duduk bersila dan akan menampilkan gerakan-gerakan simetris yang tentunya sangat memerlukan latihan yang cukup dan kerja keras.

Jenis Bunyian pada Tari Indang

Ragam bunyian yang ada dalam seni tari indang terdiri dari dua, yaitu berasal dari tetabuhan alat musik tradisional khas Melayu seperti gambus dan rebana, serta bunyi yang berasal dari syair-syair yang dinyanyikan oleh seorang tukang dzikir. Tukang dzikir dalam tari indang adalah sebutan bagi seseorang yang memandu tari lewat syair dan juga lagu yang dinyanyikannya.

Selain itu, dalam setiap penampilan, terdapat pula tukaµg alih yang bertugas berfungsi sebagai pemimpin tarian, serta penentu perubahan setiap gerakan tari. Ia menempatkan diri di dalam penari dengan selalu memberikan beberapa kode setiap pergantian gerakan. Tukang alih juga berperan pentinga dalam mengatur tempo dan dinamika tarian.

Tata Rias dan Busana Tari Indang

Untuk tata rias dan tata busana pada tari indang ini tak punya banyak aturan. Hanya terdapat ketentuan untuk para penarinya wajib mengenakan pakaian adat Melayu sebagai simbol dan juga identitas asal tarian. Untuk tukang dzikirinya tidak terdapat pakaian tertentu, ia hanya diwajibkan mengenakan kostum yang sopan.

Alat Musik Tari Indang

Dalam perkembangannya, alat musik yang mengiringi tari indang saat ini makin beraneka ragam. Beberapa alat musik modern juga menambah keindahan akan seni tari ini, seperti piano, akordeon, dan beberapa alat musik tradisional lainnya juga sering ditemukan. Di samping itu, syair lagu yang sering dinyanyikan pada tari indan ini hingga kini juga cuma satu jenis saja. Yaitu lagu Dindin Badindin karya dari Tiar Ramon.

Jaga Kesehatan

Sebelum wisata ke Sumatra Barat untuk melihat seni tari indang usahakan Anda dalam keadaan sehat. Untuk menjaga kesehatan konsumsilah selalu produk-produk Synergy WorldWide yang bisa diorder di aplikasi SBiz atau kontak kami langsung.

Sekian informasi tentang seni tari indang sebagai sarana menebar ajaran Islam, kami harap postingan ini bermanfaat untuk Anda. Mohon postingan wisata kesenian ini dishare biar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi:

Kota Muntok yang merupakan daerah legendaris di wilayah barat Pulau Bangka, memiliki destinasi penting bagi perjalanan sejarah maupun perekonomian di kawasannya. Museum Timah Muntok menjadi saksi perjuangan akan kisah pertambangan timah di Bangka, pengasingan Soekarno, sejarah Bangka, dan sebagainya. Penampilan yang rapi dengan tembok berwarna putih menjadi destinasi edukasi menarik untuk dikunjungi para wisatawan.

Museum Timah Muntok Bangka

Museum Timah Muntok Bangka

Museum Timah Indonesia Muntok sebelumnya merupakan Kantor Penambangan Timah Bangka yang dibangun pada tahun 1915. Pada dinding depan bagian atas, masih tertulis “Hoofdbureau Banka Tinwinning” menjadi identitas bangunan pada masanya, yang saat itu berfungsi sebagai pusat pemerintahan (Residen) Belanda di Pulau Bangka.

Museum Timah Muntok terletak di Jalan Jenderal Soedirman, Muntok, Bangka Barat. Diresmikan pada tanggal 7 November 2013, bangunan ini memliki ciri khas arsitektur Eropa yang terasa kental dengan tanda sepasang pilar utama di bagian pintu masuk.

Museum ini berjarak sekitar 138 km dari kota Pangkalpinang. Para pengunjung memerlukan waktu sekitar 2,5 jam memakai kendaraan bermotor dari kota Sungailiat. Hanya ada 2 museum timah di Indonesia, yaitu di Muntok dan Pangkalpinang. Setelah kemerdekaan Indonesia, bangunan setinggi 3 lantai ini kondisinya sempat terabaikan.

Beberapa bagian bangunan ada yang lapuk dan runtuh, hingga adanya konservasi oleh PT. Timah Tbk. dan kemudian dibuka untuk umum. Museum Timah Muntok buka Senin-­Minggu, pukul 08.00 sampai dengan 16.00 WIB. Kecuali hari Jum at, museum ini ditutup untuk umum.

Bangunan yang dijadikan wisata edukasi ini, tidak hanya menampilkan rekam jejak pertambangan timah di Pulau Bangka, khususnya Muntok, tapi juga menampilkan sejarah awal pembentukan Kota Muntok, sejarah tragedi Kapal Vyner Brooke dan sejarah pengasingan tokoh perjuangan kemerdekaan NKRI. Selain tampilan yang bagus dan detail, kilasan sejarah diceritakan amat runtut dengan pemandu yang ramah dan mumpuni.

Di dalam museum, pengunjung dapat menyaksikan berbagai replika alat­-alat pertambangan timah, alat tenun, atribut prajurit masa perang dunia kedua, serta disediakannya tayangan audio visual terkait peristiwa­-peristiwa bersejarah.

Selain berfungsi sebagai museum, ruang di lantai dua juga digunakan sebagai perpustakaan dan ruang pertemuan yang mampu menampung hingga 100 orang peserta. Walau telah melewati renovasi, bangunan ini tetap terjaga struktur utamanya dikarenakan setiap bagian dari museum lekat dengan kisah lampau kota Bangka.

Galeri Museum

Dalam Museum Timah Muntok ini, terdapat sembilan galeri, yaitu

  • Galeri ke-1, terdapat sejarah Bangka dan Muntok;
  • Galeri ke-2 mengisahkan tentang sosial budaya Muntok;
  • Galeri ke-3 kisah sejarah Perang Dunia II di Muntok;
  • Galeri ke-4 menceritakan sejarah pengasingan Bung Karno di Muntok selain pengasingan di Ende;
  • Galeri ke-5 berisikan seputar geologi dan eksplorasi;
  • Galeri ke-6 dan ke-7 menginformasikan tentang sejarah pengetahuan penambangan darat dan laut;
  • Galeri ke-8 berisi pengetahuan peleburan timah;
  • Galeri ke-9 yakni sarana dan prasarana kreasi anak zaman.

Saat memasuki ruang galeri Geologi dan Eksplorasi serta Galeri Tambang Darat dan Tambang Laut, terdapat peta pertambangan timah di dunia dan Indonesia, alat untuk mengukur kandungan timah, alat pemetaan wilayah, jenis-jenis timah mentah, dan alat eksploitasi timah.

Di Galeri Peleburan Timah dijelaskan tentang sejarah peleburan logam dari masa ke masa. Bangka sendiri sudah ada peleburan timah yang telah berlangsung sejak abad ke-­10. Di ruangan ini menjabarkan dengan detail proses peleburan bijih timah dan beberapa sampel timah olahan yang siap jual.

Galeri Sarana Prasarana memamerkan foto­-foto lama kota Muntok tempo doeloe, termasuk peta kota tua Muntok. Galeri Bung Karno menampilkan foto ketika Bung Karno dan kawan­-kawan diasingkan ke Muntok. Bagian paling menarik di museum timah ini berada di galeri terakhir yaitu Galeri Vivian Bullwinkel.

Galeri yang seluruhnya ditampilkan dalam bahasa Inggris ini khusus dipersembahkan oleh Angkatan Darat Australia. Hal ini untuk mengenang seorang perawat tentara perang yang pernah bekerja di RS Angkatan Darat Australia di Singapura. Yaitu pada perang dunia ke­-2, Letnan Perawat Vivian Bullwinkel. Perjuangan perawat ini harus memperoleh apresiasi dikarenakan oleh perjuangannya untuk lepas dari penjajah Jepang dalam pemboman. Di mana ia terombang-­ambing selama 18 jam hingga harus pura­-pura mati saat kembali diserang.

Sejarah Bangka

Selain itu, dalam Museum Timah Muntok ini, dalam galeri sejarah Bangka terdapat manuskrip awal penulisan sejarah Bangka. Sejarah Bangka ditulis oleh beberapa tokoh seperti :

  • Pada tahun 1861 di tulis oleh Haji Idris, seorang guru di Muntok, Bangka Barat.
  • Pada tahun 1879 dimutahirkan oleh Abang Arifin Tumenggung Kertanegara I dan Abang Muhammad Ali Tumenggung Kertanegara II.
  • Pada tahun 1925 dilanjutkan oleh Raden Achmad dan Abang Abdul Jajal.

Sebelum berkunjung ke Museum Timah Muntok Bangka usahakan Anda dalam keadaan sehat. Untuk menjaga kesehatan konsumsilah selalu produk-produk Synergy WorldWide yang bisa diorder di aplikasi SBiz atau kontak kami langsung.

Sekian info seputar Museum Timah Muntok Bangka saksi berbagai kisah sejarah, kami harap post kali ini bermanfaat buat sahabat semua. Kami berharap post wisata di Bangka Belitung ini diviralkan agar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi:

Pada kesempatan ini kami akan jelaskan tentang tradisi lubuk larangan merangin menjaga keberlangsungan ekosistem. Istilah lubuk pasti tidak asing bagi siswa yang pernah belajar peribahasa khas Melayu, “Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya”. Peribahasa ini setidaknya menggambarkan betapa dalam masyarakat Melayu memaknai bahasa alam. Lubuk merujuk pada istilah sungai, kubangan, cekungan, atau habitat ikan-ikan yang umumnya ada di alam pedesaan.

Tradisi Lubuk Larangan Merangin

Tradisi Lubuk Larangan Merangin

Di Tanah Melayu, tak terkecuali Merangin, Jambi, terdapat ratusan Lubuk yang tersebar di berbagai wilayah kabupaten ini. Ratusan Lubuk itu didiami oleh ikan-ikan yang tidak boleh sembarangan ditangkap dari segi waktu maupun jumlah tangkapannya. Oleh karena itu, warga menamainya dengan lubuk larangan. Sebuah tradisi khas Merangin yang terus diwariskan demi menjaga kebersihan, keasrian dan keberlanjutan ekosistem sungai.

Provinsi Jambi dikenal sebagai wilayah yang turut dialiri berbagai sungai besar. Sungai-sungai yang mengalir di wilayah Jambi ini juga membawa kekayaan sumber daya alam bagi masyarakat yang hidup di sekitarnya. Tidak heran, jika beberapa kota di Jambi dan sekitarnya mengadopsi istilah sungai, air maupun muara dalam namanya. Salah satu kekayaan sumber daya yang turut dibawa oleh sungai ini yaitu ikan. Jumlah ikan akan meningkat drastis saat musim-musim tertentu di beberapa wilayah provinsi Jambi, termasuk Merangin.

Sayangnya, melimpahnya jumlah ikan di sungai yang mengalir di Merangin ini sering tak dibarengi dengan kesadaran pentingnya menjaga ekosistem sungai. Alhasil, ikan-ikan tersebut pun terus ditangkap, tanpa memberikan kesempatan yang lebih besar untuk berkembang biak.

Pemerintah, beberapa tokoh masyarakat dan elemen masyarakat yang terketuk nuraninya untuk menjaga keberlangsungan ekosistem sungai pun tak tinggal diam. Tradisi Lubuk Larangan pun tercipta, menjadi salah satu cikal bakal tadisi penjagaan keanekaragaman potensi hayati yang melimpah di bumi Merangin ini.

Peraturan pada Lubuk Larangan

Tradisi Lubuk Larangaa tidak hanya merujuk pada satu lokasi tempat dibudidayakannya ikan-ikan. Melainkan merujuk pula pada kebijakan yang mengatur tata kelakuan masyarakat dalam menangkap ikan. Semua peraturan terkait lubuk larangan telah dituangkan dalam Peraturan Desa atau Perdes. Artinya, masyarakat pun memang diminta berkontribusi aktif dalam menjaga keberlangsungan ekosistem sungai dan dapat saling mengingatkan, karena telah tertulis dalam peraturan.

Jika dilanggar, sanksi tegas akan dilayangkan. Sanksi adat itu antara lain bempa denda dua puluh gantang beras, satu ekor kambing, sekaligus selemak semanisnya dan uang, tunai Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah). Sanksi ini kiranya dapat membuat jera pelaku perusakan sungai dan penangkap ikan yang serakah.

Keberadaan Tradisi Lubuk Larangan berdampak positif bagi kebersihan sungai. Hal ini berangkat dari permasalahan pencemaran sungai yang terjadi beberapa tahun belakangan, di antaranya berasal dari limbah Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Dengan adanya lubuk larangan, masyarakat akan lebih memperhatikan kebersihan sungai, karena lubuk yang akan ditinggali oleh ikan-ikan tersebut harus dialiri air yang jernih dan bebas polusi. Setiap ada lubuk larangan baru yang dibuat oleh masyarakat, Bupati Merangin pun dengan senang hati akan menebar bibit ikan di lokasi tersebut.

Tradisi Lubuk Larangan yang berada di Merangin bahkan telah terdaftar di Kementrian. Hal ini menimbulkan rasa bangga yang besar di sanubari masyarakat, terutama bagi yang ingin terus menjaga keberlanjutan ekosistem sungai. Setiap desa bahkan ditargetkan memiliki lubuk larangan. Selain menerapkan regulasi formal kepada para warga, pengelolaan lubuk larangan juga berlaku secara adat. Hal ini sebagai bentuk pengajaran atau edukasi kepada generasi muda tentang penjagaan habitat ikan sungai dengan baik.

Menariknya Lubuk Larangan

Salah satu yang paling menarik dari Tradisi Lubuk Larangan adalah saat pemanenan ikan pada tiga sampai lima tahun. Setelah bibit ikan disebar atau disebut dengan pernbukaan lubuk larangan. Semua warga berkumpul di lubuk larangan desanya saat panen tiba. Mereka telah bersiap dengan jaring-jaring berukuran besar dan alat penangkap ikan ramah lingkungan. Tak lupa, perayaan tradisi. biasanya juga turut diramaikan dengan hiburan atau kesenian khas rakyat. Sehingga semua orang yang mengikuti tradisi ini akan larut dalam suka cita.

Setelah tradisi pemanenan ikan di lubuk larangan dibuka, para warga menceburkan diri ke sungai. Penangkapan ikan pun dimulai. Rata-rata yang mengikuti acara ini adalah para lelaki dewasa dan anak-anak. Setelah ikan tertangkap dan para warga mentas dari sungai, ikan pun dijual. Hasil penjualan ikan dari pembukaan lubuk larangan akan digunakan untuk pembangunan desa, seperti membangun masjid atau sarana umum lainnya atas persetujuan pemuka adat desa. Sangat menarik, bukan?

Sebelum menjalankan Tradisi Lubuk Larangan usahakan Anda dalam keadaan sehat. Untuk menjaga kesehatan konsumsilah selalu produk-produk Synergy WorldWide yang bisa diorder di aplikasi SBiz atau kontak kami langsung.

Demikian info mengenai tradisi lubuk larangan merangin menjaga keberlangsungan ekosistem, kami harap postingan ini bermanfaat buat kalian. Mohon postingan Wisata di Jambi ini diviralkan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Masjid Agung Palembang merupakan hasil karya monumental Sultan Mahmud Badaruddin 1 yang dibangun pada tahun 1738 – 1748. Bertandang ke masjid yang sudah berusia lebih dari 2,5 abad ini, tak cuma mengingatkan para pengunjung pada Allah SWT. Namun juga pada keragaman akan budaya Palembang serta pengobat rindu kejayaan Kesultanan Palembang di masa lampau.

Masjid Agung Palembang

Masjid Agung Palembang

Gerbang utama Masjid Agung Palembang berhadapan dengan bundaran air mancur. Gerbang ini merupakan sebuah gerbang besar yang berhiaskan bebatuan dengan motif ukiran khas Palembang dan sebagian lagi bertuliskan kaligrafi. Jika pengunjung masuk melalui gerbang belakang terdapat taman dan air mancur berukuran lebih kecil.

Rumput hijau terbentang sepanjang halaman Masjid Agung ini. Ada sudut tertentu di Masjid Agung ini yang ditanami dengan berbagai macam bunga-bungaan. Pepohonan rindang sejenis palem pun terlihat menghiasi taman yang sekaligus menjadi halaman belakang masjid. Saat penuh, halaman ini pun beralih fungsi menjadi lahan parkir.

Tetapi tidak dengan cara menginjak rumput di taman tersebut. Sebab memang ada bagian yang disediakan khusus untuk menampung puluhan kendaraan di bagian ini. Untuk kendaraan roda dua, ada tempat lain yang terpisah. Tempat parkir ini cukup akomodatif untuk menampung kendaraan jamaah meskipun tidak jarang di saat-saat tertentu pengunjung harus memarkirkan kendaraannya di sisi lain.

Kian mendekati bangunan utama Masjid Agung Palembang, terlihat sebuah kolam air mancur berukuran sedang. Di sekelilingnya dipasang pipa-pipa yang bisa dipakai oleh jamaah untuk mengambil wudhu. Sebetulnya ada bangunan khusus lainnya yang bisa dipakai untuk mensucikan diri sebelum shalat. Tetapi bila diperhatikan, para pengunjung lebih senang mengambil air di pipa tersebut.

Meskipun terlihat sangat besar, tetapi sesungguhnya Masjid Agung yang kini bernama Masjid Sultan Mahmud Badaruddin II ini terdiri dari 2 bangunan yang terpisah. Masjid Agung ini dibangun pada tahun 1738. Bentuk bangunannya hampir menyerupai bujur sangkar dengan ukuran 30 x 36 meter. Masjid Agung ini dulu pernah menjadi masjid terbesar di Nusantara yang dapat menampung hingga 1.200 jamaah.

Namun, setelah dilakukan beberapa kali renovasi dan ditambah bangunan yang lebih besar di sisi depan, Masjid Agung Palembang mampu menampung hingga 9.000 jamaah. Renovasi masjid terakhir kali dilakukan tahun 2000 dan selesai tahun 2003 demi menyambut pelaksanaan PON XVI pada tahun 2004.

Arsitektur Masjid Agung Kesultanan Palembang

Arsitektur Masjid Agung mengadaptasi gaya Eropa, China dan Nusantara. Hal ini tidak mengherankan karena pada mulanya Masjid Agung ini dirancang oleh arsitek dari Eropa. Gaya bangunan Tiongkok dapat dilihat dari sisi atap masjid yang masing-masing memiliki jurai atau ornamen berbentuk lengkung kecil pada atap seperti yang biasanya terdapat pada kelenteng.

Untuk atap Masjid Agung Palembang dipengaruhi oleh bentuk-bentuk candi Hindu-Jawa yaitu berbentuk limas yang terdiri dari 3 undakan. Sedangkan untuk sentuhan gaya Eropa bisa terlihat pada pilar masjid yang lebar dan kokoh. Gaya Eropa juga terlihat pada pemilihan rupa jendela yang tinggi dan besar. Bahkan material bangunan seperti marmer dan kaca diimpor langsung dari Eropa.

Seperti pada umumnya sebuah masjid besar, biasanya hampir selalu mempunyai menara, begitu juga dengan Masjid Agung. Bahkan ada dua menara yaitu menara lama dan menara baru. Menara lama berukuran 20 meter dibangun pada masa pemerintahan Sultan Ahmad Najamudin (pemerintahan 1758 – 1774) yang letaknya ada di sisi barat masjid.

Sedangkan untuk menara baru ukurannya lebih tinggi yaitu 45 meter dan dibangun tahun 1970. Menara ini memiliki 130 anak tangga yang disusun melingkar dan masih digunakan sampai sekarang. Tetapi sayangnya menara ini tertutup untuk umum. Padahal bila memandang Kota Palembang dari ketinggian pasti akan jadi pengalaman istimewa tak terlupakan.

Hal unik lainnya dari Masjid Agung ini ialah dari desain interiornya. Ukiran khas Palembang menghiasi hampir seluruh benda yang ada di dalam masjid. Ukiran ini di antaranya ukiran berbentuk bunga melati atau teratai dan ornamen hiasan daun sulur. Mulai dari pintu masuk, jendela, puncak mihrab, mimbar sampai tiang-tiang masjid tak luput dari berbagai hiasan elok khas Palembang ini.

Pusat Sejarah Kesultanan Palembang

Tak cuma jadi pusat kegiatan umat Islam, Masjid Agung Palembang juga jadi salah satu bagian penting dari sejarah Indonesia. Sejak pertama kali didirikan, Masjid Agung telah menjadi saksi penting dari banyaknya peristitwa bersejarah yang terjadi di Palembang. Misalnya saja pada tanggal 1-5 Januari 1947 pasca-Perang Dunia II, Masjid Agung adalah saksi dari terjadinya peristiwa yang dikenal dengan nama perang “Lima Hari Lima Malam”.

Kini, setelah masa-masa kelam penjajahan Indonesia berakhir, Masjid Agung ini menjelma jadi salah satu pilar pariwisata di Kota Palembang. Banyak wisatawan yang mendatangi masjid ini, baik yang ingin merasakan pengalaman beribadah ataupun hanya sekadar menikmati keindahannya.

Masjid Agung Palembang terus digunakan untuk berbagai kegiatan.

Terlebih lagi di bulan Ramadhan, aktivitas keagamaan terus digalakkan selama sebulan penuh. Aktivitas keagamaan ini seperti :

  • kajian keislaman,
  • tadarusan,
  • khatam Qur’an,
  • kuliah dhuha,
  • penyaluran zakat fitrah,
  • lomba-lomba Islam bagi anak-anak dan remaja,
  • menyiapkan hidangan buka dan sahur bersama bagi warga.

Bahkan, dulu terdapat pasar bedug / pasar Ramadhan di halaman Masjid Agung. Namun sekarang sudah dipindahkan ke halaman Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) Palembang.

Bangunan Monpera yang ada di seberang Masjid Agung Palembang adalah bangunan bersejarah yang kini beralih fungsi jadi museum. Uniknya, para wisatawan bisa menaiki atapnya dan bisa melihat Palembang dengan point of view yang berbeda. Selain, Monpera, tak jauh dari Masjid Agung juga ada Museum Sultan Mahmud Badaruddin II. Museum ini berhadapan langsung dengan Sungai Musi.

Kharisma Masjid Agung kian berpijar. Karena sebagai salah satu peninggalan bersejarah yang perlu dilestarikan dan dijaga. Masjid kebanggaan warga Palembang ini tak hanya berfungsi sebagai rumah peribadatan umat Islam saja. Namun juga sebagai bentuk konservasi bangunan kuno peninggalan kejayaan masa lalu yang patut dicontoh.

Sebelum wisata religi ke Masjid Agung Kesultanan Palembang usahakan Anda dalam keadaan sehat. Untuk menjaga kesehatan Anda, selalu konsumsi produk-produk Synergy WorldWide yang bisa diorder di aplikasi SBiz atau kontak kami langsung.

Jaga Kesehatan

Sekian info terkait dengan Masjid Agung Palembang jejak kejayaan Kesultanan Palembang, kami harap artikel ini membantu teman-teman semua. Kami berharap artikel mengenai Masjid Agung Kesultanan Palembang ini dibagikan biar semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Di artikel ini kami akan ulas perihal liburan ke Gili Trawangan yang luar biasa indah. Pulau Lombok adalah bagian dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terdiri dari beberapa kabupaten dan kota. Di antaranya yaitu Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur dan Lombok Utara.

Liburan Ke Gili Trawangan

Liburan ke Gili Trawangan

Meskipun pulau yang dimiliki tidak terlalu luas, tapi keindahan alam yang ditawarkan tidak kalah dengan pulau-pulau lain di Indonesia. Keindahan pantai dan nuansa alam yang masih asri menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk berkunjung ke pulau yang sering disebut seribu masjid ini.

Salah satu objek wisata di Pulau Lombok yaitu Pantai Gili Trawangan. Ketika liburan ke Gili Trawangan selain nuansa alamnya yang masih asri, wisatawan juga bisa menyalurkan hobinya. Seperti hobi diving, snorkeling dan berselancar. Pantai Gili Trawangan letaknya ada di sebuah pulau dengan nama yang sama yakni pulau Gili Trawangan. Pulau ini adalah salah satu dari tiga pulau kecil atau gili yang berada di sebelah barat laut Lombok NTB, selain Gili Meno dan Gili Air.

Tidak seperti di Bali, di Gili Trawangan dan dua Gili lainnya wisatawan tidak akan menemui kendaraan bermotor. Karena ada aturan lokal yang melarang wisatawan atau warga setempat menggunakan kendaraan bermotor. Kebijakan tersebut diambil untuk menjaga kenyamanan, ketenangan dan menghindari polusi.

Meskipun tidak ada kendaraan bermotor, wisatawan yang liburan ke Gili Trawangan tidak perlu khawatir. Karena untuk berkeliling pulau, wisatawan bisa menggunakan sepeda atau naik Cidomo. Cidomo merupakan kependekan dari cikar dokar motor yang merupakan kereta khas Lombok. Soal harga sewa tergolong cukup terjangkau. Karena tidak boleh menggunakan kendaraan bermotor, untuk menuju Gili satu ke Gili lainnya, para wisatawan maupun warga setempat memanfaatkan kapal motor atau speedboat.

Eksotisme Gili Trawangan

Wisatawan harus mulai merencanakan liburan ke Gili Trawangan karena pulai ini memiliki eksotisme alam yang begitu lengkap. Mulai dari pantainya yang berpasir putih, deretan pohon cemara, akasia dan kelapa sampai rumah-rumah jerami bentuk adat Suku Sasak yang sengaja diperuntukkan sebagai hotel-hotel di sepanjang pantai, semakin menambah indah panorama yang ada.

Adanya sederet tempat duduk berbentuk bale-bale untuk wisatawan berjemur menjadikan pengunjung semakin nyaman. Tidak mengherankan jika wisatawan mancanegara dengan santainya berjemur di bibir pantai tanpa merasa terganggu. Gradasi warna laut yang biru dan hijau membuat wisatawan berdecak ketika mengunjungi Gili Trawangan.

Selain keindahan laut, wisatawan yang liburan ke Gili Trawangan juga bisa melihat ikan dan terumbu karang langsung dari atas kapal. Jadi wisatawan bisa melihat langsung dari kapal yang berlayar tanpa harus menyelam.

Tetapi bagi yang ingin melihat kekayaan alam bawah laut lebih jelas pilihannya adalah snorkeling dan diving. Arus pantai yang tenang, membuat wisatawan betah berlama-lama melihat hamparan karang biru dan aneka ikan berwarna-warni yang seolah menari-nari. Bukan hanya itu, cuaca yang cerah dan bersahabat seolah ingin menyumbangkan keindahan di Gili Trawangan. Oleh karena itu mulailah rencanakan untuk liburan ke Gili Trawangan.

Kawasan Gili Trawangan

Kawasan Gili Trawangan juga cukup hijau dengan jajaran pohon cemara, akasia, kelapa dan deretan rumah-rumah jerami khas Suku Sasak. Wisatawan hanya perlu waktu dua jam untuk mengelilingi Gili Trawangan. Keramahan penduduk sekitar juga merupakan daya tarik lain di Gili Trawangan. Pengunjung tidak perlu takut tersesat saat berkeliling di Gili Trawangan, karena penduduk asli akan memberitahu rute yang benar.

Bagi pengunjung yang ingin menyaksikan sunset dan sunrise bisa menikmati di Gili Trawangan. Sunset itu akan semakin indah jika dinikmati dari sebuah bukit di Gili Trawangan. Karena pengunjung bisa melihat panorama Selat Bali dan Gunung Agung dari kejauhan. Cahaya keemasan sunset perlahan tapi pasti seolah menidurkan Gili Trawangan. Setelah selesai di liburan ke Gili Trawangan, wisatawan bisa langsung menyebrang ke-2 gili lainnya yang menyajikan keindahan tidak kalah cantiknya.

Desa Sukarara, Kabupaten Lombok Tengah

Desa Sukarara terletak sekitar 20 km ke arah selatan dari Mataram, ibu kota Nusa Tenggara Barat (NTB). Di Desa Sukarara ini ada puluhan home industry atau industri rumah tangga tenun songket. Di mana seluruh penenun kerajinan songket ini ialah kaum perempuan.

Di Desa Sukarara ini, para wisatawan bisa langsung menyaksikan proses dari pembuatan kain tenun songket. Bahkan bagi wisatawan yang tertarik untuk menenun, bisa praktek secara langsung. Untuk menenun satu helai kain, rata-rata diperlukan waktu dua minggu hingga dua setengah bulan, tergantung tingkat kesulitannya. Adapun harga sehelai kain tenun yang dihasilkan bervariasi, tergantung dari bahan benang dan motifnya. Dengan liburan ke Gili Trawangan, wisatawan bisa sekalian berkunjung ke desa ini.

Biasanya desa ini ramai di kunjungi saat musim liburan tiba. Dari beberapa kain tenun yang ditawarkan, kain subenale harganya paling mahal karena mencapai Rp 3,5 juta. Selain menggunakan sutera dan benang emas, pembuatannya juga cukup rumit. Biasanya pembuatan satu kain subenale selesai dalam waktu dua setengah bulan.

Hasil kerajinan dari desa ini dikumpulkan dalam sebuah koperasi warga. Selain kain tenun, di koperasi warga ini juga tersedia berbagai macam kerajinan seperti kain sarung, taplak meja, peci atau kopiah dan masih banyak yang lainnya.

Oleh-Oleh Khas

Sudah menjadi kebiasaan orang menyisipkan agenda wisata untuk berbelanja oleh-oleh khas dari daerah yang dikunjungi. Begitu pula bagi wisatawan yang kebetulan liburan ke Gili Trawangan (Pulau Lombok) yang terkenal akan kerajinannya yang bagus khususnya mutiara. Karena Pulau Lombok memang terkenal sebagai penghasil mutiara.

Jadi wisatawan yang liburan ke Gili Trawangan atau tepatnya ke Pulau Lombok tidak perlu bersusah payah mencari penjual mutiara. Karena di setiap tempat para penjual menjajakan mutiara-mutiara yang dikreasikan dalam berbagai bentuk seperti kalung, gelang, giwang, bross dan lain sebagainya.

Mutiara yang ditawarkan ada dua jenis yaitu mutiara air laut dan mutiara air tawar tentunya dengan harga terjangkau. Meski begitu wisatawan harus teliti dalam memilih mutiara yang ingin dibeli. Karena jika salah bisa mendapatkan mutiara palsu yang terbuat dari plastik.

Berbelanja Mutiara

Cara mengetahui mutiara asli atau palsu sangatlah mudah, biasanya para penjual akan mendemonstrasikan dengan cara membakar mutiara dengan korek api yang dibawanya untuk memastikan keaslian mutiara yang dijual. Tetapi jika ingin lebih aman lagi sebaiknya wisatawan membeli mutiaranya di pusat-pusat perbelanjaan resmi saja. Misalnya di Gem Pealrs yang berlokasi di Jalan Raya Meninting No. 69 Senggigi Lombok.

Bedanya berbelanja mutiara di Gem Pearls dengan yang di pesisir pantai dan tempat lainnya di Lombok adalah kualitas dan keaslian mutiara yang dijual lebih terjamin. Karena mutiara-mutiara yang dijual memiliki kualitas lebih baik. Tidak hanya dari bentuk yang nyaris tanpa cacat juga kilau mutiaranya. Paduan kreasi mutiaranya pun beragam, mulai dari paduan emas murni, emas putih ataupun perak yang dipadukan dalam bentuk cincin, gelang ataupun kalung lengkap dijajakan di Gem Pearls.

Pelanggan yang datang ke Gem Pearls tidak hanya dari Lombok, Bali atau daerah di sekitarnya, tetapi juga dari daerah luar Jawa. Bahkan beberapa wisatawan mancanegara juga ada yang berkunjung ke Pulau Lombok.

Sebelum jalan-jalan ke Gili Trawangan dan Lombok usahakan keadaan Anda sedang sehat. Untuk menjaga kesehatan, Anda bisa mengonsumsi produk-produk Synergy WorldWide yang bisa diorder di aplikasi SBiz atau kontak kami.

Demikian informasi mengenai liburan ke Gili Trawangan yang luar biasa indah, semoga artikel ini berguna untuk sahabat semua. Kami berharap artikel tentang Gili Trawangan ini diviralkan biar semakin banyak yang mendapat manfaat.

Jaga Kesehatan

Referensi:

Pembahasan kita kali ini adalah program belangganan sb1m subscription penunjang strategi marketing. Dunia sudah berubah sejak wabah Covid-19 melanda. Hal ini berakibat diberlakukannya aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh pemerintah di berbagai wilayah Indonesia. Dengan adanya keputusan PSBB ini maka berdampak pada pembatasan di bermacam kegiatan. Baik itu kegiatan di sekolah, di tempat kerja dan semua kegiatan yang menyebabkan kerumunan banyak orang.

Program Berlangganan SB1M Subscription

Program Belangganan SB1M Subscription

Akibat adanya pembatasan ini, banyak karyawan yang dirumahkan bahkan sampai di-PHK. Di samping itu banyak juga bisnis yang gulung tikar karena aturan PSBB ini. Hal tersebut memaksa kita semua untuk berpikir bagaimana caranya agar tetap survive dan menghasilkan income walau hanya di rumah saja. Kini SB1M hadir menyapa dan menyediakan solusi dari permasalahan yang sedang kita hadapi saat ini.

Solusi dari SB1M ini ialah meningkatkan penghasilan dengan mengerjakan bisnis online dengan teknik yang benar. Dengan berbisnis online di samping untuk memperoleh income di situasi dan kondisi ekonomi yang sedang susah juga ikut mendukung keputusan PSBB.

Untuk langkah awal Anda dalam berbisnis online secara serius, komunitas SB1M sudah mengeluarkan program terbarunya. Program ini ialah program belangganan sb1m subscription penunjang strategi marketing. Sistem pembayaran dengan cara berlangganan 3 bulanan dan hadir dengan harga yang murah sehingga sangat terjangkau.

Pembelajaran dari program berlangganan SB1M ini via webinar (kelas online). Dengan melalui webinar tentunya akan memudahkan semua membernya, karena tanpa harus datang ke kelas. Di samping itu dengan pembelajaran via webinar maka kelasnya bisa menjangkau lebih luas ke seluruh masyarakat, karena bisa diikuti dari rumah.

Materi Webinar SB1M

Dengan mengambil program belangganan sb1m subscription penunjang strategi marketing Anda akan memperoleh :

1. 5x Webinar Seminggu

Untuk pembagian materinya berikut ini :

  • Senin : kelas Startup. Kelas ini yaitu kelas bagaimana cara memulai bisnis online dengan benar, seperti apa yang harus dilakukan 90 hari kedepan.
  • Selasa : Bikin Web dan konsultasi.
  • Kamis : kelas Fast Track. Sesi ini merupakan kelas sehari penuh buat mempraktekan 7 Jurus Game Plan SB1M.
  • Jumat : kelas Konsultasi. Sesi atau kelas konsultasi ini yang paling penting, khususnya bagi para pemula yang sudah action tapi mengalami hambatan dls.
  • Minggu : kelas update materi. Di kelas webinar ini materinya merupakan materi terupdate dari mentor-mentor SB1M.
2. Akses ke SB1M Starter dan WFF

Dengan mengambil paket program belangganan sb1m subscription ini Anda juga akan memperoleh Akses ke SB1M STARTER. Dan juga akses ke CLUB WAFF (Warrior Affiliate) SB1M.

3. Group Telegram

Dengan bergabung di program terbaru SB1M ini Anda akan masuk ke grup telegram diskusi. Dimana di group diskusi SB1M Subscription ini Anda bisa bertanya dan konsultasi.

Investasi Program Terbaru SB1M

Berapa investasi yang Anda keluarkan buat join program berlangganan SB1M Subscription ini?

Rp 495.000 / 3 bulan

Atau sebenarnya hanya Rp 165.000 / bulan.

Dari investasi di atas program belangganan sb1m subscription penunjang strategi marketing terbagi menjadi 2 yakni :

Paket 1 : SB1M Subscription + Ayodropship

Paket berlangganan 3 bulan + Akses Ayodropship yang menyediakan produk-produk siap dijual di marketplace. Tidak hanya sekadar asal jual produk saja, Anda juga akan diajarkan teknik bagaimana beriklan, hal ini agar Anda tidak boncos. Selain itu Anda juga akan diajarkan bagaimana riset judul, dan teknik penting marketplace lainnya.

Paket 2 : SB1M Subscription + Hosting

Paket berlangganan 3 bulan + hosting paket silver Dewaweb (hosting ini belum termasuk pajak 10% & domain).

Catatan:

  • Program berlangganan ini hanya webinar;
  • Akses SB1M starter tutorial;
  • Lisense Affiliate program SB1M;
  • Tidak memperoleh produk;
  • Tidak memperoleh buku;
  • Tidak dapat akses ke SB1MClass.net; dan
  • Tidak ada kelass Offline.
  • Harga di atas bisa berubah sewaktu-waktu

Bila ingin dapat kelas offline dan keseluruhan materi SB1M Anda bisa ambil paket member Premium. Untuk upgrade membership SB1M bisa langsung hubungi kami atau klik link yang tersedia. Dan pastikan dapat slot di program belangganan sb1m subscription ini, karena seperti biasa membership SB1M beberapa kali tiba-tiba di closed.

Daftar SB1M Subscription

Yuk Segera Daftar, sebelum program ini tutup =)

⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓


Selama masa pandemi virus corona (covid-19) saat ini, masih banyak testimoni anggota SB1M yang konsisten hasilkan income dari online. Jadi mungkin program terbaru ini bisa jadi solusi buat Anda saat PSBB seperti ini. Anda bisa tambah ketrampilan yang mungkin saja bisa diaplikasikan untuk menghasilkan income dari rumah seperti anggota SB1M yang lain.

Ilmu SB1M merupakan Based On True Story. Semua materi di SB1M berdasarkan hasil pengalaman dan aplikasi dari anggota dan mentor yang sukses. Jadi udah dipraktekan oleh para anggota dan mentor. Kami tunggu Anda masuk dalam keluarga besar SB1M.

Demikian informasi tentang program belangganan sb1m subscription penunjang strategi marketing, semoga postingan ini membantu Anda. Mohon postingan program terbaru SB1M ini dibagikan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi: