Home / Wisata Seni Budaya  / Kebudayaan  / Festival Sungai Carang Mengenang Kejayaan Bahari Kesultanan Melayu

Festival Sungai Carang Mengenang Kejayaan Bahari Kesultanan Melayu

Festival Sungai Carang

Kepulauan Riau dikenal sebagai wilayah yang kaya akan sumber daya laut. Terletak dijantung Selat Malaka membuat daerah ini banyak melahirkan pejuang-pejuang bahari yang momen perjuangannya masih diingat oleh sebagian besar rakyatnya. Salah satu perhelatan akbar yang diadakan di wilayah ini adalah Festival Sungai Carang.

Festival Sungai Carang

Festival Sungai Carang

Meski masih berusia tahunan, festival ini mengandung makna dan nilai filosofis yang mendalam. Tak heran, antusiasme masyarakat sangat besar dalam menyambut perhelatan akbar yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya di bulan Januari hingga Februari.

Dalam beberapa catatan sejarah, Bangsa Melayu selalu dikisahkan sebagai bangsa yang gigih dan penuh totalilas dalam upaya menaklukan daerah-daerah di sekitarnya. Bangsa ini juga dikenal dengan kemampuan membaca alam, terutama alam bahari atau kelautan yang lekat dengan kondisi tempat tinggal mereka. Orang-orang Melalu juga dikenal sebagai pedagang perantara yang lihai, sekaligus pembawa ajaran Islam dan budaya Melayu ke seluruh pelosok Nusantara dan Asia.

Berbagai daerah di Sumatera, misalnya, selama ini dikenal sebagai wilayah yang berpotensi maritim sangat tinggi. Aneka kekayaan bahari dan potensi alam dapat ditemukan di sudut-sudut tanah Melayu, terutama Kepulauan Riau. Salah satu poin penting dari letak geografis provinsi ini adalah keeratan hubungan antar etnis yang berada di jalur lalu lintas Malaka.

Tak heran, apabila provinsi ini begitu menonjolkan potensi maritimnya, karena bukan hanya menyangkut visi misi kedaerahan, melainkan juga mempertahankan kejayaan leluhurnya di masa lampau di bidang kelautan.

Sungai-sungai di pelataran Melayu umumnya dilalui oleh kapal-kapal besar dan hal ini sudah berlangsung sejak jaman kerajaan Sriwijaya dan kerajaan-kerajaan dari Sumatera lainnya. Salah satu sungai yang memiliki peran besar dalam menghidupkan denyut nadi perekonomian, sekaligus aktivitas kebudayaan adalah Sungai Carang di kepulauan Riau.

Setiap tahunnya, di sungai ini diperingati sebuah peristiwa besar yang telah berlangsung ratusan tahun lalu. Warga Kepulauan Riau nampaknya memiliki kesadaran yang cukup besar dalam membangun ingatan dan penghargaan sebesar-besarnya kepada para pahlawan dan pejuang Melayu yang dikenal gigih melawan penjajahan. Perhelatan akbar itu dinamakan Festival Sungai Carang, yang dihelat setiap awal tahun, sejak 2004 silam.

Event Kebudayaan Melayu

Wisatawan yang kebetulan berkunjung ke Kepulauan Riau pada bulan Januari hingga Februari tidak boleh melewatkan sedetik pun momen dari festival ini. Festival ini mengusung event budaya yang berbasis wisata sungai dan sejarah kepulauan Riau. Meskipun terbilang masih berusia muda, festival ini berhasil menjadi ikon baru wisata Kepulauan Riau. Wisatawan yang tertarik mempelajari sejarah kejayaan bahari Tanah Melayu tentu akan merasa bahagia saat menyaksikan perhelatan akbar ini.

Dalam festival Sungai Carang ini diselenggarakan berbagai macam lomba, seperti lomba memasak estafet, lomba arak-arakan bunga telur, lomba melukis, dan lomba membaca gurindam dua belas. Khusus untuk lomba terakhir, tampaknya inilah momen yang dinanti para wisatawan, karena selama ini Gurindam Dua Belas dikenal sebagai salah satu warisan nenek moyang masyarakat Melayu.

Belum lengkap rasanya mengunjungi Tanah Melayu apabila belum mendengar larik demi larik yang dibacakan oleh ahli gurindam. Lomba membaca gurindam ini diadakan guna membangun kesadaran anak cucu orang Melayu dalam melestarikan salah satu warisan leluhur.

Tidak hanya berupa perlombaan, festival Sungai Carang ini juga menyertakan pawai alegoris perjuangan Raja Haji Fisabillilah dalam mengusir penjajah Belanda. Pawai ini ditampilkan guna membangkitkan semangat patriotisme para pejuang muda bangsa Melayu yang semakin luntur akibat tergerus kondisi zaman yang semakin memprihatinkan.

Aneka perahu yang telah dihias di atas permukaan Sungai Carang yang tenang akan membuat rasa bangga itu semakin nampak. Kebesaran dan kejayaan bangsa Melalu pada perhelatan akbar ini begitu kental terasa. Terutama, nuansa Melayu sangat ditonjolkan di beberapa rangkaian acara.

Ciri Khas Festival

Lomba arak-arakan bunga telur juga menjadi salah satu ciri khas festival Sungai Carang. Bunga Telur biasanya hanya bisa dijumpai pada saat acara-acara besar masyarakat Melayu, seperti pernikahan, khitanan dan acara adat. Dalam lomba ini nantinya tim yang terdiri dari minimal sepuluh orang akan membawa telur di dalam tempat sirih yang disebut cerana.

Peserta akan diiringi oleh musik tradisional melayu yang menggunakan kompang, akordion, dakung dan lain-lain. Tak lupa, akan ditampilkan juga pameran foto sejarah emporium Kesultanan Melayu Riau-Lingga serta pelepasan lima ribu lentera dan parade batik gongong khas Tanjung Pinang. Sangat menarik dan sayang untuk dilewatkan, bukan?

Sebelum melihat Festival Sungai Carang usahakan Anda dalam keadaan sehat. Untuk menjaga kesehatan konsumsilah selalu produk-produk Synergy WorldWide yang bisa diorder di aplikasi SBiz atau kontak kami langsung.

Demikian info seputar festival sungai carang mengenang kejayaan bahari kesultanan melayu, kami harap artikel ini membantu kalian. Mohon artikel ini dishare supaya semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Review overview