Home / Wisata Seni Budaya  / Kesenian  / Menjelajah Kota Kendari yang Mempesona 100% Asli

Menjelajah Kota Kendari yang Mempesona 100% Asli

Menjelajah Kota Kendari

Pembahasan kita sekarang ialah menjelajah Kota Kendari yang mempesona. Kendari memang daerah multietnik. Selain dihuni etnis buton, muna dan tolaki juga dihuni etnis pendatang seperti Bugis, Jawa dan Bali. Kota Kendari dapat ditempuh selama kurang lebih satu jam penerbangan dari Makassar. Bandara Haluoleo adalah bandara yang akan didarati pesawat komersil yang kini sudah banyak membuka jalur penerbangannya ke kota ini.

Menjelajah Kota Kendari

Menjelajah Kota Kendari yang Mempesona

Kendari merupakan Ibu kota provinsi Sulawesi tenggara. Kota ini tidak kalah menarik dan mempesona dibanding objek wisata lain yang sudah terkenal seperti Wakatobi. Meski masih terbilang sepi wisatawan, namun pesona wisata yang lain ditawarkan di kota ini. Saatnya Anda menjelajah kota Kendari untuk membuktikan keelokan wisatanya.

Secara geografis, Kota Kendari merupakan daerah perbukitan yang mengelilingi Teluk Kendari. Teluk Kendari ini memiliki peranan sangat penting yaitu sebagai penghambat gelombang sekaligus tempat strategis berputarnya laju ekonomi. Di sinilah tempat berlabuhnya kapal penumpang, bongkar muat barang, pusat pelelangan ikan serta sebagai tempat rekreasi masyarakat.

Kesegaran udara di kawasan Kendari Beach atau disebut Kebi mengundang banyak pendatang dan masyarakat setempat untuk berolahraga. Posisi pantai yang berada tepat di pinggiran jalan yang lumayan panjang dan lebar menjadikannya sebuah rute jalan kaki atau lari pagi yang tidak membosankan.

Denyut nadi Kebi tidak hanya pada waktu pagi hingga sore, malam hari Kebi justru semakin hidup dengan maraknya kafe tenda yang berdiri di bibir teluk. Kafe tenda ini menyediakan aneka panganan khas Kendari seperti Pisang Epe, Pisang Ijo, Ikan Bakar, Coto, Saraba, Jagung Bakar dan sebagainya. Sambil menikmati aneka camilan, wisatawan dapat menikmati angin pantai serta lampu-lampu kota di seberang teluk.

Anda harus menjelajah Kota Kendari karena selain Kebi objek wisata lain yang terkenal yang tidak kalah menarik yakni

  • Pantai Batu Gong,
  • Pantai Toronipa,
  • Pantai Nambo,
  • Pantai Taipa,
  • Bintang Samudera dan
  • Air Terjun Moramo.
Pantai Nambo

Menjelajah Kota Kendari tidak lupa untuk jalan-jalan ke pantai. Pantai ini tidak jauh dari Kota Kendari hanya berjarak sekitar 12 km di sebelah selatan pusat kota tepatnya di kelurahan Abeli. Pantai Nambo memiliki air yang sangat jernih dan juga dengan gradasi warna yang sangat menarik. Fasilitas umum seperti toilet, tempat parker, dan beberapa gazebo dapat memanjakan wisatawan yang mengunjungi objek wisata Pantai Nambo.

Di area objek wisata Pantai Nambo sudah tersedia beberapa warung yang menjajakan berbagai macam dagangan dan tersedia juga beberapa pilihan penginapan mulai dari hotel kelas Melati hingga hotel berbintang.

Di Pantai Nambo juga dapat ditemui warung makan terapung yang bisa dinikmati saat air laut pasang. Berbagai olahan ikan segar nelayan disajikan di warung terapung dan disantap sambil menikmati pemandangan Pantai Nambo yang indah, terutama pada saat matahari terbenam.

Masjid Raya Kendari

Dengan menjelajah Kota Kendari, selain wisata alam, di sini juga memiliki wisata religi. Masjid Raya yang lokasinya berada di Jl. Abdullah Silondae merupakan salah satu destinasi wisata di kota Kendari. Masjid Raya yang selesai dibangun di kisaran tahun 2006 ini sempat menjadi area penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional yang ke-21.

Asmaul Husna terukir lewat ornament kaligrafi di permukaan kubah masjid yang megah ini. Masjid yang memiliki lafaz zikir terukir di setiap dindingnya ini dibangun bersebelahan dengan menara persatuan atau dikenal dengan Menara MTQ setinggi kurang lebih 99 meter.

Museum Negeri Provinsi Sulawesi

Usahakan tujuan Anda menjelajah Kota Kendari tidak hanya untuk liburan, tapi juga untuk mencari wawasan. Oleh karena itu tidak ada salahnya bila Anda liburan ke museum. Tidak jauh dari Menara MTQ dapat ditemui wisata budaya melalui Museum Negeri Provinsi Sulawesi Tenggara. Lokasi tepatnya dari museum ini ada di Jl. Abunawas No. 191 Bende Kadia Kota Kendari.

Museum yang berdiri di atas lahan seluas 1,85 hektar dengan luas bangunan 3.170 m2 ini memiliki gedung pameran tetap, gedung pameran temporer, laboratorium, gedung administrasi, tempat koleksi rumah perahu suku Bajo, tempat koleksi mobil, tempat koleksi ikan paus, gedung kurotorial, tempat penampungan air, gedung penyimpanan koleksi (storage) dan koleksi rumah adat suku Tolaki, toilet serta taman yang luas.

Jumlah koleksi yang ada di Museum Negeri Provinsi Sulawesi Tenggara lebih dari seribu koleksi, tidak termasuk koleksi rumah adat Tolaki, tempat penyimpanan mobil kuno dan tempat penyimpanan rumah suku Bajo. Di museum ini wisatawan menjumpai koleksi semua suku-suku yang ada di Sulawesi Tenggara sejak zaman nenek moyang.

Koleksi Museum Negeri Provinsi Sulawesi Tenggara dipamerkan dalam gedung yang terdiri atas dua lantai. Lantai satu terdiri dari ruang pamer koleksi geologi, biologi dan teknologi. Sedangkan lantai dua terdapat ruang penyajian informasi koleksi etnografi, arkeologi, histori, numismatic, filologi, keramik dan kesenian. Namun, sayangnya museum yang menyimpan ribuan koleksi benda-benda bersejarah ini kurang terawat, sehingga kurang banyak diminati wisatawan. Oleh karena itu jika menjelajah Kota Kendari, Anda harus selalu menjaga kelestarian apa yang ada.

Kota Lama Kendari

Kota Kendari juga mempunyai peninggalan bangunan-bangunan bersejarah dan rumah-rumah tua yang berada di area Kota Lama (Kolam). Jika Anda penyuka budaya khususnya heritage, sayang jika melewatkan mengunjungi Kota lama yang menyuguhkan bangunan-bangunan tempo dulu bersejarah peninggalan penjajah Belanda dan Jepang serta peninggalan Kerajaan Laiwoi.

Selain sebagai peninggalan sejarah kemerdekaan Kota Lama Kendari juga menjadi pusat peradaban pertama dan sejarah terbentuknya Kota Kendari yang ditandai dengan peristiwa pembangunan Istana Kerajaan Laiwoi pada tanggal 9 Mei 1832 oleh Vosmaer dari Belanda yang kini telah musnah tidak bersisa.

Kota Lama saat ini berfungsi sebagai area pertokoan, terutama emas asal Kendari yang terkenal pusatnya di sini. Selebihnya ada pelabuhan bongkar muat lama yang juga menjadi daya tarik tersendiri. Kalau main ke Sulawesi Tenggara tidak ada salahnya untuk menjelajah Kota Kendari.

Wisata Kerajinan

Sulawesi Tenggara juga memiliki wisata aneka kerajinan khas. Kerajinan khas dari Sulawesi Tenggara antara lain kerajinan anyaman seperti rotan, bambu, nentu, pandan hutan, agel dan anyaman sorume. Dengan menjelajah Kota Kendari tidak ada salahnya Anda bisa melihat kerajinan khas.

Seni menenun telah dikenal di Sulawesi Tenggara sejak ratusan tahun lalu terus dilestarikan. Wilayah daratan terdiri dari 3 etnis besar yaitu Tolaki, Mekongga dan Mornene yang punya ciri khas tenun. Yaitu motif kotak yang terpadu dengan tumpal yang memiliki makna tersendiri berkaitan dengan strata sosial.

Wilayah kepulauan terdiri dari etnis Muna dan Buton memiliki ciri khas motif garis dan kotak, namun ada yang lebih unik yaitu motif ikat dengan menggunakan pewarna alam dari kepulauan Wakatobi. Tidak kalah menariknya dengan kerajinan emas dan perak dengan teknik sarang laba-laba juga menjadi andalan masyarakat setempat hingga di ekspor ke berbagai Negara.

Pada umumnya semua pekerjaan menenun dilakukan oleh wanita untuk memenuhi sandang keluarga yang diperlukan untuk upacara adat perkawinan, pesta, acara adat lainnya dan pakaian sehari-hari.

Setelah menjelajah Kota Kendari akan keunikan kerajinannya, kini saatnya kulinernya. Makanan khas dari Kendari untuk oleh-oleh yaitu kacang mete. Kacang mete dari Kendari terkenal gurih dan renyah dengan dua varian rasa utama yaitu asin dan manis, belakangan ini beberapa pedagang mete menambahkan varian rasa baru aneka rasa seperti pedas, cokelat, caramel, keju dan lain-lain. Kacang mete yang sudah terbungkus rapi di dalam kemasan bermerk ini bisa ditemui di pusat kota, pasar maupun di kawasan Kendari Beach (Kebi).

Sekian informasi berkaitan dengan menjelajah Kota Kendari yang mempesona, kami harap artikel ini berguna buat kalian. Tolong artikel ini dibagikan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Review overview