Home / Wisata Sejarah  / Museum  / Museum Batak Balige Jejak Warisan Leluhur

Museum Batak Balige Jejak Warisan Leluhur

Museum Batak Balige

Permukaan danau Toba yang tenang memantulkan cahaya matahari yang bergerak meninggi. Langit biru dengan kapas-kapas awan yang melayang, terproyeksi sempurna di ruas-ruas retina. Rumah Bolon tampak samar menjulang tinggi di antara ladang-ladang jagung. Angin pagi mengusap helai-helai rambut anak manusia yang menyusuri jalan setapak tanah Balige. Dalam perjalanan menuju destinasi, gaung gordang mulai terdengar. Menjadi pertanda bahwa Museum Batak Balige sudah berada di depan mata.

Museum Batak Balige

Museum Batak Balige

Tidak sulit menemukan kubikel megah bergaya modern ini dalam peta wisata Sumatera Utara. Museum Batak Balige yang juga dikenal sebagai Museum TB. Silalahi atau Museum Jejak Langkah dan Sejarah TB. Silalahi. Museum ini merupakan destinasi wisata edukasi sejarah dan budaya yang wajib didatangi saat mengunjungi Danau Toba.

Berjarak 250 km atau 6 – 7 jam perjalanan dari Medan atau 1,5 jam dari Prapat, pengunjung dapat mengarahkan kemudinya ke kompleks TB. Silalahi Center di Desa Soposurung Balige, untuk menikmati sajian wisata sarat nilai pendidikan ini.

Menempati areal lahan seluas lima hektar, museum dengan luas lantai bangunan 3.356 m2 ini dibagi menjadi empat level lantai.

  • Lantai pertama difungsikan sebagai outdoor museum dan kantor, serta ruang pemantau CCTV dan aneka fasilitas penunjang museum lainnya.
  • Lantai kedua merupakan ruang penerimaan tamu dan ruang pamer temporer.
  • Lantai ketiga juga difungsikan sebagai ruang pameran indoor, sekaligus penunjang koleksi. Di lantai ini, pengunjung dapat menikmati beragam koleksi museum yang dipajang sesuai karakteristiknya.
  • ada bagian atap terdapat sebuah sky restourant dan viewing pick, di mana pengunjung dapat menikmati eksotisme alam Danau Toba dari kejauhan. Pemandangan aneka perahu warna-warni yang menghiasi permukaan danau yang biru mampu menjadi magnet bagi pengunjung yang datang berkunjung.

Koleksi Museum TB. Silalahi

Museum Batak Balige ini memiliki koleksi adat dan budaya Batak yang lengkap dari keenam etnis yang tersebar di seluruh penjuru Sumatera Utara, yakni

  1. Angkola,
  2. Karo,
  3. Mandailing,
  4. Pakpak,
  5. Simalungun, dan
  6. Toba.

Museum yang didirikan oleh Letjen TNI (Purn) Dr. (HC) Tiopan Bernhard Silalahi ini mengoleksi

  • Aneka artefak leluhur;
  • Senjata khas Batak, seperti hujur (tombak), podang (pedang), piso (pisau), sior (panah dan busur), utop (sumpit) dan bodil (senapan);
  • Koleksi pakaian dari keenam etnis Batak;
  • Miniatur Huta Batak yang berisi rumah tradisional Batak Toba yang telah berusia ratusan tahun;
  • Miniatur gale-gale atau patung khas Batak yang dapat menari.

Pengunjung juga dapat mempelajari aksara Batak Toba yang merupakan tata bahasa pertama di Hindia Belanda yang disusun secara ilmiah.

Selama berkunjung, wisatawan akan disuguhi dengan petuah-petuah leluhur Batak yang terpajang di dinding-dinding museum. Beberapa pepatah itu antara lain,

  • Paias Rohamu (Bersihkan Hatimu),
  • Paias Pamatanganmu (Bersihkan Tubuhmu),
  • Paias Peheanmu (Bersihkan Pakaianmu),
  • Paias Jabumu (Bersihkan Rumahmu), dan
  • Paias Alamanmu (Bersihkan Halamanmu).

Selain petuah-petuah tersebut, terpajang pula nasehat yang berkaitan dengan kerja keras dan kerja cerdas ala leluhur batak, yaitu

  • Hamoraon (carilah rezeki dan keberuntungan);
  • Hagabeon (carilah kesempurnaan hidup); dan
  • Hasangapon (carilah kehormatan dan kemuliaan).

Petuah-petuah ini akan membawa pengunjung ke suasana yang khidmat dan penuh kebijaksanaan.

Koleksi Pribadi TB. Silalahi

Selain aneka warisan leluhur, Museum Batak Balige yang diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 18 Januari 2011 ini juga memiliki sebuah ruang khusus koleksi pribadi milik pendirinya, T.B.Silalahi yang menyimpan seragam dan pangkat-pangkat ketika berada di militer, ijazah, pakaian ketika menjadi menteri, bangku sekolah saat di SR (Sekolah Rakjat), hingga mobil dinas saat menjabat sebagai Menpan pada Kabinet Pembangunan IV.

Melalui ruangan jejak langkah dan sejarah T.B. Silalahi ini, pendiri ingin menumbuhkan motivasi generasi muda untuk meraih cita-cita, mengingat pada saat masih kanak-kanak dahulu, T.B. Silalahi adalah anak seorang penggembala kerbau. Namun, berkat kerja keras yang selama ini menjadi poros kekuatannya membangun mimpi, TB. Silalahi mampu menjadi orang yang tersohor, bahkan di luar jagad Balige.

Tiket Masuk

Wisatawan yang berminat mengunjungi Museum Batak Balige bisa membayar harga tiket masuk di loket, yang dipatok harga

  • Rp 5.000 untuk dewasa,
  • Rp 3.000 untuk anak-anak dan
  • Rp 50.000 untuk wisatawan asing.

Museum dibuka sejak pukul

  • 08.00 – 17.00 di hari Senin – Jumat;
  • 08.00 – 18.00 di hari Sabtu – Minggu dan Hari Libur Nasional.

Tentu, dengan semua kelengkapan fasilitas serta panorama Danau Toba berikut Pulau Samosir yang dapat dinikmati oleh para pengunjung, museum ini layak dicatat dalam agenda perjalanan wisata akhir pekan.

Sebelum mengunjungi Museum Batak Balige usahakan Anda dalam keadaan sehat. Untuk menjaga kesehatan konsumsilah selalu produk-produk Synergy WorldWide yang bisa diorder di aplikasi SBiz atau kontak kami langsung.

Demikian info tentang museum batak balige jejak warisan leluhur, kami harap post kali ini mencerahkan Anda. Kami berharap post ini dishare agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Review overview