Home / Wisata Sejarah  / Museum  / Museum Timah Muntok Bangka Saksi Berbagai Kisah Sejarah

Museum Timah Muntok Bangka Saksi Berbagai Kisah Sejarah

Museum Timah Muntok Bangka

Kota Muntok yang merupakan daerah legendaris di wilayah barat Pulau Bangka, memiliki destinasi penting bagi perjalanan sejarah maupun perekonomian di kawasannya. Museum Timah Muntok menjadi saksi perjuangan akan kisah pertambangan timah di Bangka, pengasingan Soekarno, sejarah Bangka, dan sebagainya. Penampilan yang rapi dengan tembok berwarna putih menjadi destinasi edukasi menarik untuk dikunjungi para wisatawan.

Museum Timah Muntok Bangka

Museum Timah Muntok Bangka

Museum Timah Indonesia Muntok sebelumnya merupakan Kantor Penambangan Timah Bangka yang dibangun pada tahun 1915. Pada dinding depan bagian atas, masih tertulis “Hoofdbureau Banka Tinwinning” menjadi identitas bangunan pada masanya, yang saat itu berfungsi sebagai pusat pemerintahan (Residen) Belanda di Pulau Bangka.

Museum Timah Muntok terletak di Jalan Jenderal Soedirman, Muntok, Bangka Barat. Diresmikan pada tanggal 7 November 2013, bangunan ini memliki ciri khas arsitektur Eropa yang terasa kental dengan tanda sepasang pilar utama di bagian pintu masuk.

Berjarak sekitar 138 km dari kota Pangkalpinang, pengunjung membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam menggunakan kendaraan bermotor dari kota Sungailiat. Hanya terdapat 2 museum timah di indonesia, yaitu di Muntok dan Pangkalpinang. Setelah kemerdekaan Indonesia, bangunan setinggi tiga lantai ini kondisinya sempat terabaikan.

Beberapa bagian bangunan ada yang lapuk dan runtuh, hingga adanya konservasi oleh PT. Timah Tbk. dan kemudian dibuka untuk umum. Museum Timah Muntok buka Senin-­Minggu, pukul 08.00 sampai dengan 16.00 WIB. Kecuali hari Jum at, museum ini ditutup untuk umum.

Bangunan yang dijadikan wisata edukasi ini, tidak hanya menampilkan rekam jejak pertambangan timah di Pulau Bangka, khususnya Muntok, tapi juga menampilkan sejarah awal pembentukan Kota Muntok, sejarah tragedi Kapal Vyner Brooke dan sejarah pengasingan tokoh perjuangan kemerdekaan NKRI. Selain tampilan yang bagus dan detail, kilasan sejarah diceritakan amat runtut dengan pemandu yang ramah dan mumpuni.

Di dalam museum, pengunjung dapat menyaksikan berbagai replika alat­-alat pertambangan timah, alat tenun, atribut prajurit masa perang dunia kedua, serta disediakannya tayangan audio visual terkait peristiwa­-peristiwa bersejarah.

Selain berfungsi sebagai museum, ruang di lantai dua juga digunakan sebagai perpustakaan dan ruang pertemuan yang mampu menampung hingga 100 orang peserta. Walau telah melewati renovasi, bangunan ini tetap terjaga struktur utamanya dikarenakan setiap bagian dari museum lekat dengan kisah lampau kota Bangka.

Galeri Museum

Dalam Museum Timah Muntok ini, terdapat sembilan galeri, yaitu

  • Galeri pertama, terdapat sejarah Bangka dan Muntok;
  • Galeri kedua mengisahkan tentang sosial budaya Muntok;
  • Galeri ketiga kisah sejarah Perang Dunia II di Muntok;
  • Galeri keempat menceritakan sejarah pengasingan Bung Karno di Muntok selain pengasingan di Ende;
  • Galeri kelima berisikan seputar geologi dan eksplorasi;
  • Galeri keenam dan ketujuh menginformasikan tentang sejarah pengetahuan penambangan darat dan laut;
  • Galeri kedelapan berisi pengetahuan peleburan timah; dan
  • Terakhir atau galeri kesembilan yaitu sarana dan prasarana kreasi anak zaman.

Saat memasuki ruang galeri Geologi dan Eksplorasi serta Galeri Tambang Darat dan Tambang Laut, terdapat peta pertambangan timah di dunia dan Indonesia, alat untuk mengukur kandungan timah, alat pemetaan wilayah, jenis-jenis timah mentah, dan alat eksploitasi timah.

Di Galeri Peleburan Timah dijelaskan sejarah peleburan logam dari masa ke masa. Bangka sendiri telah ada peleburan timah telah berlangsung mulai abad ke­-10. Ruangan ini menjabarkan dengan detail proses peleburan bijih timah di PT Timah dan beberapa sampel timah olahan siap jual.

Galeri Sarana Prasarana memamerkan foto-­foto lama kota Muntok tempo doeloe, termasuk peta kota tua Muntok. Galeri Bung Karno menampilkan foto ketika Bung Karno dan kawan­-kawan diasingkan ke Muntok. Bagian paling menarik di museum ini berada di galeri terakhir Galeri Vivian Bullwinkel.

Galeri yang seluruhnya ditampilkan dalam bahasa Inggris ini khusus dipersembahkan oleh Angkatan Darat Australia untuk mengenang seorang perawat tentara perang yang pernah bekerja di RS Angkatan Darat Australia di Singapura pada perang dunia ke­-2, Letnan Perawat Vivian Bullwinkel. Perjuangan perawat ini patut mendapat apresiasi disebabkan oleh perjuangannya untuk lepas dari penjajah Jepang dalam pemboman, terombang-­ambing selama 18 jam hingga harus pura-­pura mati saat kembali diserang.

Sejarah Bangka

Selain itu, dalam Museum Timah Muntok ini, dalam galeri sejarah Bangka terdapat manuskrip awal penulisan sejarah Bangka. Sejarah Bangka ditulis pertama kali oleh Haji Idris, seorang guru di Muntok, Bangka Barat, pada tahun 1861 silam. Catatan sejarah ini dimutakhirkan oleh Abang Arifin Tumenggung Kertanegara I pada tahun 1879, dan Abang Muhammad Ali Tumenggung Kertanegara II pada tahun 1879. Dilanjutkan oleh Raden Achmad dan Abang Abdul Jajal pada tahun 1925.

Sebelum berkunjung ke Museum Timah Muntok Bangka usahakan Anda dalam keadaan sehat. Untuk menjaga kesehatan konsumsilah selalu produk-produk Synergy WorldWide yang bisa diorder di aplikasi SBiz atau kontak kami langsung.

Sekian info seputar Museum Timah Muntok Bangka saksi berbagai kisah sejarah, kami harap post kali ini bermanfaat buat sahabat semua. Kami berharap post ini diviralkan agar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi:

Review overview