Home / Wisata Alam  / Pantai  / Pantai Bantayan Aceh Wisata Alam Berkonsep Syariah

Pantai Bantayan Aceh Wisata Alam Berkonsep Syariah

Pantai Bantayan Aceh

Topik kita kali ini adalah Pantai Bantayan Aceh wisata alam berkonsep syariah. Pantai berpasir putih selalu menjadi daya tarik wisatawan untuk. berkunjung. Pantai Bantayan tak hanya menawarkan keindahan dengan kesejukan akan semillr angin, pengunjung yang datang juga dapat menikmati mandi uap. Setelah ditutup selama beberapa bulan sebab adanya pelanggaran ketentuan setempat, saat ini Pantai yang berada di serambi Mekah ini ramai pengunjung dengan pertauran yang sudah kokoh dijalankan.

Pantai Bantayan Aceh

Wisata Syariah di Pantai Bantayan Aceh

Pantai Bantayan terletak di Kec. Seuneuddon, Aceh Utara dengan garis pantai yang luas, merupakan bagian dari pantai wisata Ulee Rubek. Sebelum tsunami, objek wisata bahari ini paling ramai di Aceh Utara. Pantai yang landai dan berpasir putih ini terasa nyaman sebagai tempat pemandian. Obyek wisata ini tidak mudah dijangkau. Jika pengunjung melintas dari lintas nasional Medan – Banda Aceh, begitu bertemu Simpang Pante Breuh, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, maka belok ke kanan. Setelah itu ikuti jalan beraspal sepanjang 12 kilometer.

Masyarakat setempat mulai membuka kembali objek wisata Pantai Bantayan ini sejak 30 Juli 2013. Sebelumnya, semua pantai di 8 desa ditutup warga untuk umum dikarenakan khawatir terjadi perbuatan maksiat. Obyek wisata ini menerapkan konsep wisata syariah. Pria dan perempuan tak boleh mandi pada lokasi yang sama. Di pasang pembatas antara pria dan wanita di area laut dengan 3 pembagian yaitu :

  1. Sisi kiri khusus perempuan,
  2. Sisi kanan khusus remaja pria, dan
  3. Sisi tengah khusus kelompok yang datang bersama keluarga.

Di samping itu, tiap pengunjung saat mandi tak boleh membuka jilbab maupun mengenakan pakaian yang transparan. Bahkan setelah mandi tidak boleh mengenakan pakaian ketat. Jika terdapat pengunjung yang melanggar aturan, maka akan diarahkan untuk membeli baju pakaian bekas disebut dengan monza yang tekah disiapkan di lokasi. Setiap akhir pekan, para pedagang monza didatangkan untuk memenuhi kebutuhan pakaian pengunjung yang belum memenuhi ketentuan.

Saat terdapat pengunjung yang ‘bandel’, maka akan dipersilahkan pulang meninggalkan pantai. Peraturan ini perlahan memberikan hasil. Ketika sebelumnya masih banyak remaja yang berpegangan tangan dan duduk bersama, padahal mereka bukan muhrim. Pengelola setempat terus melakukan upaya edukasi hingga kini tidak ada lagi ada semacam itu.

Aturan lain yang berlaku di Bantayah yaitu tak boleh ada ternak yang berkeliaran di lokasi wisata tersebut. Ternak yang berkeliaran di sekitaran pantai akan ditangkap dan pemiliknya didenda Rp 200 ribu bila mau mengambil kembali hewan peliharaannya itu. Aturan itu tertulis jelas di pamflet masuk pantai.

Fasilitas di Pantai Bantayan

Saat ini terlihat sudah banyak fasilitas yang dibangun oleh Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) di lokasi itu, bahkan juga sudah banyak warga yang berjualan di sepanjang pantai tersebut. Fasilitas yang dibangun Disporapar di wisata Pantai Bantayan Aceh itu seperti

  • pintu gerbang masuk,
  • dua warung gerai,
  • Mandi Cuci Kakus (MCK),
  • Mussola, dan
  • masih banyak lainnya sebagai upaya untuk memberikan kenyamanan kepada para pengunjung.

Selain menikmati pantai dengan segala fasilitasnya, pengunjung juga membeli ikan, saat terdapat nelayan yang menepi. Di tempat ini, terdapat puluhan perahu kecil nelayan lokal di tambat.

Sebelumnya, mayoritas pengunjung Pantai Bantayan Aceh adalah remaja dan pasangan non muhrim. Pengunjung laki-laki dan perempuan bercampur baur di lokasi wisata, seperti pada hari libur. Sehingga warga setempat dengan didukung olah Para keuchik (kepala desa) di Seunuddon menutup tempat wisata tersebut pada 10 September 2016.

Setelah beberapa bulan ditutup bagi pengunjung, padir pekan ketiga April 2017, puluhan wisatawan terlihat memadati pantai ini. Komandan Wilayatul Hisbah (WH) Aceh Utara, mengirimkan personil untuk memantau dalam penegakan menutup aurat, seperti sebelumnya yang rutin melakukan pemantauan.

Saat dibuka dulu, objek wisata itu menguntungkan masyarakat lokal. Perputaran ekonomi terjadi, dan ini salah satu tujuan wisata, yaitu supaya roda ekonomi berputar dan menguntungkan masyarakat. Hal serupa jadi tujuan yang sama untuk pembukaan wisata Pantai Bantayan Aceh. Dengan catatan untuk tetap menegakkan aturan untuk semua kalangan, termasuk para ibu-ibu yang mendatangi tempat ini.

Sebelum liburan ke Pantai Bantayan Aceh, usahakan Anda dalam keadaan sehat. Untuk menjaga kesehatan Anda, konsumsilah selalu produk Synergy WorldWide yang bisa diorder di aplikasi SBiz atau hubungi kami aja.

Demikian informasi seputar pantai bantayan aceh wisata alam berkonsep syariah, kami harap postingan kali ini membantu Anda. Tolong postingan Pantai Bantayan ini disebarluaskan supaya semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi:

Review overview