Home / Wisata Alam  / Pantai  / Pantai Gawu Soyo Nias dengan Panorama Alam Berbeda

Pantai Gawu Soyo Nias dengan Panorama Alam Berbeda

Pantai Gawu Soyo

Pada kesempatan ini kami akan bahas tentang Pantai Gawu Soyo Nias dengan panorama alam yang berbeda. Gulungan ombak Samudera Hindia menghempaskan diri ke hamparan pasir pantai. Ada pemandangan berbeda yang disajikan tatkala jejak menari-nari di antara desir pasir. Semburat merah yang kaki terlukis di pasir menyambut kedatangan birunya laut dan barangkali beberapa harta karun yang turut dibawa ke tepian. Beberapa pasang mata terpejam, menikmati semilir angin sore yang akan beranjak memanggil rembulan.

Pantai Gawu Soyo

Pantai Gawu Soyo Nias

Sedangkan senja memantulkan suasana magis dengan gurat-gurat jingganya di cakrawala. Detak kehidupan hampir tak teraba oleh indera pendengaran. Menjadi pertanda bahwa batas laut dan daratan ini berjarak cukup jauh dari hingar bingar kota. Kearifan lokal menyatu bersama karya Yang Maha Kuasa dalam rentang waktu yang begitu panjang. Gawu Soyo, demikian pantai ini bernama. Menyisakan dongeng dan hamparan pasir berwarna merah bak darah di gugusan pulau Nias bagian utara.

Sejarah Pasir Merah di Gawu Soyo

Dikisahkan bahwa pada zaman dahulu (yang tidak diketahui tepatnya kapan), seorang satria bernama Laowomaru. Ksatria ini berhasil menghunus ular Haria di sebuah gua. Ular Haria adalah ular naga dalam kepercayaan masyarakat Nias. Gua ini berjarak sekitar delapan kilometer dari Gawu Soyo. Setelah sekian lamanya, ular naga itu selalu meresahkan masyarakat yang tinggal di sekitar gua tersebut. Keberanian ksatria Laowomaru ini jadi salah satu kisah penting dalam denyut nadi kehidupan masyarakat Nias bagian utara.

Namun, kisah tetaplah jadi sebuah kisah. Konon, dampak pertumpahan darah antara ular Haria dan satria Laowomaru itu menyisakan suasana mistis. Tidak terkecuali di Desa Ombolata Afulu, tempat pantai Gawu Soyo bernaung sekian lamanya. Darah ular naga tumpah sampai ke desa tersebut. Kini jejak abadinya bisa dilihat dari semburat merah darah pada hamparan pasir pantai ini.

Pantai Gawu Soyo membentang sejauh satu kilometer. Meskipun berwarna merah, tapi pasir pantai ini berstruktur lembut, sehingga nyaman meski dilalui dengan berjalan kaki. Namun informasi lain menyatakan pasir berwarna merah ini dihasilkan dari bebatuan karang yang ada di sekitar pantai. Di mana pada waktu-waktu tertentu batu karang tersebut terkena abrasi ombak dari air laut.

Informasi tersebut juga mampu memaparkan secara ilmiah tentang asal mula pasir yang berwarna merah ini, karena memang terdapat banyak bebatuan karang, seperti yang terdapat pada pantai-pantai di Pulau Nias pada umumnya.

Pantai Masih Alami

Pepohonan di sekitar pantai tampak rimbun tumbuh, sehingga tidak menimbulkan pemandangan yang gersang dan panas. Pantai ini berjarak 80 kilometer dari kota Gunung Sitoli. Dan 100 kilometer dari Bandar Udara Binaka dengan waktu tempuh sekitar 2,5 – 3 jam. Hal itulah yang membuat pantai ini sepi dari pengunjung.

Meski demikian, pantai yang masih perawan dan juga alami ini sangat cocok dikunjungi. Khususnya bagi para wisatawan yang mulai jenuh dengan aktivitas hariannya. Buih-buih ombak yang berdansa bersama pasir merah pantai ini adalah penghibur lara dan penat yang hinggap dalam pikiian dan Perasaan.

Satu catatan yang perlu digarisbawahi para wisaatawan ialah belum berdirinya warung makan maupun penginapan di pantai ini. Sehingga bagi wisatawan yang mau datang berkunjung, disarankan untuk membawa bekal makanan dari rumah dan juga tikar atau alas duduk. Pantai ini juga jadi habitat dari penyu langka yang ada di Nias.

Bila wisatawan cukup beruntung, maka akan mendapati kehadiran beberapa ekor penyu yang melintasi pantai ini. Tapi, wisatawan diharapkan tetap melindungi keberadaan penyu-penyu langka tersebut. Dan tidak membawa mereka kembali ke rumah sebagai cendera mata.

Akses ke Gawu Soyo

Akses menuju ke pantai ini sangat terbatas. Terlebih, pantai ini terletak di daerah pedalaman. Wisatawan dapat bertolak dari Gunung Sitoli menuju Desa Ombolata, Kecamatan Afulu, Kabupaten Nias Utara. Wisatawan ke pantai Gawu Soyo saat ini hanya bisa dengan kendaraan pribadi, baik roda dua maupun empat. Sepanjang perjalanan ke pantai ini, para wisatawan akan disuguhi keasrian alam dari pulau Nias. Dan juga terlihat nyiur-nyiur yang melambai ditiup angin. Keramahan masyarakat lokal Afulu akan jadi penyambut pertama saat tiba di dekat lokasi.

Tiket Masuk

Karena masih alami dan terjaga keasriannya, untuk memasuki kawasan pantai ini tidak dipatok sepeser pun tarif tiket masuk. Pengunjung juga diharapkan untuk tetap menjaga kebersihan pantai meski belum banyak fasilitas penunjang wisata yang ada di lokasi. Meskipun belum sepopuler Pantai Langurdi dan Sorake di Nias Selatan. Atau Pulau Asu yang dinamakan “the Paradise on the Earth”, Pantai Gawu Soyo tetap bisa menempati kolom rencana wisata.

Tentu, pengalaman batin dan eksotisme alam yang berbalut dengan kearifan lokal masyarakat setempat dapat menjadi pertimbangan utama mengapa perlu melabuhkan pilihan ke destinasi wisata baru ini. Bagaimana? Tertarik menari dalam dekap senja dan pasir merah darah pantai Gawu Soyo di ‘akhir pekan nanti?

Sebelum liburan ke Pantai Gawu Soyo usahakan Anda dalam keadaan sehat dan bugar. Untuk menjaga kesehatan selalu konsumsi produk-produk Synergy WorldWide yang bisa Anda pesan di aplikasi SBiz atau kontak kami langsung.

Sekian info berkaitan dengan Pantai Gawu Soyo Nias dengan pemandangan alam yang berbeda, kami harap post kali ini mencerahkan kalian. Kami berharap post wisata pantai ini dibagikan biar semakin banyak yang mendapat manfaat.

Referensi:

Review overview