Home / Wisata Seni Budaya  / Kesenian  / Tarian Sigale-gale Himpunan Gerakan sebagai Pelipur Lara

Tarian Sigale-gale Himpunan Gerakan sebagai Pelipur Lara

Tarian Sigale-gale

Topik kita sekarang ialah tarian sigale-gale himpunan gerakan sebagai pelipur lara. Sigale-gale merupakan boneka kayu yang memiliki rupa seperti manusia. Keberadaannya sangat mudah ditemukan di depan rumah Batak beberapa daerah di Sumatera Utara. Boneka yang mengenakan pakaian lengkap dengan kekhasan dari daerah asalnya. Boneka ini sering dimainkan lengkap dengan alunan musik yang juga menjadi salah satu ikon kebudayaan dari Sumatera Utara. Gerakan tangan yang seirama dengan alunan musik berhasil membuat pagelaran kesenian sigale-gale sangat menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Tarian Sigale-gale

Tarian Sigale-gale

Tarian sigale-gale menjadi bagian yang dipercaya untuk mencegah terjadinya kejadian buruk agar tidak terulang kembali. Selain itu, ia juga dikenal sebagai tradisi untuk buang sial. Tarian tradisional ini dibanggakan oleh masyarakat Batak Toba. Sigale-gale memiiiki arti lemah gemulai.

Boneka kayu ini dapat dikatakan sebagai kesenian wayang orang Batak sejak ratusan tahun silam. Sigale-gale dapat digerakkan serta menari dengan diiringi oleh musik tradisional yang cukup terkenal di Sumatera Utara, terutama di daerah Samosir. Terdapat setidaknya empat lokasi yang menyajikan atraksi patung ini, antara lain di Tomok dan juga Museum Hutabolon Simanindo yang rutin menggelarnya.

Tarian Sigale-gale biasanya sering ditampilkan di berbagai acara seperti acara adat, acara budaya, bahkan menjadi salah satu daya tarik bagi para pelancong yang sedang berkunjung. Pertunjukan Patung Sigale-gale menari dimainkan dengan iringan musikal Sordam dan Gondang Sabangunan.

Biasanya ada sekitar tujuh cara musik ritual Batak yang dimainkan untuk tarian patung Sigale-gale ini. Pagelaran biasanya dilengkapi dengan 8 – 10 orang penari yang mengiringinya. Penari ini akan menari tor-tor sesuai alunan musik, dengan tetap fokus pada patung Sigale-gale.

Patung Sigale-gale yang terbuat dari kayu dan mengenakan pakaian adat Batak Toba lengkap dapat meliuk-liuk mengikuti alunan musik. Ia memiliki tinggi 1,5 meter dengan gerakan yang terkesan seperti manusia hidup. Kepalanya dapat berputar ke samping kanan dan kiri dengan mata dan lidahnva dapat juga bergerak, tangannva dapat menari tor-tor. Boneka Batak ini juga dapat berjongkok saat sedang menari dengan semua gerakan dilakukan di atas peti mati yang merupakan tempat penyimpanan boneka Sigale-gale setelah dimainkan.

Sigale-gale digerakkan oleh tiga orang dalang yang bermain di belakangnya dengan menarik jalur-jalur tali secara anatomis. Konon, dahulu hanya membutuhkan satu orang dalang saja untuk menggerakkan seluruh patung tanpa bantuan jalur tali untuk menggerakkan. Dikisahkan bahwa pada mulanya, patung ini dihidupkan oleh kekuatan gaib dalang yang disebut gana-ganaan.

Proses Pembuatan Sigale-gale

Dalam proses pembuatan patung untuk Tarian Sigale-gale tidak dilakukan oleh satu orang saja. Sebab dipercaya bahwa para pemarung itu (atau yang dikenal dengan sebutan Datu Panggana) akan menjadi tumbal apabila dilakukan sendiri. Kepercayaan tersebut menjadikan pembuatan patung sigale-gale menjadi sangat ekslusif dan tidak banyak dengan dikerjakan oleh lebih dari satu orang karena diyakini dapat menghindari tumbal.

Patung untuk Tarian Sigale-gale ini dibuat dari kayu ingul dan kayu nangka yang tidak diperbolehkan diletakkan di dalam rumah. Biasanya si pembuat patung akan menyimpan di tempat khusus di tengah persawahan yang disebut Sopo Balian.

Keberadaan patung sigale-gale memiliki versi yang sangat fenomenal dari seorang raja bernama Tuan Rahat yang sangat bijakana di Huta Samosir, Toba. Sang raja hanya memiliki seorang anak bernama Manggale. Ketika itu, wilayah ini masih sering terjadi peperangan antar kerajaan. Menghadapi kondisi ini, sang raja mengutus putranya untuk ikut dalam peperangan melawan musuh. Namun, sang putra kesayangan gugur di medan perang dan sangat memukul jiwa sang raja serta masyarakatnya.

Akibat kejadian tersebut, raja jatuh sakit akibat rasa kehilangan yang mendalam. Kondisi sang pemimpin yang kian memburuk, menjadikan penasehat kerajaan memanggil ‘orang pintar’ untuk mengobati. Beberapa daru dan dukun berdatangan dengan kesimpulan sama, bahwa paduka sangat rindu dengan putranya. Salah satu dari mereka mengusulkan untuk membuat patung kayu yang dipahat menyerupai wajah Manggale.

Saran dari ‘orang pintar’ tersebut langsung dilakukan di salah satu hutan belantara. Ketika pahatan patung telah selesai, penasehat kerajaan menggelar upacara pengangkatan patung Manggale ke istana kerajaan dengan meniup sordam dan memanggil roh sang putra mahkota. Dalam mengangkut Patung Manggale menuju istana, upacara tersebut diiringi dengan suara Sordam dan Gondang Sabangunan yang merupakan alat musik yang dimainkan untuk memohon berkat dari roh para leluhur di Batak Toba.

Kedatangan rombongan pembawa patung sang putera raja menjadi penyembuh dari segala derita paduka. Kesembuhan raja disebabkan melihat muka patung sangat mirip dengan anaknya.

Perkembangan Tari Sigale-gale

Dalam perkembangannya, Tarian Sigale-gale biasanya dilakukan pada upacara kematian, terutama saat ada laki-laki meninggal. Menurut kepercayaan masyarakat di sana, tarian ini dilakukan untuk mengantar arwah mendiang yang meninggal. Seiring dengan berjalannya waktu, tradisi ini mulai jarang dilakukan, sehingga keberadaan boneka sigale-gale pun mulai berkurang. Untuk menjaganya tetap lestari, tari Sigale-Gale ini kemudian dikembangkan sebagai pertunjukan di berbagai acaru adat maupun budaya.

Namun, kebiasaan ini mulai ditinggalkan, sehingga tarian ini kemudian sering ditampilkan di berbagai festival budaya maupun promosi pariwisata dengan kreasi dan variasi di setiap pertunjukan, tanpa meninggalkan kekhasan dari kisah aslinya

Sebelum melihat Tarian Sigale-gale usahakan Anda dalam keadaan sehat. Untuk menjaga kesehatan konsumsilah selalu produk-produk Synergy WorldWide yang bisa diorder di aplikasi SBiz atau kontak kami langsung.

Demikian informasi mengenai tarian sigale-gale himpunan gerakan sebagai pelipur lara, kami harap postingan kali ini membantu kalian. Kami berharap postingan ini dibagikan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Review overview