Berlibur ke Pekanbaru tak lengkap rasanya bita tidak mampir sejenak untuk membeli cendera mata khas Melayu. Salah satu lokasi belanja yang bisa dijangkau oleh para wisatawan adalah Pasar Bawah Pekanbaru. Pasar yang berada di sebuah bangunan bergaya Melayu ini menyediakan aneka cendera mata khas Riau. Tak hanya itu, di Pasar Baru Pekanbaru, pengunjung juga bisa mendapatkan aneka hasil karya masyarakat Melayu, seperti tenun, yang dijual dengan harga terjangkau, namun tetap terjaga kualitasnya.

Pasar Bawah Pekanbaru

Berburu Cendera Mata di Pasar Bawah Pekanbaru

Tidak sulit menemukan lokasi pasar legendaris di Pekanbaru ini. Pengunjung hanya perlu menelusuri Jalan Ahmad Yani (Jalan Senapelan) untuk dapat sampai di pasar ini. Sebuah bangunan tua yang berbentuk Rumah Salaso Kembar menyambut kedatangan para pengunjung.

Bangunan pasar terdiri dari empat lantai dengan berbagai fasilitas, seperti area parkir, toilet, dan eskalator untuk memudahkan pengunjung mengakses keseluruhan isi pasar. Bangunan pasar didominasi oleh warna kuning dan hijau dengan gaya melayu yang amat kentara.

Pasar ini dinamakan “Pasar Baru” karena terletak di bagian bawah atau dekat pinggiran Sungai Siak, yang konturnya lebih rendah dibandingkan dengan Pasar Pusat (kini bernama Plaza Sukaramai). Pada lantai dasar pasar, pengunjung akan disambut dengan deretan kios yang menjual berbagai bentuk dan motif gorden, seprei, bantal dan selimut. Pengunjung juga bisa mencicipi aneka kuliner khas Pekanbaru yang dijual dalam takaran kiloan maupun kemasan, seperti aneka jenis ikan teri, salai, ikan asin, keripik nanas dan nangka.

Rata-rata makanan khas Riau itu dibanderol mulai harga Rp 17.500 per kilogramnya. Pengunjung yang tertarik untuk membeli songket juga bisa berkeliling di lantai dasar ini. Harga untuk songket Melayu dan Batik Riau dipatok mulai Rp 70.000. Namun, pengunjung masih dimungkinkan untuk menawarnya. Semua barang dagangan ini merupakan hasil karya masyarakat Pekanbaru dan sekitarnya, yang dijual melalui pengepul dan diperdagangkan di Pasar Bawah sebagai cendera mata dan oleh-oleh khas Riau.

Aneka Oleh-Oleh

Tak hanya aneka sajian kuliner khas Riau dan kain-kain tenun, pengunjung juga bisa mengunjungi aneka los yang memperdagangkan aneka barang antik, barang pecah belah, lampu hias, guci, patung dan keramik. Rata-rata barang pecah belah itu berasal dari luar negeri dan merupakan barang bekas yang masih layak pakai. Hubungan dagang antara masyarakat Pekanbaru dan negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura sangat erat.

Hal ini tidak lepas dari lalu lintas perdagangan yang juga melalui kota-kota besar di Selat Malaka, tak terkecuali Pekanbaru. Tak heran, pengunjung akan dengan mudahnya menemukan aneka barang-barang dagangan impor di Pasar Bawah Pekanbaru. Hubungan dagang ini juga mempengaruhi arsitektur bangunan yang turut mengadopsi nuansa Tionghoa, sehingga pengunjung seolah-olah tengah berkunjung ke Chinatown Singapura saat berada di pasar ini.

Bagi pengunjung yang ingin membeli aneka aksesoris khas Melayu, dapat menuju lantai kedua. Beraneka ragam aksesoris, seperti dompet, kalung, gelang, guci, bros, suvenir pernikahan tersaji di sepanjang jalur lantai dua. Pengunjung yang ingin mengadopsi nuansa Melayu tentu bisa memborong semua aksesoris yang dijual di ruko-ruko lantai dua ini. Semua aksesoris merupakan hasil tangan pengrajin di tanah Melayu, yang tentu akan membuat pembeli mengingat kembali kunjungan ke Pekanbaru.

Di lantai tiga bangunan pasar ini, pengunjung bisa menemukan surga sepatu dan tas kualitas jempolan! Tempat ini sangat cocok bagi pengunjung yang sangat tertarik dengan fashioa dan berpenampilan modis, tanpa harus merogoh kocek yang dalam. Tentunya, pengunjung yang tergila-gila dengan fashion akan bahagia saat berkunjung ke lantai tiga Pasar Bawah Pekanbaru ini.

Beragam Pedagang

Pasar Bawah Pekanbaru yang terletak di tepi Sungai Siak serta berlokasi tak jauh dari Pelabuhan ini juga menjual aneka perabotan dan pakaian dengan harga terjangkau. Meski demikian, pengunjung disarankan mencatat daftar belanjaan yang akan dibeli serta tak ragu menawar harga. Jangan lupa juga mengantongi aneka oleh-oleh khas Pekanbaru lainnya seperti Kacang Pukul, Bolu Kemojo dan Batik Riau yang dijajakan di Pasar Bawah ini.

Pedagang yang ada di Pasar Bawah Pekanbaru umumnya merupakan orang-orang Melayu yang mewarisi bakat berdagang dan bernegoisasi dari nenek moyangnya. Berbagai catatan sejarah juga merujuk pada keahlian leluhur Melayu dalam menjalin relasi dengan etnis-etnis yang berada di luar wilayah Melayu contohnya etnis Tionghoa.

Jangan heran apabila saat berkunjung ke pasar ini, pengunjung juga akan menemui aneka porselen khas negeri Tirai Bambu, yang disalurkan melalui perdagangan bilateral maupun barter antar pedagang. Melihat semua potensi yang ditonjolkan Pasar Bawah Pekanbaru ini, pasti tertarik bukan untuk mengunjunginya saat melintasi kota Pekanbaru nanti?

Sekian informasi berkaitan dengan berburu cendera mata di Pasar Bawah Pekanbaru, semoga artikel kali ini bermanfaat untuk kalian. Tolong artikel wisata belanja ini dishare supaya semakin banyak yang mendapat manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

Noken merupakan penamaan yang biasa digunakan untuk menyebut sejenis kantung atau tas yang biasa dipakai masyarakat Papua untuk membawa sayuran atau ayunan bayi. Namun, bukan hanya digunakan sebagai penamaan tas anyaman saja. Tapi juga dalam sistem pemilihan pimpinan daerah setempat, yaitu pemilihan sistem noken untuk pilkada di beberapa kawasan di Papua.

Pemilihan Sistem Noken

Pemilihan Sistem Noken ala Papua

Sistem noken dalam kaitannya pemilihan kepala daerah merupakan suara pemilih yang diletakkan dalam kantung-kantung berisi nama calon. Di dalam petunjuk teknis (Juknis) KPU Papua Nomor 1 tahun 2013, noken digunakan sebagai pengganti kotak suara, di sisi lain noken juga dikenal sebagai sistem pemberian suara dalam pemilu di bumi cendrawasih.

Sistem noken khas Papua yang telah ada sejak 1970-an ini, merupakan simbol musyawarah tertinggi. Yaitu untuk penentuan pendapat di Papua tanpa rahasia dan lebih mementingkan musyawarah di dalam suku. Cara pemilihan sistem noken ini sebenarnya bukan menjadi budaya asal setempat, tapi kebiasaan ini membudaya disebabkan oleh keterlambatan distribusi kotak suara.

Pola sosialisasi yang diterapkan tentu akan berbeda dengan kampanye pada umumnya. Pendekatan yang dilakukan adalah dengan melakukan upacara Bakar Batu. Yaitu upacara di mana ada babi yang dimasak di atas bara batu. Cara ini dinilai efektif dalam merangkul masyarakat untuk datang sehingga memudahkan calon pemimpin memperkenalkan diri. Dalam upacara ini pula, para calon tersebut bernegosiasi dengan para kepala suku untuk menentukan pilihan. Faktor pengadaan ini, dapat menjadi penentu akan berkesempatan dipilih.

Enam dari 11 kabuputen dan kota di Papua dalam pilkada menggunakan pemilihan sistem noken. Namun, dari data ini ada kabupaten yang tidak seluruh tempat pemungutan suara (TPS)-nya menggunakan sistem noken. Sehingga tetap memakai sistem langsung, yaitu pemilih secara langsung dengan mendatangi dan menyalurkan suaranya ke TPS. Di Kabupaten Puncak Jaya tercatat 8 TPS yang ada di Distrik Mulia tak menggunakan sistem noken dalam pilkada.

Jenis Sistem Noken dalam Pilkada

Ada 2 sistem noken yang biasa dipakai oleh masyarakat di pegunungan Papua, yaitu :

  1. Pola big men. Yakni suara diserahkan dan diwakilkan oleh para warga kepada ketua adat.
  2. Pola noken gantung. Di mana masyarakat lain bsa melihat suara yang sudah disepakati masuk ke kantung partai yang sebelumnya sudah ditetapkan.

Cara pemungutan suara dengan pemilihan sistem noken sudah lama diakui Mahkamah Konstitusi (MK) sebagaimana dituangkan dalam putusan MK No. 47-81/PHPU-A-VII/2009. Dalam pertimbangannya MK menyatakan :

Menimbang bahwa MK bisa memahami dan juga menghargai nilai budaya yang ada serta hidup di kalangan masyarakat Papua. Di mana masyarakat Papua khas dalam menyelenggarakan pemilihan umum dengan cara atau sistem kesepakatan warga atau disebut aklamasi.

MK menerima cara pemilihan secara kolektif atau atas kesepakatan warga (aklamasi) yang sudah diterima oleh masyarakat Kabupaten Yahukimo tersebut. Karena bila dipaksakan untuk dilakukan pemilihan secara umum maka dikhawatirkan akan timbul konfik di antara kelompok-kelompok masyarakat setempat.

Dalam Undang-Undang (UU) No. 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden disebutkan pemilihan menggunakan asas LUBeRJurDil yaitu :

  • langsung,
  • umum,
  • bebas,
  • rahasia,
  • jujur, dan
  • adil.

Ketentuan yang sama pun disebutkan di dalam UU No. 8 Tahun 2012 mengenai Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, & DPRD (Pemilu Legislatif), yaitu :

  • Dengan asas rahasia seharusnya tak boleh ada orang / pemilih lain yang tahu calon yang dipilih oleh seseorang.
  • Dengan asas bebas, seharusnya pemilih tak dipaksa atau diintervensi oleh siapa pun untuk memilih kandidat yang diinginkan.

Dengan demikian, ada sebuah problematika sistem noken bila dilihat dari asas-asas pemilu di atas. Namun secara yuridis, MK telah menyatakan bahwa sistem noken ini diakui. Sehingga sistem pemilihan ini masih berjalan di sejumlah daerah di Papua dan Papua Barat sampai saat ini.

Sekian informasi seputar Pemilihan Sistem Noken ala Papua yang berkearifan lokal, kami harap post kali ini bermanfaat buat teman-teman semua. Mohon post wisata kearifan lokal Papua ini disebarluaskan biar semakin banyak yang mendapatkan manfaat dari info ini.

Referensi:

Topik kita sekarang adalah Pendap Bengkulu kuliner khas sehat nan lezat. Pendap merupakan satu di antara sekian banyak makanan khas Bengkulu yang sudah dikenal sejak masa Hindia-Belanda. Menurut sejarah, Pendap menjadi makanan yang digemari oleh Presiden RI Soekarno kala diasingkan di bumi Rafflesia dari tahun 1938-1942 silam. Makanan ini memiliki bentuk seperti pepes ikan dengan perbedaan pada daun yang digunakan untuk membungkus serta tali sebagai pengikatnya.

Pendap Bengkulu

Pendap Kuliner Khas Bengkulu

Olahan dengan bahan utaman ikan gabus ini, dibungkus menggunakan daun talas dan dapat juga daun pisang yang kemudian diikat menggunakan tali rafia tipis. Pemilihan ikan gembung sebagai bahan utama, memiliki nilai lebih berupa gizi yang ada di dalamnya, seperti omega 3 sebagai asam lemak esensial yang penting bagi tubuh sebagai upaya mencegah serangan jantung dan mengontrol kadar kolesterol dalam darah.

Pendap merupakan masakan khas tradisional Bengkulu yang sudah ada dari turun-­temurun sejak jaman nenek moyang. Keberadaan Pendap masih menjadi makanan favorit di tengah serbuan makanan siap saji di aneka resto mal terkemuka di kota ini. Layaknya makanan padang, yang mudah dijumpai di berbagai daerah, makanan ini sudah dikenal di beberapa kota lain. Seperti di Lampung, Palembang, Jambi, serta Pangkal Pinang yang tertera di rumah makan setempat.

Bahkan ia mampu menjadi andalan hingga ke luar negeri. Kenikmatan akan rasa Pendap Bengkulu terdiri dari rasanya berupa pedas dan gurih. Sangat tepat apabila dinikmati bersama nasi hangat sebagai santapan lezat penambah selera. Kelezatan kuliner ini ternyata mampu diterima oleh lidah orang-­orang dari luar negeri, seperti :

  • Jepang,
  • Australia,
  • Belgia,
  • serta masih banyak lagi.
Keistimewaan Pendap

Keistimewaan akan kuliner Pendap Bengkulu, makanan ini pernah menjadi judul salah satu lagu yang dirilis dalam album lagu daerah Bengkulu sekitar tahun 1990-­an. Olahan ini terbuat dari beraneka ragam rempah seperti :

  • ketumbar,
  • kemiri,
  • laos,
  • daun jeruk purut,
  • bawang merah,
  • bawang putih,
  • asam pede, dan
  • kunyit.

Bumbu yang telah dihaluskan kemudian dicampur merata dengan parutan kelapa muda. Campuran bumbu dengan parutan kelapa tersebut selanjutnya dibungkus dengan daun talas yang sebelumnya dimasukkan potongan ikan. Lalu dikukus selama kurang lebih 8 jam untuk mendapatkan ikan dan tulang serta bumbu harus dipastikan lembut sehingga nikmat saat dimakan. Untuk membuat pendap dibutuhkan ikan laut segar, daun keladi berumur satu minggu.

Walaupun bahan utamanya menggunakan ikan gabus, bisa juga digantikan dengan jenis ikan lainnya, seperti ikan kakap merah, ikan jemiin, atau ikan lainnya. Daun keladi umur satu minggu dicuci serta dibersihkan tulang daunnya agar tidak memicu gatal. Balutan daun talas yang legit serta kaya akan zat gizi, melengkapi kenikmatan setiap gigitan pendap.

Pendap Bengkulu tidak akan basi selama lima hari, jadi kalau dikirim ke luar negeri seperti Eropa dan Amerika atau dibawa mereka oleh warga setempat yang bekerja di luar negeri. Sehingga, para penjual yang menyediakan masakan ini, mampu menguliahkan anak-anaknya serta memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, terdapat kebangaan bagi mereka sebab dapat memasak makanan yang telah dinikmati oleh banyak tokoh nasional maupun pejabat daerah. Kemampuan memasak pendap, didapat dari warisan orang-orang sebelumnya secara turun temurun.

Sejarah Kuliner Pendap Bengkulu

Dikisahkan bahwa pendap merupakan makan dari para raja dan bangsawan Bengkulu. Dahulu, di Bengkulu terdapat beberapa keturunan bangsawan atau raja, di antaranya Raja Betuah, Raja Bilang, Raja Abus. Semua keturunannya menyebar di seluruh daerah Bengkulu, hingga makanan khas daerah seperti pendap dikabarkan dari para tokoh ini. Pengunjung yang sedang bepergian di Bengkulu, ada banyak tempat untuk menikmati gulai pendap di rumah makan yang biasanya akan menyediakan menu wajib ini.

Harga yang dipatok penjual Pendap Bengkulu beragam antara Rp 10.000 hingga Rp 15.000. Hingga saat ini peminat makanan khas pendap ini masih saja ramai, dan itu tidak hanya dari warga sekitar ataupun warga Bengkulu lainnya. Bahkan warga dari luar Provinsi Bengkulu seperti dari, Palembang, Lampung, Bandung bahkan sampai ke Pulau Ternate menjadi penikmat sajian kuliner khas ini.

Demikian informasi mengenai Pendap Bengkulu kuliner khas sehat nan lezat, semoga postingan ini bermanfaat untuk Anda. Tolong postingan kuliner khas Bengkulu ini disebarluaskan agar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi:

Topik kita kali ini yakni mengenal berbagai suku di Lembah Baliem Papua. Papua merupakan surga wisata Indonesia dengan keindahan alam yang masih asri tanpa sentuhan modifikasi oleh tangan manusia. Alamnya yang masih perawan ini, menyimpan semua keindahan yang diharapkan untuk menjadi santapan penyejuk melepas segala penat.

Suku di Lembah Baliem

Berbagai Suku di Lembah Baliem Papua

Lembah Baliem terletak di Pegunungan Jaya Wijaya, Papua Barat, dan berada pada ketinggian 1.600 meter di atas permukaan laut. Lembah ini menjadi tempat tinggal berbagai suku seperti :

  • Suku Dani,
  • Suku Yali, dan
  • Suku Lani.

Lembah Baliem dahulunya ditemukan secara kebetulan oleh seorang peneliti asal Amerika, Richard Archbold pada tanggal 23 Juni 1938, saat melakukan penerbangan di atas lembah. Ketika pertama kali ditemukan, terdapat bangunan menara-menara tinggi tersebar yang itu merupakan pos-pos observasi untuk memperingatkan penduduk desa apabila pihak suku-suku lain sudah mendekat. Namun, pada zaman penjajahan Belanda, menara-menara tersebut dibongkar.

Lembah Baliem berbentuk perbukitan hijau yang memiliki pemandangan sangat indah layaknya negeri dongeng dengan pesona pasir putih. Dan juga dengan tekstur pasir putih yang ada. Tekstur pasir putih di Lembah Baliem ini sama persis dengan pasir-pasir yang ada di pantai dan bahkan terasa asin.

Tak hanya itu, di perbukitan hijau ini juga memiliki batu-batuan granit yang menyembul dari tanah. Konon, kawasan ini dahulunya memang sebuah danau. Namun, akibat gempa yang sempat melanda terjadilah perubahan alam akibat lempeng-lempeng bumi yang bergeser.

Festival Lembah Baliem

Wisatawan dapat berinteraksi langsung dengan para penduduk asli Papua dalam Festival Lembah Baliem. Di mana festival ini menjadi pagelaran unik nan menarik dengan kekhasannya. Berupa acara perang antar suku di Lembah Baliem seperti Suku Dani, Suku Lani, dan Suku Yali. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari pada setiap bulan Agustus menjelang perayaan kemerdekaan Indonesia, selalu menyedot perhatian para wistawan lokal maupun mancanegara.

Di balik atraksi yang cukup mencekam ini tersimpan makna positif bagi masyarakat suku di Lembah Baliem. Yaitu “yogotak hubuluk motog hanaro”, yang berarti “harapan akan hari esok yang mesti lebih baik dari hari ini”. Festival ini, memberi makna tersendiri bagi warga setempat, yaitu sebagai lambang kesuburan dan kesejahteraan, penduduk yang hidup di Lembah Baliem.

Tak, hanya festival yang hanya ada setiap tahunnya, beberapa suku di Lembah Baliem terdapat tradisi unik yang cukup menyeramkan. Yaitu tradisi potong jari yang disebut ikipalin. Suku Dani melakukan tradisi ini sebagai ungkapan kesedihan saat kehilangan keluarga. Bagi para penduduk di Lembah Baliem, jari tangan melambangkan kerukunan dalam diri manusia itu sendiri. Pemotongan jari ini dapat dilakukan dengan

  • benda tajam,
  • digigit sampai putus, atau
  • mengikatnya dengan seutas tali sampau jari mati dan setelahnya baru dipotong.

Tapi, seiring perkembangan zaman, aksi potong jari ini makin ditinggalkan. Selain tradisi potong jari, terdapat juga aksi mandi lumpur yang memberi makna bahwa setiap manusia yang meninggal akan kembali ke tanah.

Tak perlu jauh-jauh pergi ke Negara Mesir, agar dapat melihat bentuk dan wujud sebuah mumi. Di Lembah Baliem, terdapat sebuah mumi bernama Wim Motok Mabel yang menrpakan seorang Panglima Perang pada zamannya yang usianya telah mencapai 300 tahun dan disimpan dalam pilamo (rumah laki-laki). Penyimpanan jasad mumi tetap hingga kini dipercaya mampu menyejahterakan seluruh keturunannya di masa mendatang.

Pesta Bakar Batu

Seperti bagian daerah wilayah lainnya, berbagai suku di Lembah Baliem ada juga pesta bakar batu. Pesta ini menjadi prosesi perayaan Suku Dani saat menyambut kelahiran, pernikahan, syukuran, maupun euforia setelah perang. Masyarakat Lembah Baliem akan bersama-sama membuat api unggun dengan menggesek-gesekkan dua buah kayu hingga menimbulkan api, kemudian digunakan untuk membakar batu.

Untuk bisa menikmati Wamena, Anda sebagai warga asing mesti mendapat izin perjalanan. Yang dikenal sebagai Surat Keterangan Jalan untuk mendapat akses ke pedalaman Papua. Pengunjung akan mendapatkan Surat Keterangan Jalan karena petugas yang ramah dan membantu.

Untuk mengunjungi Lembah Baliem Wamena yang terletak di Papua ini memerlukan perjuangan yang panjang, waktu yang cukup lama dan melelahkan. Pengunjung yang ingin pergi ke Lembah Baliem, hanya ada satu akses yaitu dengan terbang ke kota Wamena. Dari Wamena ke pedalaman lembah Baliem, pengunjung dapat menyewa mobil atau perjalanan dengan bus umum.

Sekian info perihal mengenal berbagai suku di lembah baliem Papua, kami harap artikel ini bermanfaat buat kalian. Mohon artikel wisata di Papua ini dibagikan biar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi:

Pada kesempatan ini kami akan jelaskan mengenai keistimewaan Kopi Mandheling telah menjelajah dunia. Persebaran kopi di Indonesia sangat meluas, dengan keberagaman yang tentu menjadi ciri khas dari masing-masing. Sumatera Utara (Sumut) dikenal dengan kopi Mandheling yang populer sejak zaman lampau. Tak hanya dikenal oleh masyarakat sekitar, kopi Mandheling ini juga telah melanglang buana hingga ke beberapa negara di dunia. Kopi mandheling akan lebih sempurna bila dinikmati langsung di daerah asal si biji hitam.

Keistimewaan Kopi Mandheling

Keistimewaan Kopi Mandheling Telah Menjelajah Dunia

Memopulerkan kopi Indonesia ke dunia dapat dilakukan melalui kebijakan pemerintah dengan melakukan promosi kopi lokal ke berbagai negara seperti Saudi Arabia, Jepang, Amerika Serikat, dan Jerman. Di samping kopi grade 1, Mandheling juga menghasilkan kopi luwak serta speciality coffee.

Sebagian besar kopi luwak Mandheling berasal dari kopi luwak liar dengan persedian yang terbatas. Varian kopi Mandheling ini sangat istimewa dan tidak dapat ditemukan pada varian kopi lainnya. Keistimewaan kopi Mandheling ini seperti :

  • mempunyai cita rasa yang kuat,
  • tingkat keasaman medium,
  • cita rasa floral, dan
  • punya after taste yang tidak ada di varian kopi lainnya.

Keberadaan kopi Mandheling mulai dikenal sejak abad 18 yang berasal dari Bumi Mandailing. Pada masa kejayaannya, pemasaran dilakukan oleh pengusaha-pengusaha mancanegara, misalnya dari Francis, Belanda, Inggris dan negara lainnya. Pengusaha ini melakukan perjalanan laut dengan membawa kopi ini dikenal oleh penggemar dunia. Sebelum perang dunia kedua, kopi ini telah diekspor ke negara-negara Eropa dan Amerika yang kemudian dikenal dengan nama Mandhelling Coffee.

Penanaman yang dilakukan pertama kali di masa penjajahan Belanda, menggunakan sistem kultur. Dalam perkembangannya, masyarakat Mandailing Julu tepatnya di Desa Simpang Banyak Julu Kecamatan Ulupungkut mulai melestarikan komoditi Kopi Mandheling jenis Arabika dengan membuka lahan perkebunan kopi. Kemudian juga menanam kopi robusta, tapi tidak terlalu disukai oleh konsumen.

Keistimewaan kopi Mandheling yang berasal dari Sumatera Utara ini adalah proses pengolahannya, yaitu dengan semi wash atau dikenal dengan giling basah. Apabila kopi di negara lain biasanya dikuliti lalu, difermentasi, dikeringkan secara penuh, kemudian dikupas.

Untuk kopi Mandheling melalui proses dikuliti, difermentasi, dikeringkan tidak secara penuh, dikupas, dan dikeringkan lagi. Perbedaan perlakuan ini menjadikan kopi Mandheling memiliki cita rasa dan tingkat keasaman yang rendah, serta kekentalan kopinya yang lebih tinggi.

Awal Mula Kopi Mandheling

Keistimewaan kopi Mandheling berawal dari pemerintah kolonial Belanda yang membawa salah satu dari jenis kopi ke Indonesia. Penanaman kopi jenis arabika pertama kali terdapat di daerah Mandailing Natal Kabupaten Pekantan Sumatera Utara. Sambutan hangat dari konsumen menjadikan perkembangan pertanaman di kawasan Tapanuli Utara yakni di wilayah Lintong Nihuta, serta wilayah yang ada di sekitar Danau Toba serta dataran Tinggi Gayo yang ada di Aceh Tengah.

Kopi Mandheling merupakan gabungan antara kopi arabika Lintong dengan kopi arabica Gayo. Kopi ini ditanam pada ketinggian di atas 1200 kaki dari permukaan laut. Ada beberapa daerah penghasil bubuk kopi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) saat ini, yaitu meliputi :

  • Desa Simpang Banyak Kecamatan Ulu Pungkut dengan merek dagang Langgam Tama,
  • Desa Ulu Pungkut Kecamatan Kotanopan dengan merek “Torsijanggut” dan “Kopi Sakti”,
  • dari daerah Panyabungan menggunakan merek “Lopo Mandailing”.

Kopi hasil daerah Mandailing telah masuk dalam produk unggulan Kabupaten yang tercantum dalam keputusan Bupati Mandailing Natal Nomor 050.13/490/K/2014.

Kopi Mandheling ini sangat diminati di Korea Selatan. Hubungan bilateral yang dilakukan oleh kedua negara sebagai awal pemasaran kopi Indonesia, khususnya Sumatra Utara terhadap pasar kopi di Korea Selatan. Pembelian dari Korea Selatan merupakan pembelian yang pertama dilaksanhkan pada tahun 2016 dan menghasilkan perjanjian kerja sama (MoU) selama tiga tahun ke depan.

Sekian informasi mengenai keistimewaan Kopi Mandheling yang telah menjelajah dunia, kami harap postingan ini bermanfaat untuk Anda. Kami berharap postingan wisata Sumatra Utara ini disebarluaskan supaya semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Di artikel ini kami akan bahas seputar Kekuatan Kerajinan Tenun Ulos dalam Menjaga Perekonomian Para Penenun. Ketika melakukan perjalanan ke suatu daerah, kita tentu tak ingin pulang dengan tangan kosong. Oleh-oleh andalan yang menjadi ikon daerah, menjadi salah satu perburuan yang tak akan terlewat. Terletak di Hutan Raja, Desa Lumban Suhi-suhi Toruan, Kecamatan Pangururan menjadi tempat penghasil tenun ulos yang tak hanya dikerjakan oleh orang dewasa saja, tapi juga anak-anak sepulang sekolah.

Kekuatan Kerajinan Tenun Ulos

Kekuatan Kerajinan Tenun Ulos dalam Menjaga Perekonomian

Ketika berkunjung ke Hutan Raja yang berada di pinggir jalan lintas Pangururan – Tomok dan hanya berjarak sekitar 20 menit dari Kota Pangururan jika mengendarai sepeda motor, akan terlihat para ibu dan anak gadisnya yang masih berusia belasan sedang asyik menenun ulos di depan rumah sambil bercengkrama.

Pembuatan kerajinan tenun ulos menjadi bagian yang menyenangkan dengan sekaligus menjadi upaya pelestarian agar tidak dilupakan. Keberadaan desa pengrajin ulos menjadikan kain jenis ini tetap ada hingga sekarang walaupun perkembangan mode tidak pernah henti berganti. Budaya menenun yang dilakukan oleh perempuan di Samosir menjadi salah satu kegiatan yang membantu ekonomi keluarganya.

Harga Tenun Ulos

Ulos adalah salah satu benda sakral yang menjadi simbol restu, kasih sayang, dan persatuan. Ijuk pangihot ni hodong (jika ijuk pengikat pelepah ke batang), ulos pangihot ni holong (ulos pengikat kasih sayang antarsesama). Ini menjadi penguat akan keberadaan ulos hingga kini. Kain ulos yang dihasilkan para penenun biasanya akan ditawarkan dengan harga yang berbeda-beda, tergantung jenis dan tingkat kesulitan dalam pembuatannya.

Harga kerajinan tenun ulos standar dari benang sutra antara Rp 300.000 hingga Rp 500.000. Ulos berkualitas tinggi memiliki kisaran harga Rp 1.000.000 sampai Rp 5.000.000. Waktu yang diperlukan untuk membuat sehelai ulos berkisar dari empat pekan hingga lebih, tergantung jenis kain dan tingkat kerumitan.

Produksi Tenun Ulos

Produksi kerajinan tenun ulos yang dapat dihasilkan oleh pengrajin Desa Lumban Suhi-suhi Toruan terbilang cukup banyak. Sebab terdapat upaya pewarisan keterampilan bertenun ke anak perempuannya sedari awal. Memang tidak semua anak perempuan di Hutan Raja mahir bertenun karena ketidakinginannya. Anak-anak akan terdorong belajar ketika memiliki latar belakang ekonomi yang kurang. Sehingga ketika mereka menenun, akan mendapat uang tambahan untuk ongkos atau jajan ketika sekolah.

Nama-Nama Tenun Ulos

Ulos merupakan selendang tradisional suku Batak yang menjadi simbol dari harga diri orang Batak dengan filosofi yang terkandung dalam setiap motif yang dihasilkan. Setidaknva ada 24 nama ulos dengan nilai, fungsi, dan pemakaian yang berbeda-beda. Nama-nama ulos itu adalah

  1. Pinunsaan (Run-jatmarisi),
  2. Ragi Idup,
  3. Ragi Hotang,
  4. Ragi Pakko,
  5. Ragi Uluan,
  6. Ragi Angkola,
  7. Sibolang Pamontari,
  8. Sitolu Tuho Nagok,
  9. Sitolu Tuho Bolean,
  10. Suri-suri Na Gok,
  11. Sirara,
  12. Bintang Maratur Punsa,
  13. Ragi Huting,
  14. Suri-suri Parompa,
  15. Sitolu Tuho Najempek,
  16. Bintang Maratur,
  17. Ranta-ranta,
  18. Sadun Toba,
  19. Simarpusoran,
  20. Ilangiring,
  21. Ulutorus Salendang,
  22. Sibolang Resta Salendang,
  23. Ulos Pinarsisi, dan
  24. Ulos Tutur Pinggir.

Masyarakat Batak memakai ulos pada berbagai acara adat mulai dari pernikahan, pemakaman, maupun pesta marga. Pengunjung dapat memiliki ulos sebagai cendera mata.

Bahan Tenun Ulos

Dalam proses pembuatan kain / kerajinan tenun Ulos, para pengrajin menggunakan bahan-bahan pewarna alami yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Hal ini disebabkan untuk menjaga kulaitas kain tenun agar tetap awet dan tidak mudah luntur.

Penggunaan bahan pewarna alami ini juga disebabkan oleh mudahnya seluruh bahan untuk ditemukan di sekitar Pulau Samosir. Sehingga para pengrajin tidak perlu mengeluarkan biaya yang lebih untuk membeli bahan-bahan pewarna buatan yang harganya cukup mahal. Selain itu juga dapat mempengaruhi kualitas kain tenun Ulos.

Pemasaran Tenun Ulos

Selain dijual langsung kepada para wisatawan yang berkunjung ke desa Lumban, Suhi-suhi Toruan juga dipasarkan di beberapa tempat, antara lain di

  • Pasar Sentral,
  • Pasar Senen Batak, dan
  • perbelanjaan lain yang menyediakan oleh-oleh khas Batak.

Kerajinan tenun ulos dari desa Lumban Suhi-suhi Toruan ini sudah tersebar di Indonesia hingga mancanegara. Kain ini juga sering mengikuti pameran di Eropa dan beberapa kali diliput oleh media massa hingga tayang di televisi. Tak hanya kainnya yang dipamerkan ke negara lain, tapi juga penenunnya yang diminta untuk mempromosikan langsung.

https://www.youtube.com/watch?v=6iFsyoa7a-A

Demikian informasi mengenai Kekuatan Kerajinan Tenun Ulos dalam Menjaga Perekonomian Para Penenun, semoga post ini membantu Anda. Tolong post wisata di Sumatra Utara ini diviralkan supaya semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Pembahasan kita sekarang ialah wisata Gunung Dempo dan sekitarnya yang lengkap. Gunung Dempo merupakan gunung berapi yang memiliki dua puncak dengan ketinggian 3.159 mdpl dan puncak dua (puncak tertinggi) 3.259 mdpl. Di antara kedua puncak tersebut dipisahkan oleh tanah lapang luas yang biasa disebut dengan “pelataran”. Kawasan ini menawarkan panorama pemandangan yang indah dengan hamparan ladang petani serta hijaunya kebun teh.

Wisata Gunung Dempo

Lengkapnya Wisata Gunung Dempo dan Sekitarnya

Dalam melakukan pendakian, terdapat sensasi yang membuat ketagihan untuk mereka yang sangat menyenangi perjalanan panjang menuju puncak demi puncak gunung. Bertemunya harmoni alam mampu menghilangkan lelah yang telah lama bersemayam saat perjalanan menuju puncak. Perjalanan untuk menuju gunung tertinggi di Sumatera Selatan dimulai dengan perjalanan sekitar 30 menit dari titik pendakian untuk sampai Pintu Rimba.

Perjalanan ke wisata Gunung Dempo semakin menanjak hingga sampai shelter 1, yang memerlukan waktu sekitar dua jam perjalanan dari Pintu Rimba. Dari shelter 7 ke shelter 2 trek diwarnai medan berakar, sangat licin terutama setelah hujan dengan sebagian berlumpur. Setelah shelter 2, perjalanan semakin menanjak dari yang sebelumnya hingga sampai di puncak 1. Membutuhkan sekitar tiga jam dari shelter 2 hingga sampai di puncak 1. Perjalanan dilanjutkan dari Puncak 1 turun menuju pelataran, dengan waktu cukup 10 menit.

Pagi harinya, para pendaki dapat menikmati puncak utama Dempo yang dapat ditempuh kurang lebih satu jam untuk perjalanan santai. Pemandangan sekitar wisata gunung Dempo luar, biasa indah, meliputi Bukit Barisan, kota Pagaralam, Tanjung Sakti, Jarai, Curup dan sebagainya. Setelah itu, dapat berziarah ke makam Pu-Yang yang konon merupakan pembuka jalur pendakian yang meninggal sekitar tahun 1963-an.

Untuk turun kembali ke Pelataran, banyak sekali jalur naik-turun puncak-pelataran yang berpusat di tujuan yang sama: puncak dan pelataran. Banyaknya pilihan jalur ini, menjadikan pendaki sulit untuk turun dengan jalan sama saat mendaki. Bahkan untuk mereka yang telah berkali-kali mendaki, tidak dapat turun dengan jalan yang sama saat naik. Mereka selalu lewat jalan dengan rute yang berlainan, meskipun berakhir di tujuan yang sama.

Letak Gunung Dempo

Terletak tepat di perbatasan antara provinsi Sumatera Selatan dan Bengkulu di pantai barat Sumatera. Gunung Dempo terletak di distrik yang disebut Pagar Alam yang dikelilingi oleh bukit-bukit dan lereng gunung. Dibutuhkan sekitar 7 jam mengemudi untuk mencapai Pagar Alam dari Palembang, dan untuk menuju wisata Gunung Dempo, dari tempat ini membutuhkan waktu 15 menit. Pengunjung akan disajikan dengan pemandangan yang memesona dari tebing dan lembah disertai dengan udara yang segar.

Pemandangan yang menyenangkan dari perkebunan teh, menjadi bagian yang menarik pengunjung. Kebun Teh Pagaralam berada pada ketinggian sekitar 1520 meter di atas permukaan laut yang dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara VII. Tak hanya ada perkebunan teh, terdapat banyak perkebunan kopi.

Kopi Pagar Alam terkenal di kalangan penggemar kopi, khususnya, rasa tak terbantahkan dari Kopi Luwak. Kopi unik yang diproses oleh musang liar yang menciptakan satu jenis rasa, yang terkenal dengan kualitasnya yang telah diakui oleh banyak orang. Di kawasan ini, pengunjung akan menemui para penjual oleh-oleh khas Pagaralam, seperti kopi, teh, hingga figura senjata kudok.

Situs Prasejarah di sekitar Gunung Dempo

Salah satu wilayah Pagar Alam, terdapat situs prasejarah Tangga Batu. Di tempat ini, pengunjung akan menemukan berbagai batu pahatan dalam bentuk yang sederhana dari kepala manusia, hewan dan sejenisnya. Sisa-sisa kuno tanggal kembali ke era Megalitik. Dan sisa-sisa kuno ini juga masih tersebar di seluruh daerah di sekitar wisata gunung Dempo.

Selain itu, terdapat pula air terjun Lematang Indah yang terletak tidak terlalu jauh dari Gunung Dempo. Wisata air ini dapat menjadi tempat alternatif sebagai pelengkap perjalanan alam para pelancong. Di air terjun Lernatang Indah, pengunjung akan dimanjakan oleh keindahan dari gemericik air terjun dengan sungai yang mengalir di bawah. Sungai tersebut menyediakan arus yang menantang untuk arung jeram, tambahan yang sempurna setelah menaklukkan puncak Gunung Dempo.

Sekian informasi seputar wisata Gunung Dempo dan sekitarnya yang lengkap, semoga postingan ini bermanfaat untuk teman-teman semua. Kami berharap postingan wisata sumsel ini dishare biar semakin banyak yang mendapat manfaat.

Referensi:

Pembahasan kita sekarang ialah Perkebunan Teh Kayu Aro Kerinci Jejak Kolonial di Swarnabhumi. Pegunungan Kerinci tampak memagari hijaunya kebun. Awan-awan putih bergerak menuju ke peraduan dan cahaya matahari pagi terlihat malu-malu, mengintip di balik tirai. Perkebunan Teh yang terletak di Kabupaten Kerinci, Jambi ini semakin ramai didatangi oleh para pemetik teh.

Perkebunan Teh Kayu Aro Kerinci

Perkebunan Teh Kayu Aro Kerinci

Para pemetik teh tersebut mengenakan caping berwarna-warni. Mereka dengan sigap memetik daun-daun teh yang masih muda sebelum matahari semakin meninggi. Teh-teh sudah dipetik itu nantinya diolah secara konvensional, sehingga menghasilkan cita rasa teh yang melegenda. Teh hitam Kayu Aro ini nyatanya mampu menjadi primadona sejak dari dahulu kala. Buktinya, Ratu Inggris dan Ratu Belanda menjadi penikmat setianya setelah teh ini dikirim ke Eropa.

Pada tahun 1920 silam, Pemerintah Kolonial Belanda membuka sebuah lahan yang cukup luas untuk ditanami teh-teh hitam berkualitas. Namblodse Venotschaaf Handle Vereniging Amsterdam (NV HVA) sebuah perusahaan yang kemudian memproduksi teh dan mendistribusikannya ke Eropa. Di bawah pengelolaan perusahaan bentukan dari pemerintah kolonial, perkebunan ini semakin berkembang dan senantiasa menghasilkan kualitas teh yang mendunia.

Hingga kemudian pengelolaan perkebunan teh ini jatuh ke tangan PT. Perkebunan Nusantara VI (PTPN VI) pada tahun 1959. Bersamaan dengan dihapuskannya sistem pemerintahan kolonial di Nusantara. Tapi siapa sangka, bahwa jejak-jejak kolonialisme masih tersisa di sudut-sudut perkebunan ini. Di antaranya bangunan-bangunan tua bergaya indies dan yang paling penting yaitu cita rasa dari teh artodox yang tak lekang oleh waktu.

Perkebunan Teh Kayu Aro seluas 2500 ha ini dikenal sebagai perkebunan teh tertua di Tanah Air. Selain itu, kawasan hijau ini juga menjadi perkebunan teh terluas dan tertinggi kedua di dunia. Di mana perkebunan tertinggi peringkat satu adalah Perkebunan Teh Darjeeling yang ada di Himalaya, India.

Letaknya yang berada di ketinggian 1.600 mdpl membuat udara sejuk menyelimuti perkebunan teh ini. Hamparan pohon teh yang hijau selalu dapat pengunjung saksikan di sepanjang tahun dan jadi daya pikat tersendiri. Karena sepanjang mata memandang, para pengunjung akan disuguhi panorama yang sangat ciamik dan bisa menyegarkan pikiran.

Paket Wisata Kebun Teh Kayu Aro

Wisatawan yang datang ke Perkebunan Teh Kayu Aro dapat mencoba paket wisata yang ditawarkan pengelola. Salah satunya adalah sensasi memetik teh bersama para pekerja perkebunan tersebut. Pengunjung bisa bercengkrama dengan para pekerja yang diselingi canda tawa dan berbagi kisah hangat seputar tanah melayu. Tidak sulit untuk menemukan destinasi wisata ini. Pengunjung bisa bertolak dari Kota Jambi menuju Kabupaten Kerinci. Atau bisa juga mengambil garis start dari kota Padang yang lebih dekat dengan lokasi.

Wisatawan yang berangkat dari Padang juga bisa memakai bus Padang-Sungai Penuh dengan menempuh jarak 300 km. Perjalanannya memerlukan waktu sekitar 6 – 7 jam melewati Muara Labuh dan Taman Hutan Raya. Waktu ini lebih singkat bila dibandingkan perjalanan yang bertolak dari Jambi. Di mana bila berangkat dari Jambi akan menempuh waktu sekitar 10 jam via jalur darat.

Para pengunjung akan dibuat takjub selama menikmati perjalanan menuju lokasi perkebunan. Jika melintasi jalur Padang-Kayu Aro, disarankan untuk memelankan laju kendaraan. Karena para pengunjung akan menemui indahnya panorama pemandangan Danau Kembar dengan gradasi biru kehijauan yang bisa dinikmati dari kejauhan. Sebelum sampai di lokasi Perkebunan Teh Kayu Aro, pengunjung juga akan disuguhi aneka kebun sayur mayur, pahatan alam Gunung Talang dan jajaran pohon cemara yang menjulang tinggi.

Namun, pengunjung juga harus tetap berhati-hati lebih-lebih ketika melewati jalan yang berkelok-kelok. Jalanan ini cuma cukup dilewati oleh dua kendaraan dari arah yang berlawanan. Terlebih, sering terjadi longsor, pohon tumbang dan tidak ada besi pengaman tepat di pinggir lembah.

Sejarah di Kebun Teh Kayu Aro

Bila sedang mengunjungi Perkebunan Teh Kayu Aro maka tidak lengkap rasanya tanpa menyusuri lorong sejarah kebun teh tertua ini. Di sekitar area perkebunan terdapat

  • bangunan pabrik,
  • rumah administratur (yang sekarang ditempati oleh manajer dan staf),
  • bangunan klub (gedung serbaguna), hingga
  • poliklinik peninggalan Belanda.

Penanaman pertama teh di perkebunan ini dimulai pada tahun 1923, dan pabrik dibuka tahun 1925. Aneka cerita dan dongeng seputar kehidupan di masa kolonial menguap di beberapa sudut di perkebunan teh ini.

Salah satunya yaitu kisah tentang kebiasaan dari administratur yang pada zaman dulu bertugas sebagai pengawas / mandor para pekerja. Sang administratur selalu menganjurkan para pekerja untuk berjudi sesudah menerima gaji. Sehingga sang administratur nantinya bisa memberi pinjaman pada pekerjanya. Hal ini membuat para pekerja enggan untuk kembali ke Jawa, karena mereka terlilit hutang akibat strategi licik ini.

Magnet Perkebunan Teh Kayu Aro ini rasa-rasanya tak pernah mati. Bangunan-bangunan tua yang ada dan bercokol di sekitar perkebunan seolah sanggup menembus dimensi ruang dan waktu. Selain itu suasana di bangunan-bangunan ini bisa menggugah kembali ingatan yang pernah terukir di Swarnabhumi. Tidak lupa, harumnya teh hitam Kayu Aro turut menjadi saksi sejarah. Di mana perkebunan teh ini pernah mendulang kejayaan dan menembus pasaran rempah di Benua Biru puluhan tahun silam.

Sebelum ke Perkebunan Teh Kayu Aro Jambi usahakan Anda dalam keadaan sehat. Untuk menjaga kesehatan dan kebugaran Anda maka konsumsilah selalu produk herbal Synergy WorldWide yang bisa diorder di aplikasi SBiz. Atau bisa juga dengan mengontak kami langsung.

Demikian info seputar Perkebunan Teh Kayu Aro Kerinci Jejak Sejarah Kolonial di Swarnabhumi, kami harap postingan kali ini membantu kawan-kawan semua. Tolong postingan wisata Jambi ini diviralkan biar semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Kali ini kami akan bahas seputar olahan susu kerbau yang unik di Tapanuli. Pada umumnya susu maupun keju disajikan dalam bentuk cair atau lelehan untuk menambah cita rasa dalam sebuah makanan. Di Sumatera Utara tepatnya di Tapanuli, ada kuliner khas dan unik dengan bahan utama susu. Bedanya, susu yang digunakan bukan susu sapi, melainkan susu kerbau.

Olahan Susu Kerbau

Keunikan Olahan Susu Kerbau di Tapanuli

Panganan ini diolah dengan melewati proses pembekuan, dimasak secara tradislonal tanpa bahan tambahan yang membahayakan, kemudian diperjualbelikan. Nama dari sajian unik ini adalah Dali ni Horbo.

Bagi Anda yang baru pertama kali melihat penampakan Dali ni Horbo, Anda mungkin akan menyebut makanan ini sebagai keju dari Tapanuli. Tekstur dan proses pembuatannya memang hampir sama. Para pelancong asing yang biasanya menamakan makanan ini sebagai keju Batak, dan sering disamakan dengan keju di daerah asalnya. Bila menilik dari keberadaannya, olahan susu kerbau ini telah ada sejak lama dalam kehidupan masyarakat Batak.

Dali ni horbo atau bargo ni horbo memiliki bentuk yang mirip dengan kotakan tahu. Penamaannya berasal dari kata dali atau bagot dalam bahasa Batak yang memiliki makna susu, sedang horbo berarti kerbau. Pembuatan keju batak ini tidaklah sulit. Semua bahan yang digunakan sangat sederhana, antara lain susu kerbau dan air perasan dari buah nanas yang masih segar.

Susu yang digunakan dalam pengolahn ini diambil dari kerbau yang memiliki anak berumur 1 – 8 bulan. Sedangkan penggunaan nanas memiliki manfaat untuk membantu dalam proses pengentalan Dali ni Horbo serta menghilangkan aroma amis dari susu. Ada pula yang menambahkan air perasan air pepaya untuk menambah rasa.

Proses pembuatan olahan susu kerbau (dali ni horbo) dilakukan dengan memasukkan susu kerbau ke panci yang bersih. Lalu direbus selama 10 menit hingga mendidih untuk mematikan kuman atau mensterilkan secara sederhana. Setelah itu api kompor dikecilkan dan air perasan nanas ditambahkan sampai menjadi kental. Apabila tekan ke cetakan dan ditunggu hingga dingin. Hal ini dapat juga bantuan mesin pendingin agar semakin segar.

Cara Memasak Susu Kerbau

Dali ni horbo memiiiliki tekstur yang lembut seperti tahu dengan aroma susu yang khas. Panganan ini dapat langsung dimakan. Namun dalam kebiasaan Batak, olahan susu kerbau ini dimasak menggunakan bumbu arsik dengan menambahkan bawang rambu, daun ubi, dan andaliman dimasak hingga airnya mengering. Arsik merupakan bumbu khas Batak yang juga digunakan daiam memasak ikan naniura.

Setelah airnya hampir habis, maka da1i ni horbo ini siap untuk disantap dengan nikmat. Karena rasanya yang gurih, dali ni horbo akan menambah selera makan. Cita rasa dali ini akan lebih terasa apabila disantap bersama antarasa, yaitu sejenis lalap spesifik yang merupakan buah biji-bijian dari tumbuhan Toba berwarna hijau dengan wujud yang hampir sama dengan biji lada muda.

Tradisi pengolahan susu kerbau jadi santapan dali ni horbo yang nikmat ini telah dimulai oleh para leluhur orang Batak. Kebiasaan ini ada semenjak terdapat perkumpulan orang Batak yang di masyarakat Tapanuli dan menjadi menu utama dengan adanya di setiap rumah mereka. Santapan ini biasanya dimakan tanpa nasi, biasanya dihidangkan dengan makanan khas lainnya yang dapat membuat lidah merasakan nikmat yang luar biasa.

Kandungan Susu Kerbau

Susu kerbau mempunyai kandungan yang bermanfaat bagi kesehatan. Susu kerbau mengandung protein yang sangat tinggi di dalamnya. Ditambah lagi kandungan sembilan asam amino yang sangat cocok untuk orang lanjut usia. Manfaat mengonsumsi olahan susu kerbau yaitu bisa melindungi dan menjaga kesehatan otot di usia masa muda maupun tua.

Di samping itu, ada juga berbagai macam mineral, seperti kandungan kalsium yang tinggi, magnesium, fosfor dan potasium. Hal ini membuat susu kerbau ini bisa bermanfaat untuk menjaga kesehatan tulang keropos atau biasa disebut osteoporosis.

Selain itu dengan kandungan zat besinya berguna untuk mencegah tekanan darah tinggi, anemia dan memperbaiki fungsi otot. Susu kerbau ini mengandung vitamin B12 dan riboflavin, vitamin A yang baik untuk kesehatan mata, vitamin C yang bermanfaat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, vitamin 86, tiamin, asam folat dan niasin.

Dibandingkan dengan jenis susu-susu lainnya, susu kerbau mempunyai kandungan kolesterol yang relatif sedikit. Sehingga aman bagi penderita diabetes karena bisa menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) di dalam tubuh. Kandungan lemak di dalam susu kerbau ini lebih tinggi daripada lemak dalam susu sapi. Sehingga bagus untuk program penambah berat badan dan juga bisa meningkatkan masa otot.

Hasil olahan susu kerbau (keju Batak) ini tersedia di beberapa kawasan pasar tradisional Sumatera Utara. Khususnya mulai dari Parapat, Tarutung (Toba) hingga ke Pulau Samosir. Hampir semua rumah makan yang ada di daerah tersebut menyajikan makanan unik ini. Santapan ini dapat juga ditemukan di daerah Balige yang biasanya dapat disantap di lapo-lapo Batak.

Sebelum makan olahan dari susu kerbau dan liburan ke Tapanuli, usahakan Anda dalam keadaan sehat. Untuk menjaga kesehatan konsumsilah produk Synergy WorldWide yang bisa diorder di aplikasi SBiz atau hubungi kami aja.

Demikian info seputar keunikan olahan susu kerbau di Tapanuli, kami harap postingan ini mencerahkan teman-teman semua. Tolong postingan santapan susu kerbau ini dibagikan supaya semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi:

Di postingan ini kami akan ulas mengenai Bukit Kaba Bengkulu yang alamnya bernuansa magis. Kabut turun perlahan, menciptakan jejak-jejak basah pada rerumputan. Angin pegunungan berhembus perlahan. Merdu nyanyian burung hutan mengiringi perjalanan. Pohon-pohon pinus yang bercokol di sisi bukit bagai menyapa para pendaki. Panorama alam tersaji, kemagisannya menciptakan kerinduan yang dalam jauh di sanubari. Puncak Bukit Kaba dengan kawahnya yang eksotis berdiri kokoh di depan mata. Kecantikannya tiada tara, sekaligus mengukir cerita yang datam bagi siapapun yang bertandang.

Bukit Kaba Bengkulu

Magisnya Alam Bukit Kaba Bengkulu

Bukit Kaba adalah salah satu destinasi wisata menarik dan asik di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Bukit ini menyuguhkan keindahan panorama alam yang fantastis dan sayang untuk dilewatkan. Bukit ini memiliki ketinggian 1.952 mdpl, membuat destinasi wisata ini bisa dijangkau oleh pendaki pemula. Di Bukit Kaba ini, para pengunjung bisa menikmati hutan hujan tropis yang tergolong masih sangat alami. Karena kawasan ini pun difungsikan sebagai cagar alam untuk perlindungan bunga Raflesia.

Puncak Bukit Kaba Bengkulu jadi salah satu destinasi wisata terfavorit para pendaki dan juga wisatawan. Tepat di puncak, bertengger 2 buah kawah yang masing-masing berwarna hijau dan putih kecoklatan. Pendaki atau pengunjung yang mau mencapai puncak bisa lewat 2 jalur, yaitu

  1. Jalur pertama yang menyuguhkan pemandangan hutan lebat yang dipenuhi semak belukar dengan jurang di kanan kirinya.
  2. Jalur kedua merupakan jalanan beraspal. Waktu tempuh berkisar dua hingga tiga jam perjalanan.

Provinsi Bengkulu memang cuma memiliki 2 buah gunung. Bukit Kaba ialah salah satunya, sedangkan gunung lainnya yaitu Bukit Daun. Dari kedua gunung tersebut, Bukit Kaba-lah yang lebih populer karena ketinggiannya yang tak seberapa dan sangat ramah bagi pemula. Di samping itu, Bukit Kaba juga termasuk ke dalam kawasan Taman Wisata Alam dengan luas wilayah 13.940 ha. Sehingga pengunjung dan pendaki bisa mencapai puncak sambil menikmati sajian alam khas Bengkulu ini.

Lokasi Bukit Kaba

Bukit Kaba letaknya di Desa Sumber Urip, Kec. Selupuh Rejang, Kab. Rejang Lebong, Prov. Bengkulu. Bila wisatawan bertolak dari Kota Bengkulu, dapat menggunakan angkutan umum tujuan Kota Curup. Angkutan ini bisa ditemui di Terminal Panorama dengan ongkos sekitar Rp 20.000.

Sesampainya di Terminal Kota Curup, wisatawan bisa melanjutkan perjalanannya kembali dengan menaiki angkutan tujuan Desa Sumber Bening. Dan berhenti di persimpangan jalan Bukit Kaba Bengkulu. Wisatawan cuma perlu merogoh kocek Rp 7.000 untuk bisa sampai ke tempat tersebut, dengan waktu tempuh perjalanan sekitar satu jam.

Persimpangan jalan Bukit Kaba ini merupakan salah satu area yang tepat untuk bisa sampai ke tujuan. Wisatawan bisa memakai beberapa alternatif moda transportasi menuju ke Posko Kelompok Sadar Wisata Bukit Kaba. Angkutan desa ini tersedia mulai pukul 08.00 – 16.00 yang dipatok tarif Rp 5.000 atau bisa juga menggunakan ojek dengan ongkos Rp 15.000. Jika melebihi jam tersebut, angkutan bisa dipastikan sudah tidak beroperasi lagi dan mau tak mau wisatawan mesti berjalan kaki sejauh 8 kilometer.

Setelah tiba di posko Pokdarwis, wisatawan bisa bermalam lebih dulu atau langsung mulai pendakian. Sebelum mendaki, para wisatawan lebih dulu untuk membayar retribusi sebesar Rp 2.500 per orang yang dibayarkan di pos Pokdarwis. Para pengunjung pun bisa menyewa jasa ojek yang sudah tersedia dengan ongkos Rp 80.000 untuk naik turun bukit.

Setidaknya, berkunjung dan mendaki di Bukit Kaba Bengkulu ini dapat menjadi salah satu alternatif bagi wisatawan yang tetap ingin bersantai. Dengan berkungjung ke destinasi wisata ini bisa sembari mencicipi kegiatan luar ruangan. Tersaji tiga ratus tujuh anak tangga yang akan membantu para pengunjung sampai di puncak bukit.

Panorama Selama Perjalanan

Ladang perkebunan milik warga jadi sajian yang pertama kali dinikmati ketika meninggalkan lokasi basecamp Pokdarwis menuju puncak bukit Kaba Bengkulu. Sepanjang perjalanan, mata para wisatawan akan dimanjakan dengan kesegaran alam khas belantara Bengkulu. Meski kondisi jalur yang sangat terjal, tapi semuanya akan terbayar dengan suasana alam yang eksotis. Jika cukup beruntung, para pengunjung bisa melihat siamang yang menjadi fauna khas Bukit Kaba. Tak perlu takut, Siamang ini tidak akan mengganggu para pengunjung yang datang.

Setelah melakoni perjalanan yang cukup melelahkan, pengunjung akan menikmati kepulan asap dari dua kawah Bukit Kaba Bengkulu. Sebenarnya, ada satu kawah lagi yang bertengger di puncak bukit, namun karena kawah tersebut sudah mati, sehingga tidak bisa mengeluarkan asap. Terdapat pagar-pagar sebagai pembatas untuk menjaga pengunjung agar tidak jatuh ke dalam kawah.

Hadirnya sesajen dan buah-buahan pada beberapa sisi kawah membuktikan bahwa tempat ini dinilai sangat magis dan sakral. Masyarakat pun masih mempercayai tempat ini sebagai tempat untuk menghaturkan doa. Jadi, bagi pengunjung yang ingin memadumadankan wisata alam dengan budaya, berkunjung ke Bukit Kaba adalah pilihan terbaik. Tertarik pergi ke sana akhir pekan ini?

Sebelum liburan ke Bukit Kaba Bengkulu, usahakan Anda dalam keadaan sehat. Untuk menjaga kesehatan konsumsilah produk Synergy WorldWide yang bisa diorder di aplikasi SBiz atau hubungi kami aja.

Demikian info mengenai Bukit Kaba Bengkulu yang alamnya bernuansa magis, kami harap artikel ini bermanfaat buat kalian. Tolong artikel Wisata di Bengkulu ini disebarluaskan biar semakin banyak yang memperoleh manfaat.

*data di atas bisa berubah

Referensi: