Rumah panggung raksasa bercat jingga berdiri kokoh di halaman sebuah museum yang berlokasi tidak jauh dari jantung kota Pekanbaru. Lalu lalang kendaraan yang melintas di jalan depan museum menghilangkan kesan sunyi dari museum tua ini. Masyarakat sekitar mengenalnya sebagai Museum Sang Nila Utama. Tak hanya berdiri sebagai kotak harta karun kebudayaan Riau, museum ini juga menjadi tempat wisata edukasi yang wajib dikunjungi saat singgah di Pekanbaru, Riau.

Museum Sang Nila Utama

Museum Sang Nila Utama Riau

Sebagaimana pepatah berbunyi, museum yaitu jendela sebuah kota. Hal ini tampaknya juga berlaku di Museum Sang Nila Utama. Memasuki gedung yang tersusun dari 3 lantai bangunan ini pengunjung akan disuguhi berbagai ragam khazanah budaya Riau. Wisatawan tidak ditarik tarif retribusi sepeser pun saat mengunjungi museum ini.

Museum Sang Nila Utama Pekanbaru diresmikan pada tanggal 9 Juli 1994 oleh Prof. Dr. Edi Setiawati yang pada saat itu menjabat sebagai Dirjen Kebudayaan Republik Indonesia. Gedung besar yang berarsitektur khas Melayu ini juga berada dalam satu kawasan dengan Dinas Kebudayaan Provinsi Riau. Hal ini tidak lepas dari sejarah pembangunan museum budaya kebanggaan masyarakat Riau ini.

Berawal di tahun 1975, seiring dengan perubahan instansi Perwakilan-perwakilan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Di mana instansi ini menjadi Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Riau. Di mana perubahan ini menyebabkan dimulainya upaya perintisan untuk mendirikan sebuah museum di provinsi Riau. Hal pertama yang dilakukan adalah pembentukan Bidang Permuseuman Sejarah dan Kepurbakalaan yang dimulai dengan pengumpulan benda-benda koleksi peninggalan sejarah dan budaya.

Pembinaan permuseuman terus berlanjut hingga beberapa tahun kemudian. Selanjutnya dimulailah perencanaan pembangunan Gedung Museum melalui dana APBN Tahun Anggaran 1977/1978 yang diawali dengan pembebasan lahan seluas 76.930 m2. Secara bertahap, dibangunlah dua unit perkantoran yang terdiri dari beberapa ruangan. Setelah itu, pada tahun 1984 – 1986, dilanjutkanlah proses pembangunan gedung untuk memenuhi kebutuhan ruang pameran khusus benda koleksi tepat (gedung pameran tetap).

Pada 9 Januari l991, ditetapkanlah gedung tersebut menjadi Museum Negeri Provinsi Riau melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 001/0/1991. Setelahnya tepat pada tahun anggaran 1993 / 1994 dibangunlah auditorium, dan disusul dengan pengangkatan Kepala Museum definitif dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yaitu Prof. Dr. Edi Sedyawati. Pengangkatan Kepala Museum dilakukan bersamaan dengan pembukaan museum koleksi benda sejarah dan budaya provinsi Riau ini.

Pergantian Nama Museum

Semula, museum ini diberi nama “Museum Negeri Provinsi Riau”. Setelah terbit Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 17 Tahun 2001, museum ini berganti nama menjadi “Museum Sang Nila Utama”, yang berada di bawah pengelolaan Dinas Kebudayaan, Kesenian dan Pariwisata Provinsi Riau. Nama “Sang Nila Utama”’ diambil dari nama seorang pangeran yang merupakan putra dari pasangan Sang Sapurha dan Wan Sundaria (anak dari Demang Lebar Daun, penguasa Palembang).

Pangeran ini menjadi raja di Bintan (yang saat ini menjadi Kepulauan Riau) sebelum akhirnya pindah ke Singapura. Sang Nila Utama diyakini sehagai pendiri Singapura, yang dahulu bernama Turnasik (Ternasek). Pemilihan nama ini dilakukan oleh tim penyeleksi nama museum yang dikepalai oleh Kepala Kantor Wilayah Pendidikan dan Kehudayaan Provinsi Riau yang selanjutnya disetujui oleh Gubernur Provinsi Riau.

Koleksi Museum

Museum Sang Nila Utama ini memiliki ragam koleksi, yang terdiri dari berhagai kategori, yaitu :

  • Geologika (benda koleksi dalam disiplin ilmu geologi);
  • Biologika (benda koleksi dalam disiplin ilmu biologi);
  • Etnografika (benda koleksi dalam disiplin ilmu antropologi);
  • Arkeologika;
  • Historika;
  • Numismatika (telaah pengumpulan mata uang dan tanda jasa);
  • Heraldika (lambang, tanda jasa dan tanda pangkat resmi);
  • Filologika (naskah kuno tulisan tangan yang mendeskripsikan suatu peristiwa);
  • Keramonologika (benda koleksi barang pecah belah yang terbuat dari tanah liat yang diba kar);
  • Seni rupa; dan
  • Teknologika.

Ruangan Museum

Terdapat tiga level atau lantai yang bisa dijelajahi di museum ini. Pintu masuk pengunjung berada di level dua. Tepat di pintu masuk, akan ada seorang resepsionis yang rnempersilakan pengunjung untuk mengisi buku tamu. Wisatawan juga dapat ditemani oleh seorang pemandu saat mengeksplorasi seisi museum. Namun, pemandu biasanya akan lebih banyak memandu kedatangan suatu rombongan karena lebih optimal dan terorganisir.

Tur museum dimulai dari sebelah kiri dan masuk melalui level satu. Pada level ini tersaji rumah­rumah adat, alat musik dan aneka satwa endemik khas Riau. Di level dua, terdapat sejarah eksplorasi minyak di Riau dan sejarah terhentuknya provinsi Riau, serta gubernur yang pernah menjabat.

Di level tiga, pengunjung akan disuguhi koleksi peninggalan kerajaan yang menarik untuk disambangi. Semua koleksi museum ini tentu sayang untuk dilewatkan bagi pengunjung yang ingin mengenal lebih jauh potensi dan khazanah budaya khas Riau, bukan?

Sebelum berkunjung ke Museum Sang Nila Utama usahakan Anda dalam keadaan sehat. Untuk menjaga kesehatan konsumsilah selalu produk-produk Synergy WorldWide yang bisa diorder di aplikasi SBiz atau kontak kami langsung.

Sekian informasi tentang Museum Sang Nila Utama Riau pusat studi sejarah melayu, semoga postingan kali ini membantu sahabat semua. Mohon postingan ini dibagikan biar semakin banyak yang mendapat manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

Di postingan ini kami akan ulas perihal Danau Kaco Kerinci yang airnya jernih. Rimbunnya belantara Kerinci menyimpan harta karun berharga yang tak banyak diselami anak manusia. Tepat di jantung Taman NasionaI Kerinci Seblat, Provinsi Jambi itu terdapat sebuah danau berair biru tua yang jernih bak negeri dongeng.

Danau Keco Kerinci Jambi

Danau Kaco Kerinci Jambi

Permukaan danau tampak tenang, menyimpan aura magis yang senantiasa menghipnotis. Ranting-ranting pohon yang jatuh ke dalam Danau Kaco Kerinci terlihat membayang, mengukir kekaguman atas ciptaan Tuhan. Bening seperti kaca, demikian kesan yang pertama kali muncul saat menikmati mahakarya Sang Pencipta yang bernama Danau Kaco ini.

Berada di ketinggian 1289 meter di atas permukaan laut membuat Danau Kaco sepi pengunjung. Selain berada pada ketinggian ribuan meter, mutiara biru ini juga terletak di tengah belantara Taman Nasional Kerinci Seblat. Namun, keeksotisan yang jarang tersentuh tangan manusia itu adalah satu-satunya alasan mengapa tempat ini wajib didatangi. Berbekal peta kawasan dan peralatan mendaki yang lengkap, wisatawan dapat menjelajah seisi belantara Kerinci dan menemukan mutiara biru yang bersarang di antara hijaunya dahan.

Nama Danau Kaco diambil dari bahasa Jambi untuk kata ‘kaca’, Danau ini memang memiliki air sebening kaca, sehingga siapapun dapat bercermin di permukaannya. Selain itu, danau seluas tiga puluh kali tiga puluh meter ini memiliki gradasi warna yang menarik. Tepat di tengah danau yang belum diketahui kedalamannya itu, tersimpan misteri dan legenda yang menyelimuti perjalanan danau ini melintasi lorong waktu.

Sejarah Danau Kaco

Konon masyarakat setempat percaya bahwa pada zaman dahulu hiduplah seorang putri cantik dan jelita yang diidam-idamkan oleh sebagian besar pemuda dan pangeran dari negeri seberang. Tanpa ragu, semua pemuda itu menitipkan batu mulia sebagai bentuk cintanya kepada Raja Gagak, ayahanda sang putri. Namun siapa sangka, Raja Gagak ini cukup serakah dan berhasrat menguasai harta dan tubuh sang putri.

Menurut kisah yang beredar di masyarakat, sang putri dinodai oleh Ayahandanya sendiri. Karena tidak ingin meninggalkan jejak kejahatannya, Raja Gagak pun menenggelamkan sang putri ke danau ini, beserta semua batu mulia yang menjadi harta pinangan itu. Tidak heran, air Danau Kaco Kerinci ini tampak jernih dan kebiru-biruan, bak mutiara dan batu mulia yang tengah memantulkan cahaya.

Bagi wisatawan yang tertarik mengunjungi danau ini dapat bertolak menuju Desa Lempur, Kecamatan Gunung Raya, yang dapat ditempuh selama dua jam dari Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi. Setelah memasuki kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat, wisatawan dapat berjalan menyusuri hutan sekitar empat jam lamanya. Hijaunya belantara dan udara sejuk khas pegunungan akan membuat perjalanan penuh dengan kesan.

Aneka suara burung endemik turut menjadi pengiring langkah kaki. Selain itu, indahnya warna-warni kupu-kupu hutan akan memanjakan mata tanpa henti di sepanjang perjalanan menuju lokasi. Menjelajahi 1uasnya Hutan Kerinci untuk menemukan Danau Kaco juga menimbulkan debar tersendiri, terlebih diperlukan perjuangan keras untuk dapat menikmati sajian surealis tersebut.

Gunakan Jasa Pemandu

Pengunjung yang baru kali .pertama menyusuri hutan, terlebih belantara Sumatera, disarankan, untuk menggunakan jasa pemandu. Selain untuk menjaga keselamatan, pengunjung juga bisa mendapatkan banyak tambahan informasi terkait tempat yang dikunjungi.

Selama ini memang, alam sumatera selalu menyimpan cerita dan pembelajaran tersendiri bagi masyarakat dan wisatawan yang datang. Diharapkan, dengan mengenal lebih jauh adat istiadat selama melakukan kunjungan, wisatawan akan lebih menjaga diri, sekaligus merasa terkesan dengan kearifan lokal setempat, tak terkecuali di Danau Kaco ini.

Ketika sampai di lokasi, wisatawan dapat mendirikan tenda tepat di tepian danau dan menikmati serpihan cahaya rembulan yang jatuh ke permukaan danau pada malam hari. Sajian alam ini tentu menjadi penghangat bagi liburan wisatawan yang jauh-jauh berkunjung ke Tanah Kerinci. Keindahan Danau Kaco Kerinci seakan terselubung dan tersembunyi di balik rindangnya belantara.

Warna biru yang dihasilkan dari permukaan danau ini tampak kontras dengan hijau alami pepohonan di sekitarnya. Selain itu, pengunjung juga dapat melihat aneka ikan kecil yang berenang di bawah permukaan danau. Beningnya air membuat pengunjung dapat menikmati gerakan-gerakan ikan itu dengan sangat jelas. Pemandangan ini membuat pengunjung tak henti berdecak kagum dan betah berlama-lama menikmati panorama khas Danau Kaco ini.

Selalu Hati-Hati

Pengunjung dapat berenang dan bercermin di danau yang indah ini. Namun, harus tetap berhati-hati ya, karena fasilitas penunjang kegiatan wisata, seperti alat keamanan bagi pengunjung sangat terbatas. Selain agar bisa pulang ke rumah dengan selamat, menjaga diri saat mengunjungi danau sebening kaca ini juga akan membuat pengunjung, senantiasa bersyukur atas rahmat Tuhan di tanah nusantara ini. Bagaimana? Tertarik bercermin di jernihnya air Danau Kaco Kerinci liburan nanti?

Sebelum bercermin di jernihnya air Danau Kaco Kerinci usahakan Anda dalam keadaan sehat. Untuk menjaga kesehatan konsumsilah selalu produk-produk Synergy WorldWide yang bisa diorder di aplikasi SBiz atau kontak kami langsung.

Demikian informasi perihal Danau Kaco Kerinci yang airnya jernih, semoga postingan ini membantu kalian. Tolong postingan wisata Jambi ini diviralkan biar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi:

 

Pembahasan kita kali ini adalah bisnis sampingan Synergy WorldWide yang menguntungkan. Pengobatan dengan memakai obat-obatan he.rbal atau tradisional kian diminati oleh orang. Tingkat kesadaran masyarakat yang tinggi tentang pola hidup sehat dengan berbasis pada alam membuat pengobatan ini mulai digandrungi orang. Dunia herbal lebih menjadi unggulan apabila dibandingkan dengan pengobatan dunia medis yang ada.

Bisnis Sampingan Synergy WorldWide

Peluang Bisnis Sampingan Synergy WorldWide

Misalkan aja obat-obatan dari rumah sakit. Kebanyakan obat-obatan yang dari rumah sakit memiliki efek samping akibat bahan kimia yang digunakan. Tapi dengan memakai obat herbal akan lebih alami dan minim efek samping. Trend back to nature saat ini mulai berkembang, sehingga bisnis pengobatan herbal mulai menjamur di tengah masyarakat kita. Tingginya peminat atas pengobatan herbal ini membuat peluang bisnis obat herbal kian menjanjikan.

Dari tahun ke tahun kebutuhan atas obat herbal emang meningkat secara drastis. Peningkatan ini ternyata memberikan berkah tersendiri untuk para pelaku bisnis suplemen herbal. Profit yang dapat diperoleh dari usaha obat herbal bisa berjumlah fantastik. Keyakinan masyarakat atas penggunaan obat herbal membuat bisnis ini sangat menarik. Peluang bisnis sampingan Synergy atau obat herbal sendiri dapat dikatakan sangat cerah.

Synergy WorldWide yaitu salah satu perusahaan yang bergerak dalam bisnis suplemen kesehatan dan produk kecantikan secara herbal. Synergy Worldwide sudah berdiri sejak tahun 1999 dan berpengalaman bisnis herbal di pelbagai negara di dunia. Synergy WorldWide punya hubungan yang dekat dengan perusahaan Nature’s Sunshine Products (NSP). NSP yakni perusahaan publik berumur 34 tahun dan salah satu perusahaan bebas hutang di industri kesehatan herbal.

Mengapa Synergy WorldWide

Mengapa harus join dengan Synergy Worldwide? Alasan Anda harus join dan mengambil peluang bisnis sampingan Synergy WorldWide ini yakni :

  • Indonesia memiliki potensi pasar yang sangat tinggi dan tidak akan pernah mati, sebab kebutuhan orang atas kesehatan terus meningkat dari tahun ke tahun.
  • Awareness masyarakat Indonesia semakin tinggi. Hal ini ditunjang dari meningkatnya tingkat daya beli masyarakat yang makin tinggi.
  • Anda berkesempatan untuk membantu orang lain supaya lebih sehat. Selain itu juga berkesempatan untuk mambantu meningkatkan taraf hidup Anda, keluarga dan orang lain.
  • Bisa memperluas jaringan bisnis Anda ke seluruh wilayah Indonesia. Karena Synergy WorldWide Indonesia sudah bekerjasama dengan jasa pengiriman yang profesional.

Produk Andalan Synergy WorldWide

Synergy Worldwide Indonesia punya produk unggulan dan jadi andalan yakni program Smart Detox. Program Smart Detox yakni sebuah program detoksifikasi modern 20 hari yang udah disesuaikan dengan gaya hidup dan pola makan masa kini. Program Smart Detox merekomendasikan cara detoksifikasi yang gak menyiksa untuk mereka yang menunaikannya. Empat paket program Smart Detox yakni :

  • Paket Smart Detox Ultimate Plus
  • Paket Smart Detox Full Plus
  • Paket Smart Detox Lite Plus
  • Paket Smart Detox Easy Plus

Peluang bisnis sampingan Synergy WorldWide ini, selain program Smart Detox, ada beberaa produk yang berkualitas lainnya (berikut CV-nya) yakni :

  • Liquid Chlorophyll Plus 25 oz (14)
  • Maximum Protein (25)
  • NutriBurst (20)
  • Spirulina (14)
  • Proarginine Plus (40)
  • Mistica (25)
  • Noni Plus (17)
  • Colostrum (17)
  • Garlic (20)
  • Joint Formula (21)
  • Calcium Mag (12)
  • Radiance (11)
  • Trulum Skin Care (100)

Marketing Plan Synergy WorldWide

Jika uang yang beredar dibagikan ke semua orang di seluruh dunia maka setiap orang akan memperoleh sekitar Rp 24 milyar. Marketing plan Synergy WorldWide juga disebut program kompensasi.

Perbedaan bisnis Konvensional dan Smart Business

Tapi sebelum membahas apa itu peluang bisnis sampingan Synergy WorldWide Anda harus tahu perbedaan bisnis konvensional dan smart business.

Usaha Konvensional Smart Business
Modal besar Modal kecil
Risiko besar Risiko kecil
Tempat tertentu Tempat fleksibel
Waktu tertentu Waktu fleksibel
Butuh karyawan Tidak butuh karyawan
Keahlian spesifik Keahlian ada sistem
Komponen Utama Synergy Worldwide

Berikut ini 5 komponen pokok dari bisnis Synergy WorldWide :

  1. Perusahaan
  2. Produk
  3. Sistem kompensasi
  4. Support system
  5. Waktu yang tepat
Cara Kerja Bisnis Synergy WorldWide

Sebetulnya cara kerja dari bisnis Synergy ini sangatlah mudah yaitu dengan mengamalkan 3 langkah berikut ini :

  1. Personal Exprience yakni Anda memakai dan merasakan manfaat program Smart Detox atau produk Synergy WorldWide lainnya terlebih dahulu.
  2. Personal Retail Profit. Sharing produk & memperoleh keuntungan Rp 15 juta / bulan.
  3. Legacy 4. Temukan 4 orang yang tepat dan menduplikasikannya.
Keuntungan Usaha Synergy WorldWide

Peluang bisnis sampingan Synergy WorldWide memberikan tujuh benefit apabila Anda mengerjakannya yakni :

Bonus Retail (Eceran)

Anda bisa mendapat keuntungan sampai 30% di setiap produk yang terjual.

Fast Start Bonus (Pensponsoran)

Anda bisa mendapat bonus ini saat mensponsori langsung member baru. Bonus ini hanya berlaku 1 kali saja.

Basic Bonus

Bonus sebesar 10 persen dari omzet jalur kaki kecil Anda (tanpa keseimbangan).

Mega Match Bonus

Anda akan mendapat bonus 100 persen sama dengan Basic Bonus dari tiap member yang Anda sponsori secara langsung.

Leadership Bonus

Anda akan mendapat 0,25% hingga 4% bonus dari omzet jalur kaki besar dengan kualifikasi dihitung dari kaki kecil.

Global Bonus

Anda akan mendapat 1 persen dari total omzet Synergy WorldWide seluruh dunia. Bonus ini akan diperoleh apabila Anda udah mencapai Leadership Level dengan minimal 400 ribu CV di kaki kecil.

Special Bonus

Ini merupakan bonus tambahan yang berupa perjalanan wisata ke luar negeri atau perjalanan religi serta program kepemilikan mobil mewah.

Menjadi Member Synergy WorldWide

Ada beberapa cara jadi mitra Synergy Worldwide yakni :

  1. Bergabung dengan komunitas SB1M (member premium).
  2. Bergabung dengan pasukan Synergy.
  3. Membeli produk Smart Detox.
  4. Membeli produk Synergy WorldWide minimum 50 CV + starter kit (Rp 35.000).
Panduan Pendaftaran Member Synergy

Untuk mengambil kesempatan bisnis sampingan Synergy WorldWide ini, Anda harus daftar terlebih dahulu, langkahnya :

  1. Konfirmasi ke 0895-3772-97046 apabila berminat menjadi member Synergy.
  2. Pilih cara join seperti di atas. Kemudian lakukan pembayaran sesuai pilihan cara gabung.
  3. Isi form aplikasi keanggotaan (bisa menyusul)
  4. Kirim FC KTP, NPWP, dan halaman depan buku tabungan Anda (bisa menyusul).
  5. Konfirmasi lagi setelah melakukan pembayaran beserta bukti transfer.
  6. Tunggu beberapa saat dan Anda akan dapat ID keanggotaan Synergy.
Prinsip Sukses Bisnis Synergy

Berikut ini 5 prinsip sukses di bisnis sampingan Synergy WorldWide :

  1. Dream
  2. Yakin
  3. Bekerja, seperti pemakaian produk; daftar nama; membuat janji bertemu; presentasi ke network builder atau member aktif, member pengguna, konsumen; dan follow up.
  4. Persisten : buku, kaset dan meeting
  5. Duplikasi

Catatan :

  • ID Synergy hanya berlaku buat 1 nama
  • Bisnis ini bisa dijadikan sebagai bisnis utama juga
  • Harga sewaktu-waktu bisa berubah
  • Informasi peluang bisnis sampingan Synergy WorldWide lebih lanjut bisa kontak 0895-3772-97046
  • Selain cara di atas, Anda bisa pesan produk dan pendaftaran melalui aplikasi SBiz Synergy

Kantor Pusat Synergy WorldWide Indonesia

Alamat kantor pusat Synergy WorldWide Indonesia (SWI) berada di FX Mall Sudirman Lt. 7 – depan pintu I senayan, Jl. Jend. Sudirman No. 1, Jak-Pus. Jam operasional SWI (kecuali hari libur nasional) :

  • Senin – Jum’at : 10:00 – 20:00 WIB.
  • Sabtu: 10:00 – 16:00 WIB.
  • Minggu : Libur

Google maps

Demikian info mengenai bisnis sampingan synergy worldwide yang menguntungkan, kami harap post ini membantu Anda. Mohon post bisnis sampingan ini disebarluaskan agar kian banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi: Synerprof

Untaian akar gantung ratusan bakau yang tumbuh di pesisir Malaka menjadi penyambut kedatangan para pengunjung. Sebuah jembatan kayu yang membelah kawasan hutan bakau menjadi dua bagian ini tampak kokoh ditempa arus waktu. Beberapa wisatawan sibuk mengabadikan momen kebersamaan di antara rindangnya bakau. Perahu-perahu dayung berukuran kecil tampak berlabuh di kaki jembatan. Menjadi pemanis bagi indahnya panorama pesona Ekowisata Bandar Bakau Dumai.

Ekowisata Bandar Bakau Dumai

Ekowisata Bandar Bakau Dumai

Kawasan Ekowisata Bandar Bakau Dumai ini berdiri di atas lahan seluas ± 31 hektar. Dan lokasinya yang tak jauh dari pusat kota membuat kawasan ekowisata ini ramai dikunjungi wisatawan. Baik yang merupakan peneliti mancanegara ataupun warga sekitar Bandar Bakau Dumai..

Selama ini memang, Dumai dikenal sebagai kota pelabuhan terbesar di Riau. Selain karena letaknya yang persis di tepian Malaka, Dumai juga memiliki potensi bahari yang beraneka ragam. Tak heran apabila kota ini mengusung jargon “Pengantin Berseri yang Sehat”, sebagai bentuk representasi dari kualitas wilayah maritimnya yang mendunia.

Sekilas tidak ada bedanya dari kondisi hutan bakau di Dumai, jika dibandingkan dengan hutan bakau di wilayah lain. Tapi siapa sangka, hutan bakau ini jadi monumen perjuangan masyarakat Dumai dalam mempertahankan kualitas alam bahari mereka. Beberapa dasawarsa silam, kawasan ekowisata ini rencananya diperuntukkan untuk perluasan pelabuhan Pelindo Dumai.

Darwis Moh Saleh (seorang aktivis lingkungan) bersama dengan teman-teman lain yang menentang keras rencana perluasan pelabuhan ini. Sebab dikhawatirkan dengan adanya rencana ini akan semakin merusak alam pesisir di kota maritim ini. Perlu diketahui bahwa kawasan ini dahulu sempat mengalami kerusakan yang luar biasa parah dan dikhawatirkan akan tergerus abrasi pada beberapa tahun mendatang.

Hal itulah yang menggerakkan nurani Darwis dan rekan-rekan Pencinta Alam Bahari (PAB) untuk lantang menyerukan penolakan terhadap perluasan pelabuhan Pelindo Dumai di kawasan ini.

Penanaman Bibit Mangrove

Perjuangan Darwis dimulai dengan penanaman bibit mangrove di kawasan ekowisata Bandar Bakau. Darwis meminjam dana dari kawan-kawannya hanya untuk memulihkan kembali kondisi ekosistem pesisir Dumai ini. Tidak mudah bagi Darwis untuk mewujudkan mimpi besarnya itu.

Berulangkali masyarakat menilainya gila karena bekerja secara percuma dan sia-sia, namun aktivis lingkungan itu tetap bertahan dengan semua upayanya. Tepat di tahun 2000, Darwis mulai gencar merangkul masyarakat untuk bersama­sama menanam mangrove. Beberapa penyuluhan dilakukannya demi membangun kesadaran dan kecintaan masyarakat terhadap keberlangsungan ekosistem di sekitarnya.

Sekarang, Darwis menuai hasil dari jerih payahnya untuk melindungi kawasan konservasi bakau ini. Kawasan ini akhirnya dibuka untuk umum. Terutama untuk peneliti yang mau memperluas khazanah pengetahuan tentang bakau. Bahkan, di samping agrowisata bakau, ada juga Sekolah Alam Bandar Bakau yang punya visi penyelamatan lingkungan dalam bidang pendidikan. Sekolah ini dibuka tiap hari Minggu untuk pelajar sekolah dasar dan dikelola oleh Darwis bersama rekan­rekan Pecinta Alam Bahari (PAB).

Pesona alam Kawasan Bandar Bakau Dumai

Pesona alam yang dihadirkan oleh Kawasan Ekowisata Bandar Bakau Dumai ini tak main­main. Pengunjung bisa mengeksplorasi tiap sudut hutan bakau lewat jembatan kayu yang melintang di sepanjang area ekowisata ini. Pengunjung pun bisa menikmati sejuknya udara pesisir ketika melintasi jembatan kayu ini. Ada 24 spesies mangrove di kawasan hutan bakau Dumai.

Salah satunya ialah bakau belukap. Di mana bakau jenis ini begitu diperjuangkan oleh Darwis dan kawan­kawan untuk dilestarikan kembali. Belukap yang nama latinnya Rhizophora Mucronata kini mulai diambang kepunahan di sungai Dumai. Sungai Dumai adalah sungai yang membelah kota Dumai menjadi 2 bagian yaitu Barat dan Timur.

Sungai Dumai juga melintas di kawasan Ekowisata Bakau ini. Dan bermuara tepat di lautan Malaka yang berada tidak jauh dari Bandar Bakau. Kepunahan yang nyaris dialami belukap diakibatkan oleh eksploitasi bakau sebagai bahan baku arang. Bahkan dulu tempat produksi arang tepat berada di Pangkalan Bunting yaitu di muara Sungai Dumai.

Agrowisata Bandar Bakau Dumai

Hadirnya Agrowisata atau Ekowisata Bandar Bakau Dumai setidaknya jadi oase bagi tandusnya kesadaran masyarakat terhadap konservasi bakau. Dimana sejatinya konservasi bakau dapat menahan laju abrasi suatu wilayah. Tidak heran jika kawasan ini dikunjungi oleh banyak wisatawan yang penasaran dengan bakau endemik khas Dumai. Dan juga aneka upaya konservasi bakau yang sedang digalakkan oleh pengelola.

Pada pertengahan tahun 2005 silam hingga saat ini, total pengunjung Bandar Bakau Dumai bahkan telah mencapai enam digit angka. Jumlah yang cukup fantastis bagi kawasan konservasi potensi bahari, terutama yang berada di pesisir Surnatera.

Bagi pengunjung yang tertarik untuk mengikuti program penghijauan yang dilaksanakan rutin oleh pengelola. Sangat direkomensasikan buat berkunjung ke kawasan Agrowisata Bandar Bakau Dumai. Di samping itu, akan disediakan lokasi dan bibit penanarnan untuk kelompok yang mau melaksanakan kegiatan penanaman bakau bersama. Tentunya program ini sayang untuk dilewatkan, bukan?

Sebelum ke ekowisata Bandar Bakau Dumai usahakan Anda dalam keadaan sehat. Untuk menjaga kesehatan konsumsilah selalu produk herbal Synergy WorldWide yang bisa diorder di aplikasi SBiz atau bisa juga kontak kami.

Sekian informasi berkaitan dengan ekowisata bandar bakau dumai dengan panorama yang mempesona, kami harap postingan ini membantu kalian. Kami berharap postingan wisata Riau ini dibagikan supaya semakin banyak yang mendapat manfaat.

Referensi:

Wilayah Kalimantan Timur terkenal dengan kawasan bahari dengan keindahan yang perlu ditanyakan lagi. Ternyata tak hanya itu saja. Para pelancong yang sedang berkunjung dapat pula menikmati kebudayan serta keunikan akan suku dayak di Desa Budaya Pampang Samarinda. Desa ini telah lama menjadi bagian objek wisata terutama bagi mereka yang menyukai wisata budaya. Dan ingin lebih kenal dengan suku Dayak.

Desa Budaya Pampang Samarinda

Desa Budaya Pampang Samarinda

Wisatawan yang berkunjung ke Samarinda, belum lengkap jika tidak datang ke desa budaya Pampang. Desa ini menawarkan akan wisata sekaligus edukasi terkait mulai dari rumah adat, pakaian adat, hingga tarian tradisional dayak. Desa Pampang sudah resmi jadi desa budaya sejak tahun 1991 oleh Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) kala itu. Dan desa ini termasuk ke dalam destinasi budaya di Kaltim yang menyimpan keunikan berbeda.

Daya tarik utama yang dapat disaksikan di Desa Pampang yaitu :

  • Rumah adat Lamin,
  • Tari-tarian,
  • Wanita dayak telinga panjang,
  • Upacara adat, dan
  • Kehidupan sehari-­hari suku dayak khususnya suku dayak Kenyah secara lebih dekat.

Di mana sebagian besar mata pencaharian dari suku dayak Kenyah ialah bercocok tanam. Desa budaya ini berada di dalam wilayah Kelurahan Sungai Siring, Kecamatan Samarinda Utara, Provinsi Kalimantan Timur.

Sejarah Desa Pampang

Sejarah dari Desa Budaya Pampang ini bermula sekitar tahun 1960­-an. Yang pada waktu itu suku Dayak Apokayan dan Kenyah berdomisil di wilayah Kutai Barat dan Malinau. Kemudian mereka berpindah tempat sebab tidak mau bergabung atau tidak ingin ikut ke dalam wilayah Malaysia. Hanya karena harapan akan taraf pendapatan atau ekonomi yang menjanjikan. Jiwa nasionalisme ini, menjadikan mereka bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Perjalanan panjang mereka lewati selama bertahun­-tahun, hanya dengan berjalan menggunakan kedua kaki. Untuk bertahan hidup, mereka bertandang di tempat yang dilewati sampai akhirnya menetap di kawasan Pampang dan melakukan berbagai aktivitas masyarakat. Seperti bergotong­-royong, merayakan natal, dan juga panen raya bersama-­sama.

Setiap tahunnya, di Desa Pampang digelar acara untuk memperingati hari ulang tahun, dengan sebutan Pelas Tahun. Selain itu, terdapat pula ritual yang hingga kini masih tetap dilestarikan yaitu upacara Junan. Upacara ini yaitu prosesi pengambilan gula dari batang tebu dengan cara diperas memakai kayu ulin.

Pagelaran di Desa Pampang

Desa Budaya Pampang memiliki kegiatan setiap akhir pekan. Berupa pagelaran pertunjukan tarian adat Suku Dayak yang biasa ada di hari Minggu dari pukul 14.00 – 15.00 WITA. Terdapat beberapa jenis tarian yang dapat dinikmati, yaitu Tari :

  • Bangen Tawai,
  • Hudoq,
  • Kanjet Anyam Tali,
  • Ajay Pilling,
  • Kancet Lasan,
  • Nyalama Sakai,
  • Kancet Punan Lettu,
  • dan sebagainya.

Sebelum menggelar pertunjukan tari, pembawa acara akan menjelaskan makna dari tarian yang akan digelar. Contohnya Tarian Kanjet Anyam Tali yang menggambarkan perbedaan suku, budaya, bangsa, dan bahasa tapi tetap satu.

Pagelaran tarian digelar di rumah adat yang disebut Lamin Adat Pamung Tawai. Di mana rumah adat Lamin  ini dibuat dari kayu Ulin dengan hiasan dan ukiran di hampir semua bagian dindingnya. Ukiran khas suku Dayak dengan warna hitam, putih, dan kuning yang dominan menjadi pemanis akan rumah adat Desa Pampang.

Pintu masuk rumah Lamin memiliki kekhasan dalam beberapa hal, seperti

  • Tangga untuk naik ke dalam rumah Lamin dibuat dari kayu pohon,
  • Keberadaan patung Blontang yang menggambarkan dewa-dewa sebagai penjaga rumah atau kampung,
  • Kepala naga pada ujung atap rumah sebagai simbol keagungan, budi luhur, dan kepahlawanan.

Ketika memasuki rumah Lamin, pengunjung akan bertemu dengan kepala pengelola rumah. Dan Ia akan mengharuskan setiap rombongan pengunjung mengisi buku tamu.

Cendera Mata dari Desa Pampang

Setelah selesai berkeliling di rumah Lamin, pengunjung dapat melihat beraneka ragarn cendera mata di samping bangunan rumah. Cendera mata yang ditawarkan dari Desa Budaya Pampang ini berupa

  • gelang akar bahar,
  • gelang manik­maik,
  • gelang batu,
  • tas anyaman,
  • topi adat,
  • kalung gigi beruang,
  • kalung gigi babi, dan
  • berbagai jenis cendera mata lainnya yang menarik.

Penjual di tempat tersebut, terlihat memakai pemanjangan cuping daun telinga berupa logam berbentuk lingkaran gelang atau gasing ukuran kecil. Telinga cuping panjang dipakai sebagai identitas yang menunjukkan usia seseorang. Begitu bayi lahir, ujung telinganya diberi manik-manik yang lumayan berat. Jumlah manik-manik yang menempel di telinganya tersebut akan bertambah satu untuk tiap tahun.

Sebelum berkunjung ke Desa Budaya Pampang Samarinda usahakan Anda dalam keadaan sehat. Untuk menjaga kesehatan Anda selalulah konsumsi produk-produk Synergy WorldWide yang bisa diorder di aplikasi SBiz atau kontak kami langsung.

Demikian info mengenai Desa Budaya Pampang Samarinda kearifan kebudayaan Suku Dayak, kami harap artikel ini mencerahkan kalian. Tolong artikel wisata Kalimantan Timur ini dishare supaya semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi:

Pada kesempatan ini kami akan jelaskan berkaitan dengan jejak diplomasi purba di Watu Pinawetengan Minahasa. Sekitar tahun 1000 SM, para Leluhur Minahasa tengah merundingkan pembagian sembilan sub etnis. Perundingan itu dihelat di sebuah perbukitan atau tonduraken, yang telah disepakati oleh keturunan Toar dan Lumi’muut, nenek moyang bangsa Minahasa.

Watu Pinawetengan Minahasa

Watu Pinawetengan Minahasa

Diskusi yang melahirkan sembilan sub etnis Minahasa ini dipercaya sebagai wujud demokrasi tertua di Minahasa. Jejak diplomasi purba itu terekam dengan baik melalui gurat-gurat sejarah pada sebuah batu raksasa bernama Watu Pinawetengan.

Sebuah batu besar menyerupai orang yang tengah bersujud kepada Tuhan Yang Maha Esa bercokol di sebuah lahan yang cukup luas. Beberapa ahli bahkan menilai bahwa batu besar itu berbentuk peta pulau Minahasa. Sejarah mengungkapkan bahwa dahulu, lokasi tempat batu ini berada merupakan tempat perundingan leluhur Minahasa.

Maka tak heran, bila batu ini diberi nama Watu Pinawetengan yang berarti Batu Tempat Pembagian. Pembagian ini merujuk pada peristiwa pembagian kesembilan sub etnis yang ada di Minahasa, yang meliputi suku :

  • Tontembuan,
  • Tombulu,
  • Tonsea,
  • Tolowur,
  • Tonsawang,
  • Pasan,
  • Ponosakan,
  • Bantik, dan
  • Siao.

Selain membagi kesembilan sub etnis tersebut, para leluhur juga menggunakan tempat ini sebagai lokasi dirundingkannya semua masalah yang dihadapi.

Pada Watu Pinawetengan Minahasa akan ditemukan berbagai goresan dan motif yang dipercaya sebagai hasil perundingan, Motif tersebut berupa gambar manusia, gambar alat kemaluan lelaki, gambar alat, kemaluan perempuan, motif daun, dan kumpulan garis yang tak beraturan tanpa makna. Bisa dikatakan, bahwa batu ini merupakan tonggak berdirinya sub etnis yang ada di Minahasa, dan berada tepat di tengah­tengah Minahasa.

Meskipun melambangkan sebuah bentuk demokrasi, sejatinya konsep demokrasi yang dilambangkan oleh Watu Pinawetengan lebih mengarah kepada bentuk demokrasi yang menjunjung tinggi hak asasi manusia. Selama ini memang, Tanah Minahasa dikenal sebagai wilayah yang menjunjung tinggi toleransi dan keberagaman.

Alasan Pemilihan Lokasi

Pemilihan lokasi Watu Pinawetengan Minahasa bukan tanpa alasan. Para leluhur mempertimbangkan kedekatan lokasi perbukitan dengan sumber mata air, lokasi bukit yang berada tepat di tengah-tengah, dan jauh dari gangguan. Tidak ada yang menyangka, bahwa pada tahun-tahun tersebut, leluhur Minahasa telah menggagas ide sejauh ini. Bahkan, mampu merumuskan banyak falsafah hidup yang terdiri dari

  1. Masawawangan yang artinya cipta rasa saling tolong menolong;
  2. Masasan yang artinya cipta rasa persatuan dan kesatuan; dan
  3. Malioliosan (baku-baku bae) yang artinya saling berbuat baik.

Ketiga amanat inilah yang membuat Sam Ratulangi sebagai tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia mencetuskan slogan, “Si Tou Timou Tomou Tou” yang memiliki makna bahwa orang hidup bukan hanya untuk diri sendiri, melainkan juga hidup bersama dan untuk orang lain.

Berbicara mengenai keberadaan Watu Pinawetengan Minahasa, tak jauh dari lokasi, terdapat batu-batu yang diberi nama Watu Kopero dan Watu Siouw Kurur. Kedua batu tersebut menjadi tanda keberadaan makam para leluhur Minahasa. Mengingat arti penting batu-batu bersejarah ini, pada tanggal 1 Desember 7974, Gubernur Sulawesi Utara, HV Worang meresmikan berdirinya Situs Watu Pinawetengan.

Setelah resmi didirikan, banyak perbaikan fasilitas yang diterapkan di kawasan bersejarah ini. Tepat pasca diterbitkannya UU No. 11 Tahun 2010, Situs Watu Pinawetengan diangkat menjadi bangunan cagar budaya yang dilindungi pemerintah.

Lokasi Situs

Bagi pengunjung yang ingin menyaksikan jejak diplomasi purba leluhur Minahasa ini, dapat bertolak menuju Desa Pinabetengan, Kecamatan Tompaso, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Akses menuju lokasi memang belum sebaik kawasan wisata lainnya di Minahasa, namun kesejukan udara pegunungan dan panorama khas Minahasa akan menjadi pelipur lara bagi para wisatawan. Namun, ada satu hal yang dapat dijadikan sebuah catatan penting saat berkunjung ke tempat ini.

Watu Pinawetengan Minahasa memang dikenal sebagai tempat yang banyak menyimpan kisah misteri. Tempat sakral ini akan memperlakukan pengunjung sesuai dengan niat di dalam batinnya. Apabila pengunjung memiliki niat yang buruk, maka akan mengalami peristiwa yang kurang menyenangkan di tempat ini. Sebaliknya, apabila pengunjung memiliki hati yang bersih, ia akan diperlakukan dengan baik, dan bahkan mendapatkan keberuntungan selepas berkunjung ke lokasi.

Situs Watu Pinawetengan tidak pernah sepi pengunjung. Bagi pengunjung yang tertarik mengikuti beberapa ritual di tempat ini dapat berkunjung setiap tanggal 3 Januari, di mana masyarakat mengadakan ziarah di tempat ini. Tak hanya itu, setiap tanggal 7 Juli, di tempat ini rutin diadakan pertunjukan seni dan budaya Minahasa, yang tentu sayang untuk dilewatkan.

Kesakralan dan kemagisan tempat ini sekiranya dapat menjadi alasan utama bagi wisatawan yang tertarik menyelami budaya Minahasa. Selain tentunya memperoleh berkat dan pengalaman spritual yang tak terlupakan selama berkunjung ke situs megalithikum tertua di Minahasa ini. Tertarik berkunjung?

Sebelum melihat Watu Pinawetengan Minahasa usahakan Anda dalam keadaan sehat. Untuk menjaga kesehatan konsumsilah selalu produk-produk Synergy WorldWide yang bisa diorder di aplikasi SBiz atau kontak kami langsung.

Demikian informasi mengenai Watu Pinawetengan Minahasa Jejak Diplomasi Purba, kami harap post kali ini berguna buat kalian. Tolong post Wisata di Sulawesi Utara ini diviralkan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Topik kita sekarang ialah tarian sigale-gale himpunan gerakan sebagai pelipur lara. Sigale-gale merupakan boneka kayu yang memiliki rupa seperti manusia. Keberadaannya sangat mudah ditemukan di depan rumah Batak beberapa daerah di Sumatera Utara. Boneka yang mengenakan pakaian lengkap dengan kekhasan dari daerah asalnya. Boneka ini sering dimainkan lengkap dengan alunan musik yang juga menjadi salah satu ikon kebudayaan dari Sumatera Utara. Gerakan tangan yang seirama dengan alunan musik berhasil membuat pagelaran kesenian sigale-gale sangat menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Tarian Sigale-gale

Tarian Sigale-gale

Tarian sigale-gale menjadi bagian yang dipercaya untuk mencegah terjadinya kejadian buruk agar tidak terulang kembali. Selain itu, ia juga dikenal sebagai tradisi untuk buang sial. Tarian tradisional ini dibanggakan oleh masyarakat Batak Toba. Sigale-gale memiiiki arti lemah gemulai.

Boneka kayu ini dapat dikatakan sebagai kesenian wayang orang Batak sejak ratusan tahun silam. Sigale-gale dapat digerakkan serta menari dengan diiringi oleh musik tradisional yang cukup terkenal di Sumatera Utara, terutama di daerah Samosir. Terdapat setidaknya empat lokasi yang menyajikan atraksi patung ini, antara lain di Tomok dan juga Museum Hutabolon Simanindo yang rutin menggelarnya.

Tarian Sigale-gale biasanya sering ditampilkan di berbagai acara seperti acara adat, acara budaya, bahkan menjadi salah satu daya tarik bagi para pelancong yang sedang berkunjung. Pertunjukan Patung Sigale-gale menari dimainkan dengan iringan musikal Sordam dan Gondang Sabangunan.

Biasanya ada sekitar tujuh cara musik ritual Batak yang dimainkan untuk tarian patung Sigale-gale ini. Pagelaran biasanya dilengkapi dengan 8 – 10 orang penari yang mengiringinya. Penari ini akan menari tor-tor sesuai alunan musik, dengan tetap fokus pada patung Sigale-gale.

Patung Sigale-gale terbuat dari kayu dan mengenakan pakaian adat Batak Toba lengkap. Patung ini bisa meliuk-liuk mengikuti alunan musik. Ia memiliki tinggi 1,5 meter dengan gerakan yang terkesan seperti manusia hidup. Kepalanya dapat berputar ke samping kanan dan kiri dengan mata dan lidahnva dapat juga bergerak, tangannva dapat menari tor-tor. Boneka Batak ini juga dapat berjongkok saat sedang menari dengan semua gerakan dilakukan di atas peti mati yang merupakan tempat penyimpanan boneka Sigale-gale setelah dimainkan.

Sigale-gale digerakkan oleh tiga orang dalang yang bermain di belakangnya dengan menarik jalur-jalur tali secara anatomis. Konon, dahulu hanya membutuhkan satu orang dalang saja untuk menggerakkan seluruh patung tanpa bantuan jalur tali untuk menggerakkan. Dikisahkan bahwa pada mulanya, patung ini dihidupkan oleh kekuatan gaib dalang yang disebut gana-ganaan.

Proses Pembuatan Sigale-gale

Dalam proses pembuatan patung untuk Tarian Sigale-gale tidak dilakukan oleh satu orang saja. Sebab dipercaya bahwa para pemarung itu (atau yang dikenal dengan sebutan Datu Panggana) akan menjadi tumbal apabila dilakukan sendiri. Kepercayaan tersebut menjadikan pembuatan patung sigale-gale menjadi sangat ekslusif dan tidak banyak dengan dikerjakan oleh lebih dari satu orang karena diyakini dapat menghindari tumbal.

Patung untuk Tarian Sigale-gale ini dibuat dari kayu ingul dan kayu nangka yang tidak diperbolehkan diletakkan di dalam rumah. Biasanya si pembuat patung akan menyimpan di tempat khusus di tengah persawahan yang disebut Sopo Balian.

Keberadaan patung sigale-gale memiliki versi yang sangat fenomenal dari seorang raja bernama Tuan Rahat yang sangat bijakana di Huta Samosir, Toba. Sang raja hanya memiliki seorang anak bernama Manggale. Ketika itu, wilayah ini masih sering terjadi peperangan antar kerajaan. Menghadapi kondisi ini, sang raja mengutus putranya untuk ikut dalam peperangan melawan musuh. Namun, sang putra kesayangan gugur di medan perang dan sangat memukul jiwa sang raja serta masyarakatnya.

Akibat kejadian tersebut, raja jatuh sakit akibat rasa kehilangan yang mendalam. Kondisi sang pemimpin yang kian memburuk, menjadikan penasehat kerajaan memanggil ‘orang pintar’ untuk mengobati. Beberapa daru dan dukun berdatangan dengan kesimpulan sama, bahwa paduka sangat rindu dengan putranya. Salah satu dari mereka mengusulkan untuk membuat patung kayu yang dipahat menyerupai wajah Manggale.

Saran dari ‘orang pintar’ tersebut langsung dilakukan di salah satu hutan belantara. Ketika pahatan patung telah selesai, penasehat kerajaan menggelar upacara pengangkatan patung Manggale ke istana kerajaan dengan meniup sordam dan memanggil roh sang putra mahkota. Dalam mengangkut Patung Manggale menuju istana, upacara tersebut diiringi dengan suara Sordam dan Gondang Sabangunan yang merupakan alat musik yang dimainkan untuk memohon berkat dari roh para leluhur di Batak Toba.

Kedatangan rombongan pembawa patung sang putera raja menjadi penyembuh dari segala derita paduka. Kesembuhan raja disebabkan melihat muka patung sangat mirip dengan anaknya.

Perkembangan Tari Sigale-gale

Dalam perkembangannya, Tarian Sigale-gale biasanya dilakukan pada upacara kematian, terutama saat ada laki-laki meninggal. Menurut kepercayaan masyarakat di tempat tersebut, tarian ini dilakukan untuk mengantar arwah mendiang orang yang meninggal. Seiring dengan berjalannya waktu, tradisi ini mulai jarang dilakukan. Sehingga keberadaan boneka sigale-gale juga mulai berkurang. Untuk menjaganya tetap lestari, tari Sigale-Gale ini kemudian dikembangkan sebagai pertunjukan di berbagai acaru adat maupun budaya.

Namun, kebiasaan ini mulai ditinggalkan, sehingga tarian ini kemudian sering ditampilkan di berbagai festival budaya maupun promosi pariwisata dengan kreasi dan variasi di setiap pertunjukan, tanpa meninggalkan kekhasan dari kisah aslinya

Sebelum melihat Tarian Sigale-gale usahakan Anda dalam keadaan sehat. Untuk menjaga kesehatan konsumsilah selalu produk-produk Synergy WorldWide yang bisa diorder di aplikasi SBiz atau kontak kami langsung.

Demikian informasi mengenai tarian sigale-gale himpunan gerakan sebagai pelipur lara, kami harap postingan kali ini membantu kalian. Kami berharap postingan Wisata di Sumatra Utara ini dibagikan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Pembahasan kita kali ini ialah Kampung Merabu Berau menghidupi warganya dengan potensi daerah. Kehidupan khas orang pedesaan dengan kesejahteraannya, memanfaatkan alam dan juga menjaganya, merupakan bagian yang sangat erat dengan penduduk Desa Merabu, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Komitmen tersebut dijaga hingga muncul wisata dari mengelola Hutan Desa seluas 8.245 hektare yang diresmikan melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan pada 9 Januari 2014 silam.

Kampung Merabu Berau

Kampung Merabu Berau

Kampung Merabu berada di wilayah Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Kampung ini menyimpan berbagai situs purbakala dan juga mitos masyarakat Dayak Basaf. Untuk sampai di daerah ini, tidaklah mudah. Jalan darat hanya mampu mencapai desa sebelah. Selebihnya perjalanan ditempuh dengan menyeberangi sungai. Suasana hutan dan juga sungai­-sungai kecil akan menemani di sepanjang perjalanan menuju kampung ini.

Kampung Merabu Berau ini konon berdiri sejak tahun 1911 dan menyimpan potensi kekayaan alam yang beragam. Selain hutan, Merabu memiliki kekayaan alam yang masih perawan di antaranya, perbukitan karst seluas 7.500 hektar yang memesona, di dalamnya terdapat ratusan jenis flora dan fauna.

Sebelum mengelola hutan, masyarakat sejahtera dengan menjual sarang burung walet yang ada di gua sarang burung walet. Namun, kesejahteraan itu mulai berubah drastis sejak pembukaan lahan besar­-besaran untuk penanaman kelapa sawit pada tahun 2000­an. Kehilangan tempat mencari makan, walet tak lagi bersarang.

Sehingga, sejak tahun 2014 pasca menjadi hutan desa, masyarakat lebih memilih perekonomian dengan hal yang lebih efisien, salah satunya adalah menukal, dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai menanam padi.

Kerukunan dengan bergotong­-royong menjadi bagian yang menyatu di masyarakat Kampung Merabu Berau. Saat melakukan penanaman padi, yang biasa dilakukan setahun dua kali, masyarakat beramai­ramai meratakan lahan atau ladang yang akan ditanami padi. Saat membersihkan ladang, mereka melakukannya dengan cara dibakar.

Namun, hanya secukupnya dan api diusahakan tidak merembet ke hutan dengan cara mengoleskan abu di sekitarnya, setelah api padam. Selain bertani dan berladang, masyarakat terutama ibu-ibu membuat bedengan sayur seluas 1,5 hektar untuk memenuhi kebutuhan pangan setiap hari.

Tradisi Turun Temurun

Masyarakat kampung Merabu di pedalaman Kecamatan Kelay, memiliki tradisi “Tuaq Long Kale Lenggaseng Pia” yang diturunkan dari paru leluhur. Tuaq sendiri berasal dari kata tu yang merupakan singkatan dari tulung (tolong) dan –aq singkatan dari aqu (aku). Untuk maknanya berupa segala sesuatu yang dapat memuaskan perasaan seseorang karena kehalusan dan keindahan.

Tuaq pertama kali diperkenalkan seorang belian (sebutan untuk seorang pemimpin saat itu) yang bernama Danyam. Tujuan diadakan tradisi tuaq adalah untuk mendapat madu dan buah-buahan yang jadi kebanggaan yang mencukupi kebutuhan mereka.

Kampung Merabu Berau telah dikenal lama dikenal akan madu hutannya. Menelisik akan sejarahnya, nenek moyang Dayak Lebo mengajarkan pengolahan yang tidak bersentuhan langsung dengan tangan dalam proses panennya. Pemanenan madu dilakukan dengan mengiris sarang lebah menggunakan pisau panjang dan madu ditiriskan bukan diperas dengan tujuan agar awet hingga tahunan.

Kampung yang kini memiliki slogan ASIK (Aman, Sehat, Indah, dan Kreatif) ini dikenal sebagai wilayah ekowisata yang merupakan percontohan Kampung Iklim. Masyarakat setempat mengibaratkan hutan sebagai gudang yang menyimpan segala kebutuhan masyarakat, seperti menyediakan kayu untuk bangunan rumah, rotan, buah-buahan, tumbuhan, bahan obat herbal, serta bahan-bahan untuk keperluan upacara adat.

Kampung Merabu Berau memiliki gua yang menyimpan kisah prasejarah di dalamnya. Goa Beloyot yang dikenal dengan hamparan tapak-tapak tangan, diyakini telah berusia lebih dari 4.000 tahun. Letak tapak tangan itu menunjukkan derajat masyarakat Dayak dan juga kepemilikan satu kawasan oleh kelompok masyarakat Dayak pada masa itu.

Tapak tangan tersebut diprediksi milik wanita Dayak yang cantik bernama Dayang Bunga Inuq yang pada masa itu dikenal sangat sakti. Oleh warga setempat, tapak tangan tersebut sangat dihormati dan dijaga agar tidak diganggu dan dijamah oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Jarak Tempuh

Untuk dapat sampai di kampung ini, para penikmat kebudayaan dengan alam yang bersejarah ini, membutuhkan waktu tempuh sekitar 12 jam dari Kota Samarinda, sedang apabila dari Kabupaten Berau sekitar empat jam. Tapak tangan prasejarah yang ada di kampung ini, menjadi paduan memesona dengan asrinya alam khas suasana hutan. Tempat ini menjadi salah satu bagian kunjungan destinasi sekaligus sebagai kawasan pelestarian cagar alam dan menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat.

Sebelum berkunjung ke Kampung Merabu Berau usahakan Anda dalam keadaan sehat. Untuk menjaga kesehatan konsumsilah selalu produk-produk Synergy WorldWide yang bisa diorder di aplikasi SBiz atau kontak kami langsung.

Sekian info berkaitan dengan kampung merabu berau menghidupi warganya dengan potensi daerah, semoga post kali ini berguna buat Anda. Tolong post Wisata di Kalimantan Timur ini dibagikan agar semakin banyak yang mendapat manfaat.

Referensi:

Kepulauan Riau dikenal sebagai wilayah yang kaya akan sumber daya laut. Terletak dijantung Selat Malaka membuat daerah ini banyak melahirkan pejuang-pejuang bahari yang momen perjuangannya masih diingat oleh sebagian besar rakyatnya. Salah satu perhelatan akbar yang diadakan di wilayah ini adalah Festival Sungai Carang.

Festival Sungai Carang

Festival Sungai Carang

Meski masih berusia tahunan, festival ini mengandung makna dan nilai filosofis yang mendalam. Tak heran, antusiasme masyarakat sangat besar dalam menyambut perhelatan akbar yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya di bulan Januari hingga Februari.

Dalam beberapa catatan sejarah, Bangsa Melayu selalu dikisahkan sebagai bangsa yang gigih dan penuh totalilas dalam upaya menaklukan daerah-daerah di sekitarnya. Bangsa ini juga dikenal dengan kemampuan membaca alam, terutama alam bahari atau kelautan yang lekat dengan kondisi tempat tinggal mereka. Orang-orang Melalu juga dikenal sebagai pedagang perantara yang lihai, sekaligus pembawa ajaran Islam dan budaya Melayu ke seluruh pelosok Nusantara dan Asia.

Berbagai daerah di Sumatera, misalnya, selama ini dikenal sebagai wilayah yang berpotensi maritim sangat tinggi. Aneka kekayaan bahari dan potensi alam dapat ditemukan di sudut-sudut tanah Melayu, terutama Kepulauan Riau. Salah satu poin penting dari letak geografis provinsi ini adalah keeratan hubungan antar etnis yang berada di jalur lalu lintas Malaka.

Tak heran, apabila provinsi ini begitu menonjolkan potensi maritimnya, karena bukan hanya menyangkut visi misi kedaerahan, melainkan juga mempertahankan kejayaan leluhurnya di masa lampau di bidang kelautan.

Sungai-sungai di pelataran Melayu umumnya dilalui oleh kapal-kapal besar dan hal ini sudah berlangsung sejak jaman kerajaan Sriwijaya dan kerajaan-kerajaan dari Sumatera lainnya. Salah satu sungai yang memiliki peran besar dalam menghidupkan denyut nadi perekonomian, sekaligus aktivitas kebudayaan adalah Sungai Carang di kepulauan Riau.

Setiap tahunnya, di sungai ini diperingati sebuah peristiwa besar yang telah berlangsung ratusan tahun lalu. Warga Kepulauan Riau nampaknya memiliki kesadaran yang cukup besar dalam membangun ingatan dan penghargaan sebesar-besarnya kepada para pahlawan dan pejuang Melayu yang dikenal gigih melawan penjajahan. Perhelatan akbar itu dinamakan Festival Sungai Carang, yang dihelat setiap awal tahun, sejak 2004 silam.

Event Kebudayaan Melayu

Wisatawan yang kebetulan berkunjung ke Kepulauan Riau pada bulan Januari hingga Februari tidak boleh melewatkan sedetik pun momen dari festival ini. Festival ini mengusung event budaya yang berbasis wisata sungai dan sejarah kepulauan Riau. Meskipun terbilang masih berusia muda, festival ini berhasil menjadi ikon baru wisata Kepulauan Riau. Wisatawan yang tertarik mempelajari sejarah kejayaan bahari Tanah Melayu tentu akan merasa bahagia saat menyaksikan perhelatan akbar ini.

Dalam festival Sungai Carang ini diselenggarakan berbagai macam lomba, seperti lomba memasak estafet, lomba arak-arakan bunga telur, lomba melukis, dan lomba membaca gurindam dua belas. Khusus untuk lomba terakhir, tampaknya inilah momen yang dinanti para wisatawan, karena selama ini Gurindam Dua Belas dikenal sebagai salah satu warisan nenek moyang masyarakat Melayu.

Belum lengkap rasanya mengunjungi Tanah Melayu apabila belum mendengar larik demi larik yang dibacakan oleh ahli gurindam. Lomba membaca gurindam ini diadakan guna membangun kesadaran anak cucu orang Melayu dalam melestarikan salah satu warisan leluhur.

Tidak hanya berupa perlombaan, festival Sungai Carang ini juga menyertakan pawai alegoris perjuangan Raja Haji Fisabillilah dalam mengusir penjajah Belanda. Pawai ini ditampilkan guna membangkitkan semangat patriotisme para pejuang muda bangsa Melayu yang semakin luntur akibat tergerus kondisi zaman yang semakin memprihatinkan.

Aneka perahu yang telah dihias di atas permukaan Sungai Carang yang tenang akan membuat rasa bangga itu semakin nampak. Kebesaran dan kejayaan bangsa Melalu pada perhelatan akbar ini begitu kental terasa. Terutama, nuansa Melayu sangat ditonjolkan di beberapa rangkaian acara.

Ciri Khas Festival

Lomba arak-arakan bunga telur juga menjadi salah satu ciri khas festival Sungai Carang. Bunga Telur biasanya hanya bisa dijumpai pada saat acara-acara besar masyarakat Melayu, seperti pernikahan, khitanan dan acara adat. Dalam lomba ini nantinya tim yang terdiri dari minimal sepuluh orang akan membawa telur di dalam tempat sirih yang disebut cerana.

Peserta akan diiringi oleh musik tradisional melayu yang menggunakan kompang, akordion, dakung dan lain-lain. Tak lupa, akan ditampilkan juga pameran foto sejarah emporium Kesultanan Melayu Riau-Lingga serta pelepasan lima ribu lentera dan parade batik gongong khas Tanjung Pinang. Sangat menarik dan sayang untuk dilewatkan, bukan?

Sebelum melihat Festival Sungai Carang usahakan Anda dalam keadaan sehat. Untuk menjaga kesehatan konsumsilah selalu produk-produk Synergy WorldWide yang bisa diorder di aplikasi SBiz atau kontak kami langsung.

https://youtu.be/q54aobvhmMA

Demikian info seputar festival sungai carang mengenang kejayaan bahari kesultanan melayu, kami harap artikel ini membantu kalian. Mohon artikel ini dishare supaya semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Pada kesempatan ini kami akan jelaskan berkaitan dengan seni tari indang sebagai sarana menebar ajaran Islam. Berbagai macam cara dapat dilakukan untuk menyebar sebuah pengaruh salah satunya dalam pagelaran seni. Sebuah kesenian dari Sumatera Barat konon menjadi salah satu cara untuk menebar agama Islam. Tari Indang merupakan kesenian yang digunakan untuk memberikan ajaran Islam yang tersirat dalam setiap syair yang didendangkan.

Seni Tari Indang

Seni Tari Indang Sarana Menebar Agama Islam

Tari indang ini juga dikenal dengan seni tari dindin badindin dan merupakan salah satu kesenian yang berasal dari pesisir Pariaman, Sumatera Barat. Dalam setiap pertunjukannya, tari dindin badindin ini menampilkan tarian alat musik yang diperagakan secara kompak. Menelisik dari namanya, indangan berasal dari nama alat musik tepuk yang dipaki dan dimainkan pada tarian ini. Indang juga disebut dengan ripai yang merupakan instrumen dengan bentuk rupa seperti rebana berukuran kecil.

Keberadaan seni tari indang bukan menjadi hal yang asing di antara masyarakat kebanyakan, karena kesenian ini sering mewakili Indonesia dalam acara pagelaran kebudayaan internasional. Gerakan yang ditampilkan terlihat dinamis serta rancak dari para penarinya. Kenampakan ini menjadikan indang memiliki penggemar tak hanya di nusantara, tapi sudah sampai pada hati warga mancanegara.

Sejarah Tari Indang

Menilik dari sejarahnya, seni tari indang merupakan pencampuran antara budaya melayu dengan Islam di masa penyebaran agama pada abad ke-13. Tarian ini diperkenalkan oleh Syekh Burhanudin yang merupakan salah seorang ulama Pariaman. Sang Syekh menggunakan tari indang sebagai media dakwah dengan paduan sastra berasal dari salawat nabi Muhammad atau hal-hal bertema keagamaan.

Kemudian tarian ini berkembang di tanah Minangkabau tepatnya di Padang Pariaman di abad ke-14. Peradaban ini diperkenalkan para pedagang yang masuk ke Aceh lewat pesisir barat Pulau Sumatra dan lalu menyebar ke Ulakan-Pariaman.

Dalam pertunjukannya, tari indang menampilkan jenis nyanian maqam, iqa’at dan avaz serta penggunaan musik gambus. Maqam menggambarkan tangga nada, struktur interval dan ambitus. Iqa’at menyimpan pola ritmik pada musik Islam. Adapun avaz adalah melodi yang bergerak bebas tanpa irama dan diperkenalkan musik Islam.

Elemen pada Tari Indang

Mengulik fungsinya yang digunakan sebagai media dakwah, seni tari indang memiliki beberapa elemen pendukung yang bernapaskan kebudayaan Islam. Tarian ini tak pernah lepas dengan iringan shalawat Nabi atau syair-syair yang mengajarkan tentang nilai-nilai keislaman. Pada zaman dahulu, tarian ini lebih sering digelar di surau-surau. Tari indang dulunya dimainkan oleh para pemuda setelah mengaji di surau-surau.

Nyanyian pada Tari Indang

Nyanyian dalam tarian ini disesuaikan dengan tujuannya yaitu sebagai sarana pendidikan dan dakwah Islam. Selain itu, beberapa nagari di ranah Minang masih sering menyuguhkan tarian ini di dalam upacara Tabuik, yaitu upacara peringatan wafatnya cucu Rosululloh setiap pada tanggal 10 Muharram.

Gerakan Tari Indang

Gerakan dalam seni tari indang, terlihat seperti Saman asal Aceh. Tap kalau diperhatikan dengan lebih seksama, tari indang ini justru lebih dinamis dengan gerakan santai namun tetap rancak. Hal lain dari tarian ini adalah, kelebihannya yang berkolaborasi dengan musik pengiring bernuansa Melayu.

Gerakan tari biasanya diawali dengan pertemuan dua kelompok para penari. Kemudian para penari tersebut menyusun diri secara berbanjar dari kiri ke kanan. Mereka akan duduk bersila dan akan menampilkan gerakan-gerakan simetris yang tentunya sangat memerlukan latihan yang cukup dan kerja keras.

Jenis Bunyian pada Tari Indang

Ragam bunyian yang ada dalam seni tari indang terdiri dari dua, yaitu berasal dari tetabuhan alat musik tradisional khas Melayu seperti gambus dan rebana, serta bunyi yang berasal dari syair-syair yang dinyanyikan oleh seorang tukang dzikir. Tukang dzikir dalam tari indang adalah sebutan bagi seseorang yang memandu tari lewat syair dan juga lagu yang dinyanyikannya.

Selain itu, dalam setiap penampilan, terdapat pula tukaµg alih yang bertugas berfungsi sebagai pemimpin tarian, serta penentu perubahan setiap gerakan tari. Ia menempatkan diri di dalam penari dengan selalu memberikan beberapa kode setiap pergantian gerakan. Tukang alih juga berperan pentinga dalam mengatur tempo dan dinamika tarian.

Tata Rias dan Busana Tari Indang

Untuk tata rias dan tata busana pada tari indang ini tak punya banyak aturan. Hanya terdapat ketentuan untuk para penarinya wajib mengenakan pakaian adat Melayu sebagai simbol dan juga identitas asal tarian. Untuk tukang dzikirinya tidak terdapat pakaian tertentu, ia hanya diwajibkan mengenakan kostum yang sopan.

Alat Musik Tari Indang

Dalam perkembangannya, alat musik yang mengiringi tari indang saat ini makin beraneka ragam. Beberapa alat musik modern juga menambah keindahan akan seni tari ini, seperti piano, akordeon, dan beberapa alat musik tradisional lainnya juga sering ditemukan. Di samping itu, syair lagu yang sering dinyanyikan pada tari indan ini hingga kini juga cuma satu jenis saja. Yaitu lagu Dindin Badindin karya dari Tiar Ramon.

Jaga Kesehatan

Sebelum wisata ke Sumatra Barat untuk melihat seni tari indang usahakan Anda dalam keadaan sehat. Untuk menjaga kesehatan konsumsilah selalu produk-produk Synergy WorldWide yang bisa diorder di aplikasi SBiz atau kontak kami langsung.

Sekian informasi tentang seni tari indang sebagai sarana menebar ajaran Islam, kami harap postingan ini bermanfaat untuk Anda. Mohon postingan wisata kesenian ini dishare biar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi: