Berlibur ke Pekanbaru tak lengkap rasanya bita tidak mampir sejenak untuk membeli cendera mata khas Melayu. Salah satu lokasi belanja yang bisa dijangkau oleh para wisatawan adalah Pasar Bawah Pekanbaru. Pasar yang berada di sebuah bangunan bergaya Melayu ini menyediakan aneka cendera mata khas Riau. Tak hanya itu, di Pasar Baru Pekanbaru, pengunjung juga bisa mendapatkan aneka hasil karya masyarakat Melayu, seperti tenun, yang dijual dengan harga terjangkau, namun tetap terjaga kualitasnya.

Pasar Bawah Pekanbaru

Berburu Cendera Mata di Pasar Bawah Pekanbaru

Tidak sulit menemukan lokasi pasar legendaris di Pekanbaru ini. Pengunjung hanya perlu menelusuri Jalan Ahmad Yani (Jalan Senapelan) untuk dapat sampai di pasar ini. Sebuah bangunan tua yang berbentuk Rumah Salaso Kembar menyambut kedatangan para pengunjung.

Bangunan pasar terdiri dari empat lantai dengan berbagai fasilitas, seperti area parkir, toilet, dan eskalator untuk memudahkan pengunjung mengakses keseluruhan isi pasar. Bangunan pasar didominasi oleh warna kuning dan hijau dengan gaya melayu yang amat kentara.

Pasar ini dinamakan “Pasar Baru” karena terletak di bagian bawah atau dekat pinggiran Sungai Siak, yang konturnya lebih rendah dibandingkan dengan Pasar Pusat (kini bernama Plaza Sukaramai). Pada lantai dasar pasar, pengunjung akan disambut dengan deretan kios yang menjual berbagai bentuk dan motif gorden, seprei, bantal dan selimut. Pengunjung juga bisa mencicipi aneka kuliner khas Pekanbaru yang dijual dalam takaran kiloan maupun kemasan, seperti aneka jenis ikan teri, salai, ikan asin, keripik nanas dan nangka.

Rata-rata makanan khas Riau itu dibanderol mulai harga Rp 17.500 per kilogramnya. Pengunjung yang tertarik untuk membeli songket juga bisa berkeliling di lantai dasar ini. Harga untuk songket Melayu dan Batik Riau dipatok mulai Rp 70.000. Namun, pengunjung masih dimungkinkan untuk menawarnya. Semua barang dagangan ini merupakan hasil karya masyarakat Pekanbaru dan sekitarnya, yang dijual melalui pengepul dan diperdagangkan di Pasar Bawah sebagai cendera mata dan oleh-oleh khas Riau.

Aneka Oleh-Oleh

Tak hanya aneka sajian kuliner khas Riau dan kain-kain tenun, pengunjung juga bisa mengunjungi aneka los yang memperdagangkan aneka barang antik, barang pecah belah, lampu hias, guci, patung dan keramik. Rata-rata barang pecah belah itu berasal dari luar negeri dan merupakan barang bekas yang masih layak pakai. Hubungan dagang antara masyarakat Pekanbaru dan negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura sangat erat.

Hal ini tidak lepas dari lalu lintas perdagangan yang juga melalui kota-kota besar di Selat Malaka, tak terkecuali Pekanbaru. Tak heran, pengunjung akan dengan mudahnya menemukan aneka barang-barang dagangan impor di Pasar Bawah Pekanbaru. Hubungan dagang ini juga mempengaruhi arsitektur bangunan yang turut mengadopsi nuansa Tionghoa, sehingga pengunjung seolah-olah tengah berkunjung ke Chinatown Singapura saat berada di pasar ini.

Bagi pengunjung yang ingin membeli aneka aksesoris khas Melayu, dapat menuju lantai kedua. Beraneka ragam aksesoris, seperti dompet, kalung, gelang, guci, bros, suvenir pernikahan tersaji di sepanjang jalur lantai dua. Pengunjung yang ingin mengadopsi nuansa Melayu tentu bisa memborong semua aksesoris yang dijual di ruko-ruko lantai dua ini. Semua aksesoris merupakan hasil tangan pengrajin di tanah Melayu, yang tentu akan membuat pembeli mengingat kembali kunjungan ke Pekanbaru.

Di lantai tiga bangunan pasar ini, pengunjung bisa menemukan surga sepatu dan tas kualitas jempolan! Tempat ini sangat cocok bagi pengunjung yang sangat tertarik dengan fashioa dan berpenampilan modis, tanpa harus merogoh kocek yang dalam. Tentunya, pengunjung yang tergila-gila dengan fashion akan bahagia saat berkunjung ke lantai tiga Pasar Bawah Pekanbaru ini.

Beragam Pedagang

Pasar Bawah Pekanbaru yang terletak di tepi Sungai Siak serta berlokasi tak jauh dari Pelabuhan ini juga menjual aneka perabotan dan pakaian dengan harga terjangkau. Meski demikian, pengunjung disarankan mencatat daftar belanjaan yang akan dibeli serta tak ragu menawar harga. Jangan lupa juga mengantongi aneka oleh-oleh khas Pekanbaru lainnya seperti Kacang Pukul, Bolu Kemojo dan Batik Riau yang dijajakan di Pasar Bawah ini.

Pedagang yang ada di Pasar Bawah Pekanbaru umumnya merupakan orang-orang Melayu yang mewarisi bakat berdagang dan bernegoisasi dari nenek moyangnya. Berbagai catatan sejarah juga merujuk pada keahlian leluhur Melayu dalam menjalin relasi dengan etnis-etnis yang berada di luar wilayah Melayu contohnya etnis Tionghoa.

Jangan heran apabila saat berkunjung ke pasar ini, pengunjung juga akan menemui aneka porselen khas negeri Tirai Bambu, yang disalurkan melalui perdagangan bilateral maupun barter antar pedagang. Melihat semua potensi yang ditonjolkan Pasar Bawah Pekanbaru ini, pasti tertarik bukan untuk mengunjunginya saat melintasi kota Pekanbaru nanti?

Sekian informasi berkaitan dengan berburu cendera mata di Pasar Bawah Pekanbaru, semoga artikel kali ini bermanfaat untuk kalian. Tolong artikel wisata belanja ini dishare supaya semakin banyak yang mendapat manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya